Go to Top

Majalah Poultry Indonesia

KOMBUCHA FEED ADDITIVE ALAMI ANTI-KOLESTEROL

Edisi Maret 2008

Dewasa ini, perhatian konsumen terhadap kualitas bahan pangan mulai meningkat seiring dengan munculnya kasus penyakit degenaratif akibat pola makan yang tidak seimbang. Seperti penyakit jantung koroner yang merupakan salah satu contoh penyakit degenaratif akibat dari penumpukan lemak dan kolesterol dalam pembuluh darah arteri (arteriosklerosis). Penyakit ini semakin ditakuti sehingga muncul gerakan anti makan atau membatasi konsumsi daging (vegetarianism). Acapkali daging sebagai produk utama peternakan dianggap sebagai faktor utama yang menyebabkan beberapa penyakit degenaratif tersebut. Merupakan tantangan besar untuk meluruskan bahwa produk pangan asal ternak tidak perlu ditakuti, bahkan dapat digunakan sebagai makanan terapi kesehatan, seperti halnya dengan telur kaya omega 3, EPA dan DHA yang bermanfaat bagi perkembangan sel syaraf dan pertumbuhan tubuh.

Jika dilihat komposisi gizi dari produk peternakan seperti daging dan telur, beberapa asam-amino yang defisien pada bahan pangan nabati dapat ditemukan pada produk ternak seperti hal asam amino lisin dan metionin yang kurang di pangan nabati namun di daging dan telur asam amino esensial ini cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Ini membuktikan bahwa asupan gizi dari pangan hewani sangat esensial bagi tubuh. Lantas bagaimana peningkatan kualitas produk ternak agar menghasilkan produk yang sehat dan aman bagi kesehatan? Aman dalam artian bebas dari residu bahan-bahan kimia yang berbahaya dan sehat mengandung arti memiliki kadar gizi yang khas dan mendukung kesehatan tubuh.

Feed additive alami dari kombucha
Tren konsumen saat ini adalah mencari produk pangan yang bersifat alami (organik). Hal ini juga berdampak semakin dijauhinya pemakaian antibiotik sebagai feed additive dalam meningkatkan produktivitas ternak karena adanya isue resistensi terhadap bakteri patogen dan residu antibiotik yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Feed aditive merupakan bahan tambahan untuk meningkatkan sistem pencernaan ternak yang dapat berupa mikroba hidup ataupun bahan organik tertentu. Salah satu bahan alami yang berpotensi menggantikan antibiotik adalah kombucha. Bahan alami ini telah lama dikonsumsi oleh masyarakat Cina sebagai minuman kesehatan, dan saat ini telah beredar diberbagai negara termasuk Indonesia. Kombucha merupakan minuman dalam bentuk teh yang difermentasi dengan biakan utama (starter) bakteri Acetobacter xylinum dan ragi Saccharomyces cereviceae, dan beberapa mikroorganisme yang baik untuk sistem pencernaan. Teh fermentasi ini juga mengandung beberapa asam-asam organik dan vitamin yang bermanfaat dalam proses metabolisme dalam tubuh dan mengandung asam glukoronat yang bermanfaat untuk merangsang pembentukan sel-sel kekebalan tubuh (Frank, 1999).

Jika ditambahkan dalam pakan ataupun air minum ternak, mikroorganisme dan produk asam-asam organik dalam kombucha dapat memperbaiki proses pencernaan zat-zat makanan dalam saluran pencernaan ternak. Keberadaan feed additive ini nantinya akan membantu proses penguraian zat makanan kompleks (karbohidrat, lemak dan protein) menjadi senyawa sederhana dalam bentuk glukosa, asam lemak dan asam amino. Selain itu, dapat menghambat proses pembentukan beberapa senyawa tertentu dalam tubuh ternak (biosintesis) seperti kolesterol, lemak dan asam lemak yang mana dalam jumlah tertentu dapat membahayakan kesehatan manusia.

Manfaat pemakaian kombucha telah dibuktikan melalui penelitian di Laboratorium Teknologi Pakan-IPB, dengan pemberian tambahan kombucha pada dosis 12,5 persen dalam air minum mampu meningkatkan pertumbuhan unggas serta secara ekonomis memperbaiki nilai konversi ransum (FCR) yang berarti setiap pakan yang dikonsumsi akan lebih efisien (Ramli dkk, 2007). Hal ini dikarenakan keberadaan mikroorganisme yang mensinteisis beberapa vitamin dan asam organik dalam cairan kombucha bermanfaat dalam membantu proses metabolisme zat makanan dalam tubuh.

Anti kolesterol
Selain memiliki keunikan sebagai pemacu pertumbuhan (growth promoter), kombucha juga berperan meningkatkan kualitas daging ayam. Hal ini dibuktikan dengan kandungan lemak dan kolesterol pada daging ayam yang diberi tambahan kombucha dengan dosis 25 persen dalam air minum. Keberadaan kombucha dalam air minum ayam broiler ternyata membantu proses pembakaran (katabolisme) lemak menjadi energi sehingga penumpukan lemak dalam jaringan tubuh (adipose tissue) semakin menurun, yang juga diikuti dengan penurunan kadar kolesterol. Penurunan kolesterol ini berhubungan dengan keberadaan beberapa asam-asam organik pada kombucha yang akan mengaktivasi mobilitas lipoprotein berkerapatan tinggi (HDL:high density lipoptotein). HDL dikenal sebagai ‘kolesterol baik’ yang berfungsi sebagai alat pengangkut partikel kolesterol dari jaringan otot dan daging menuju ke mitokondria dalam organ hati untuk dibakar menjadi energi (Lehninger, 1997). Sehingga dengan keberadaan kombucha, fungsi HDL ini semakin intensif dan penumpukan kolesterol dan lemak daging menurun.

Penurunan kolesterol juga disebabkan melalui penurunan aktivitas kerja dari HMG KoA reduktase yang merupakan enzim yang berfungsi dalam pembentukan mevalonat dari asetat, untuk selanjutnya diubah menjadi squalene yang merupakan bahan baku pembentuk kolesterol (Heslet, 1997). Dengan terhambatnya aktivitas enzim HMG KoA tersebut maka timbunan kolesterol dapat diminimalkan dengan keberadaan kombucha.

Tingkatkan Imunitas dan Nilai Jual
Maraknya kasus flu burung/avian influenza (AI) yang hingga saat ini belum teratasi merupakan masalah yang sangat merugikan peternak. Sampai saat ini pun belum ditemukan obat dalam bentuk feed additive yang efektif mencegah AI. Salah satu upaya pencegahan adalah dengan peningkatan kekebalan (imunitas) unggas. Paling tidak dengan upaya peningkatan kekebalan (immunostimulant) pada unggas melalui pemberian feed additive dari kombucha dapat membantu peternak mengurangi resiko kematian unggas.

Selain itu, tantangan untuk menghasilkan produk ternak yang berkualitas diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi produk peternakan itu sendiri. Tambahan nilai jual produk peternakan tersebut secara langsung akan memberikan motivasi peternak dalam meningkatkan usahanya. Kita berharap para peternak mampu untuk menghasilkan daging unggas yang memenuhi selera pasar yakni aman dan sehat sehingga produk pangan asal ternak tersebut tidak dijauhi dan ditakuti. Semoga.


Web Analytics