Go to Top

Es Air Jamur Dipo, Segar dan Berkhasiat

Es Air Jamur Dipo, Segar dan Berkhasiat

Suara Merdeka – Semarang. Kamis, 25 Januari 2007

KIOS milik Haryanto (39) di Jalan Raden Patah tak beda dengan kios-kios PKL yang lain. Berada di atas trotoar, dengan sebuah gerobak dorong untuk menata dagangan. Selembar terpal digunakan sebagai atap sekaligus penutup pandangan orang dari jalan.

Dilihat selintas, tak akan tertemukan keistimewaan apa-apa. Tapi coba perhatikan dengan seksama terpal dan atap gerobaknya, ada tulisan ”Es Air Jamur Dipo”. Ya, melihat tulisan itu, benak kita akan bertanya-tanya. Minuman macam apakah itu? Bagaimana rasanya? Adakah pula khasiatnya?

Seperti namanya, minuman itu dibuat dari air rendaman jamur dipo (Kombucha). Air yang digunakan bukan air biasa, melainkan air teh hitam yang dicampur dengan gula. Setelah didiamkan tujuh sampai 12 hari akan terjadi proses fregmentasi. Akibatnya, teh yang semula manis jadi terasa masam. Lantas kenapa disajikan dengan es batu? ”Ya biar terasa lebih nikmat dan segar,” katanya.

Dalam dunia kesehatan, jamur dipo dikenal memiliki banyak khasiat. Selain menjaga kesehatan, tumbuhan itu digunakan untuk pengobatan. Beragam penyakit konon dapat disembuhkan, mulai dari sembelit, sakit kepala, encok, rematik, kanker stadium awal, asam urat, gangguan tidur (insomnia), sampai HIV/Aids. Selain itu jamur dipo juga diyakini mampu menurunkan darah tinggi, mengatur kestabilan PH darah, mengatasi gangguan menstruasi.

Untuk menyakinkan pembeli, lelaki yang tinggal di Kampung Sumurumbul, Kelurahan Mlatibaru, Semarang Timur itu menyediakan semacam buku panduan. Buku tersebut berisi informasi tentang jamur dipo, lengkap dengan khasiat dan kegunaannya.

Disebutkan, jamur Kombucha diperkenalkan kali pertama oleh Kombu, seorang Korea pada 415 masehi. Di China popular sebagai jamur Manchuria. Nama tersebut melekat karena menjadi bahan baku minuman kerajaan dinasti Manchuria pada tahun 1900. Jamur kombucha masuk ke Indonesia sekitar tahun 1930 dan disebut dengan jamur dipo.

Jual Bibit

Haryanto mengaku mengenal jamur dipo delapan tahun lalu dari seorang lelaki keturunan Tionghoa di Jalan Pemuda.

Awalnya, Haryanto hanya mengonsumsi sendiri air jamur dipo. Setelah mendapat manfaat dari minuman itu, dia berkeinginan menyebarkannya.

Saat ini, papar Haryanto, belum banyak orang menggemari minuman yang dia jajakan. Itu dapat dilihat dari hasil penjualan yang setiap hari rata-rata hanya 15 gelas. Namun, dia optimistis, ke depan akan lebih banyak pelanggan.

Untuk mendapatkan khasiatnya, jamur dipo idealnya diminum tiga kali sehari, yakni pagi sebelum sarapan, siang setelah makan, dan malam menjelang tidur. Jika teratur, lanjut dia, tubuh akan menjadi sehat, dan penyakit enggan melekat. (Rukardi-18)

Web Analytics