Go to Top

Penelitian Tentang Kombucha

Penelitian Tentang Kombucha

“Mas, Kombucha itu sudah ada penelitiannya belum sih?”
“Mas, sebenarnya Kombucha sudah ada uji klinisnya belum?”

Ini pertanyaan yang seringkali ditanyakan. Kalau Anda teliti komentar-komentar di bawah artikel, ada beberapa pertanyaan serupa, dari Bpk/Ibu Ca_Moe, Bpk Yosef Yusman dan beberapa orang lainnya. Di dunia maya pun, banyak yang mengatakan bahwa Kombucha itu ‘bermanfaat bagi manusia, tapi tidak ada uji klinisnya’.

Salah satunya adalah artikel dari Yayasan Spiritia. Saya copy-paste sebagian dari artikelnya..

Kombucha pada manusia – tidak ada bukti

Sayang sekali, belum ada penelitian yang dirancang dengan baik untuk menilai dampak teh Kombucha pada kesehatan manusia. Teh Kombucha diyakini memiliki serangkaian besar manfaat pada kondisi kesehatan berikut ini:

  • artritis
  • tekanan darah di atas normal
  • kanker
  • infeksi
  • HIV

Juga ada pengakuan bahwa teh Kombucha dapat melakukan beberapa hal berikut ini:

  • mengurangi jerawat
  • menghilangkan kerut wajah
  • mengembalikan uban ke warna rambut yang semula

Yang mengherankan, seluruh pengakuan tentang manfaat Kombucha pada manusia tidak pernah diuji coba secara klinis….

Edit terakhir: 18 Juli 2009
Sumber: http://spiritia.or.id/news/bacanews.php?nwno=1515

Nah.. Inilah susahnya dunia maya. Kadang-kadang sebuah artikel disandur dari bahasa lain dan tanpa cross check kebenarannya, langsung dipublikasikan. Ini yang membuat informasi menjadi simpang siur dan menyesatkan. Terus terang saya sendiri tergolong sangat lambat dalam menulis sebuah artikel karena saya harus memikirkan dampak negatif tentang artikel yang akan saya tulis, uji coba pada diri sendiri, kemudian saya harus cross check sana-sini di internet (mailing list, forum, artikel dlll), email ke orang yang lebih ahli di bidangnya, atau wawancara langsung jika ada kesempatan… Banyak deh yang harus dipikirkan. Jadi setidaknya artikel yang saya buat itu original bikinan sendiri dan juga (lebih) dapat dipertanggung jawabkan (Dan Memang saya akui pada awal-awal artikel yang saya upload, beberapa saya copy-paste dari website / buku… )

Nah, kembali ke pertanyaan awal.. Apakah Kombucha belum ada penelitiannya? Jawabannya: SUDAH! Dan bisa saya katakan: BANYAK! Bahkan sudah dimulai sejak tahun 1915..

Penelitian tentang Kombucha bahkan sudah dimulai sejak tahun 1915..

Lalu mengapa kalau Teh Kombucha sangat baik untuk mengobati penyakit2 berat, tidak dijadikan obat yang paten? Ya.. Pikiran mudahnya sih.. kalau informasi tentang Teh Kombucha di-expose (dan juga Kefir – saya banyak bergaul juga dengan pembuat Kefir, dan manfaatnya tidak berbeda jauh dengan Kombucha) : mudah, murah, enak, bisa dibuat sendiri di rumah dll, mungkin omzet di dunia obat-obatan dan kedokteran bisa berkurang. Kasihan donk para dokter jadi nggak lakuΒ  πŸ™‚

Jadi.. statement “Kombucha belum pernah diteliti” adalah Salah dan perlu direvisi..

lagipula, kalau anda perhatikan link Ringkasan: Kombucha Caution ini sudah dihapus karena memang beritanya tidak relevan..

Di Indonesia sendiri, mungkin belum ada sebuah penelitian yang begitu dalam menggali seluk beluk Jamur dan Teh Kombucha karena biaya penelitian ini sangatlah tinggi. Mungkin sudah ada, tetapi belum dipublikasikan kepada masyarakat luas. Tapi kalau berbicara di kalangan Mahasiswa – terutama Mahasiswa yang hendak membuat skripsi – sudah banyak penelitian yang dilakukan terutama ditujukan untuk kesehatan; baik itu untuk manusia maupun untuk hewan ternak. Indo Kombucha pun telah membantu lebih dari 25 orang Mahasiswa dari berbagai Universitas di Indonesia, dan 1 orang Mahasiswa dari Taiwan.

Daftar penelitian yang sudah dilakukan sejak tahun 1915 akan diposting pada bagian ke-2 karena listnya sangat panjang.. Silahkan klik disini..

PS: Artikel ini sebenarnya saya tulis pada tanggal 8 April 2012 pada Catatan Facebook Indokombucha. Beberapa bagian telah diedit sedikit untuk disesuaikan dengan blog Indo Kombucha.

Comments (28)

  • Garst TV 19/06/2012 - 18:05 Reply

    Thanks Mas, Infonya lengkap sekali…. sayapun terkadang bertanya tanya apa aja sih pastinya kandungan dari kombucha ini… karena selama ini saya mencari informasinya, masing2 blog/website infonya beda beda, tapi pada intinya semua kandungan pada kombucha ini sangatlah baik untuk tubuh manusia…

    Saya kebetulan tidak terlalu mendalami kombucha, yang saya tahu… kombucha itu Enak, Segar, Alami dan menyehatkan…. πŸ˜€

    • Indo Kombucha 19/06/2012 - 20:59 Reply

      Thanks Mas Adi..
      Saya berniat untuk mengumpulkan berbagai informasi yang akurat agar kesimpang-siuran informasi mengenai Kombucha bisa dihapuskan.
      Semoga bisa terlaksana dengan lancar πŸ™‚

    • Iwan kurniawan 12/04/2016 - 20:24 Reply

      Mas saya biasa bikin teh kombucha dan setelah panen saya simpan di botol nah selalu saja setelah disimpan beberapa waktu selalu saja ada lendir warna hitam muncul, pertanyaannya gimana sih cara menghilangkan lendir tersebut atau ada tambahan apa agar lendir hitam tersebut tidak muncul.tks

      • indokombucha 14/04/2016 - 20:08 Reply

        Pak Iwan,
        Lendir itu bukti bahwa teh Kombuchanya masih hidup. Biasanya mereka mengejar kotoran dalam air untuk dikumpulkan agar tidak merusak ekosistem dalam botol.
        Jangan khawatir, lendir ini tidak membahayakan.. Kalau Anda geli untuk meminumnya, tinggal saring saja. Kalau pun keminum pun tidak apa2, dan tidak akan tumbuh dalam perut. (karena ada mitos katanya bakalan tumbuh dalam perut) πŸ˜€

  • Massage Deals the main ones 02/07/2012 - 12:48 Reply

    Good information here. Thanks for sharing. I have used a couple of soy protein powders and quite liked them.

  • reyhanrhan 09/08/2012 - 11:52 Reply

    mas mau nanya dong, ada beda nya ga si, kombucha dari teh hitam, teh oolong, ama teh hijau kandungan dan segala macamnya. trus ada referensi yg bagus ga mas buat penjabaran kombucha teh hitam, teh hijau dan teh oolong mas. makasi πŸ˜€

    • Indo Kombucha 09/08/2012 - 21:01 Reply

      Halo Mas Reyhan,
      Teh Kombucha berbahan teh yang berbeda tentu khasiatnya berbeda pula. Perbedaannya memang dari bahan dasar tehnya sendiri.
      Anda bisa baca beberapa perbedaannya disini:
      http://indokombucha.wordpress.com/news/kompas/manfaat-lain-minum-teh/
      Sebenarnya banyak artikel di internet yang mengungkap khasiat dari masing-masing teh, oleh karena itu saya tidak menuliskannya disini (atau bisa dikatakan: belum..). Silahkan Googling di dengan keyword: “Manfaat teh”. Disana akan banyak artikel dari Kompas dll.. πŸ™‚

  • yut 11/04/2013 - 11:55 Reply

    Saya sangat tertari dengan kombucha..

    Dan sekarang saya sedang melakukan penelitian tentang kombucha ini..
    Sebenarnya sih, penelitian saya sederhana *maklum masih SMA
    saya ingin bertanya dimana saya bisa mendapatkan buku atau majalah tentang kombucha sebagai bahan refrensi selain dari artikel ini πŸ™‚
    terimakasih..

    • indokombucha 14/04/2013 - 23:51 Reply

      Halo Yut,
      Karena Anda juga kontak saya via SMS dan email, jadi pembicaraan selanjutnya langsung via email saja ya πŸ™‚

  • Syahrial effendi 08/02/2014 - 00:48 Reply

    Maaf mas saya mau bertanya, saya punya kambucha d rumah. Dan saya suka bikin teh kambucha d rumah. Dan saya punya istri yg sedang menyusui anak saya yg berumur 11 bulan. Kalau istri saya flu istri saya suka minta untuk di minum buwat obat. *Pertanyaan saya boleh gak ibu menyusui minum kambucha?
    *Boleh gak kalo anak saya minum susu ibunya yang telah minum kambucha?
    Mohon pencerahan
    Trimakasih

    • indokombucha 08/02/2014 - 22:10 Reply

      Halo Pak Shayrial Effendi,
      Perihal minum Teh Kombucha pada saat Kehamilan ataupun Menyusui ini selalu ada Pro dan Kontra, karena ada beberapa hal yang diragukan, salah satunya adalah: Rasa Asamnya, Detox, dan Kandungan Alkohol terhadap si Bayi.
      Namun setelah banyak browsing, bertanya di forum2 (Sebenarnya banyak juga yang menanyakan hal ini di Internet) ternyata Teh Kombucha tidak berpengaruh negatif terhadap sang Bayi. Jadi walaupun si Ibu mengkonsumsi Teh Kombucha, dan kemudian sang Bayi minum ASI, baik Ibu dan Anak tidak akan bermasalah.
      Ada 3 orang Customer saya saat ini yang sudah mengkonsumsi Teh Kombucha; 1 orang WN Canada yg tinggal di Jakarta. Mengkonsumsi Kombucha sejak usia 4 bulan sampai saat penulisan ini anaknya sudah lahir berumur 2 minggu dan lahir sangat normal; 1 orang yang mengkonsumsi sejak usia Kandungan 7 bulan, dan 1 orang lagi saya belum tahu usia kehamilannya. Meeka berkata tidak ada masalah sama sekali mengkonsumsi Teh Kombucha. Bahkan yang orang Canada sejak awal kehamilan perutnya mengalami gangguan (sakit perut, sering buang gas, dll). Sudah mencoba berbagai macam obat Herbal namun tidak sembuh. Perutnya normal setelah mengkonsumsi Teh Kombucha.. πŸ™‚
      Jadi, silahkan dicoba pak.. πŸ™‚

    • indokombucha 26/03/2014 - 07:55 Reply

      Halo Pak Syahrial Effendi,
      Memang banyak pro dan kontra seputar masalah “miengkonsumsi kombucha selama hamil & menyusui”. Tapi berdasarkan pengalaman dari beberapa customer Indokombucha, mengkonsumsi Teh Kombucha selama hamil dan menyusui tidak berdampak negatif terhadap sang bayi.

      Hal ini telah dikuatkan & dikonfirmasi oleh Rekan saya yang seorang dokter di Jakarta. Beliau sebenarnya menjawab pertanyaan ini pada account Instagram Indokombucha. Tapi karena intinya pertanyaannya sama, maka jawabannya saya ketik ulang tanpa ada perubahan:
      “Selama produsen kombucha-nya terpercaya (bebas perasa buatan/pewarna buatan/pemanis buatan/pengawet), konsumsi kombucha saat kehamilan / menyusui aman2 saja. Tp kalau sblmnya belum pernah konsumsi kombucha, sebaiknya ‘berkenalan’ dulu, spt yang bapak sebutkan diatas, diminum dlm jumlah sdkt dulu. Kalau well accepted, lanjutkan aja. Krn sbnrnya, mengkonsumsi kombucha during pregnancy / nursery malah bagus krn akan memperbaiki stamina ibu, probiotiknya akan membantu pencernaan serta baik jg utk kesehatan organ reproduksi.”

      Demikian informasinya Pak Effendi, semoga bisa menjadi pencerahan πŸ™‚

  • natasha 18/05/2014 - 11:03 Reply

    Siang semuanya… Mau ikut berbagi ilmu aja nii… Saya mahasiswa semester 8 di Teknologi Pangan, Universitas Padjadjaran.. Penelitian saya mengenai Kombu dari Daun Sukun.. Kmrn saya sudah mencoba menguji kadar alkohol dari kombu daun sukun (dengan konsentrasi daun sukun 3% b/v, gula 10% b/v, dan scoby 10% b/v) dengan lama fermentasi 7, 8, dan 9 hari.. Kombu daun sukun dengan lama fermentasi 7 hari mengandung alkohol 0.2%, sedangkan yang difermentasi 8 dan 9 hari hanya mengandung 0.07% alkohol namun rasanya sudah lebih asam dibandingkan yang 7 hari… Cita rasanya ga kalah ko sama kombucha… πŸ˜€ SEMOGA BERMANFAAT… πŸ˜€

    Numpang berbagi ilmu yaaa di lapaknya, Pa Arsen… ^^

    • indokombucha 18/05/2014 - 11:14 Reply

      Wah, terima kasih sekali atas informasinya Mba Natasha.. Semakin lama fermentasi, ternyata kadar alkoholnya semakin turun ya? Sharing informasi seperti ini yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Keep the good work, Sista πŸ˜€

      Kalau ada rekan-rekan lain yang juga mempunyai informasi tentang Kombucha, jangan sungkan membagikannya untuk kebaikan masyarakat di Indonesia πŸ˜€

    • Ain 16/06/2016 - 01:13 Reply

      Keren ini hsl penelitiannya. Semoga semakin banyak lg yg meneliti ya…

  • ekoikhyar 07/11/2014 - 16:49 Reply

    Salam,

    Saya salah satu pengonsumsi kombucha dan mencoba mengembang biakkan kombucha, awal nya di beri satu toples kombuca oleh ortu dan sy mencoba membagi kombucha menjadi 2 toples, setelah googling tentang kombucha akhirnya jodoh sy bertemu dgn web ini, ternyata sy tdk sendiri dan sangat bermanfaat buat saya. Oh iya kadar kolesterol dan asam urat saya tinggi sekali, setelah konsumsi teh kombucha Alhamdulillah berangsur normal, thanks informasi di web ini sangat membantu sy dalam membudi dayakan kombucha.

    Salam
    Eko ikhyar
    Makassar

    • indokombucha 13/02/2015 - 23:40 Reply

      Terima kasih atas sharingnya Pak Ikhyar.. semoga menjadi manfaat bagi pembaca yang lain πŸ™‚

  • jito 26/12/2014 - 14:48 Reply

    apakah jamurnya ( yang putih ) itu bisa di konsumsi pak, terima kasih kami tuggu jwbnya.

    • indokombucha 13/02/2015 - 23:17 Reply

      Bisa! Rasanya gimana? Tergantung dimana dia hidup. Jika dia hidup di teh kombucha yang sudah jadi cuka, ya cukalah rasanya..
      Dan teksturnya mirip seperti Nata de Coco, hanya lebih liat; agak sulit untuk dipotong dengan gigi. πŸ™‚

  • yunan baetian 24/04/2015 - 08:42 Reply

    Saya sebetulnya sudah pernah mengkonsumsi dan memproduksi sendiri kombucha sejak tahun 2004, karena suatu hal tidak saya pelihara lagi sampai akhirnya saya buang karena sudah tidak layak lagi, tapi sebelumnya saya pernah memberikan anakannya ke beberapa teman dan memelihara serta mengkonsumsi hasilnya. Karena suatu hal pula teman-teman saya yang punya kombucha tersebut pun tidak melanjutkan mengkonsumsinya, hanya kombuchanya sampai sekarang masih ada di toples. Yang jadi pertanyaan : masih bisakah kombucha tersebut kembali direproduksi yang nota bene sudah stagnasi kurang lebih sekitar 8 tahun. Kalau masih bisa, pertolongan pertamanya bagaimana. Mohon bimbingannya, terima kasih

    • indokombucha 24/05/2015 - 16:19 Reply

      Walaupun sudah bertahun-tahun, kita bisa memeriksa apakah masih bisa dijadikan sebagai biang atau tidak dengan cara menambahkan air gula.. Pertama-tama: Angkat baby scoby yang lama (apabila masih terapung diatas permukaan air) dan tambahkan air gula secukupnya. Apabila dalam beberapa hari muncul lapisan baru, berarti bakteri dan raginya masih aktif dan bisa dipakai untuk dijadikan biang kembali.
      Tapi sebelumnya pastikan tidak ada mold / jamur diatas permukaan baby scoby; karena kalau sudah kena mold / jamur, saya pastikan Anda: sebaiknya dibuang saja dan pakai 100% dari bahan-bahan yang baru.

      Semoga bermanfaat πŸ™‚

  • Dini aji pringgondani 21/10/2015 - 07:44 Reply

    Saya mau namanya, untuk membuat minuman kombucha, bahan baku untuk di fermentasikan bisa di ganti ga? Misalnya teh di ganti dengan minuman daun rosela untuk di jadikan minuman kombucha

    • indokombucha 02/12/2015 - 16:07 Reply

      Halo Ibu Dini,
      Minuman Kombucha bisa menggunakan bahan dasar apapun yang tidak beracun dan tidak berbahan dasar kimia. Jadi Ibu bisa menggunakan teh, buah2an, bunga2an, dan rempah2. Silahkan bereksplorasi πŸ™‚

  • marsya 07/11/2015 - 06:03 Reply

    wahhh…spertinya ini menarik, dluuuuuuu…. pernah liat d tv katax ada minuman ksehatan namax kombucha, belum ngeh sampe akhirx ktemu website ini, jd pengen coba, rasanya sperti apa yah,,sdah ada produk kmasanx?

    • indokombucha 02/12/2015 - 17:08 Reply

      Halo ibu Marsya,

      Teh Kombucha sangat enak rasanya: Asam, Manis dan bersoda. Di Amerika Teh Kombucha digandrungi sebagai minuman Healthy Soda, pengganti minuman Cola. Kami menyediakan Teh Kombucha siap minum dalam kemasan 500 & 1000ml, dengan 4 varian rasa: Original Green Tea, Red Ginger Lime, Lemon grass & Mint Basil. Semua rasa pun ada 2 pilihan kandungan gula: Normal (Reguler) dan Rendah Gula (Less Sugar).
      Untuk pemesanan silahkan kontak saya via SMS/WA/Email/BBM πŸ™‚

  • Ain 16/06/2016 - 01:15 Reply

    Pak arsen.. Artikel ttg menghilangkan alkohol dlm kombucha kok tdk bs sy buka ya?

    Sukses terus ya pak.

  • Akhyar Azizi 04/08/2016 - 00:33 Reply

    Sy suka sekali mencoba” khasiat kombucha, Sy tes sariawan , sakit gigi, kutu air pada jemari kaki , jerawat , pusing kepala , nyeri pada bagian ginjal, Flu, Pengganti cuka, serta stamina tubuh di saat badan kecapeaan, jadi enak tidur Pernah juga siram tanaman, Karna kandunganya boleh jadi bagus tuk tanaman, Trima kasih atas informasinya, Yg sangat,sangat berguna

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web Analytics