Photo Gallery

Photo Gallery

 

Kombucha flower – 01
Kombucha Flower – 02
Hotel Kombucha! – 01
Hotel Kombucha! – 02
Hotel Kombucha! – 03
Kombucha ukuran S tebal 2cm – 01
Kombucha ukuran S tebal 2cm – 02
Kombucha ukuran M – Diameter 10cm
Kombucha – Permukaannya Mengkilap
Kombucha – Carbonated – 01
Kombucha – SCOBY and Yeast (Ragi)
Big Kombucha! Diameter 25cm; Tebal 2,5cm; Berat 1,082kg
Monster Kombucha! Diameter 25cm; Tebal 5cm; Berat 1.7kg!

131 Responses

  1. nathalia wanma says:

    kak arsen yg baik..lia adalah pemula pecandu kombucha. lia ingin lebih dalam mengetahui hal ihwal kombucha. lia sekarang kelas 1 smp. lia tahu dari famili jauh lia di papua. kalau kakak gak keberatan apa boleh lia minta resep kombucha jenis minuman yang bening itu. lia mencoba fermentasi dari lempengan jamur tante tapi hasilnya keruh. satu lagi cara membudidayakan scoby nya kok gak bisa putih spt punya kakak padahal lia pake green tea bag. kakak yg baik di papua masih lagka. gimana caranya agar lia bisa menyebar luaskan pengetahuan ini ke famili lia yg lain, lia kan pengn pintar spt kakak. sebelumnya makasih ya kakak yg baik hati. salam

    Reply
  2. indokombucha says:

    Dik Lia yang pintar…
    Terus terang, Lia adalah penggemar Kombucha yang paling kecil yang kakak kenal, hehehe…. tapi luar biasa keingintahuannya. Inilah calon pemimpin Indonesia di masa depan! 😀

    Sebenarnya, tidak ada ‘resep rahasia’ untuk membuat Teh Kombucha. Lia bisa membuatnya dari Green Tea, Black Tea, Red Tea atau teh-teh lainnya. Dari percobaan-percobaan, Lia akan mendapatkan pengalaman yang sangat berharga. Kenapa bisa keruh? Dan bagaimana membuat Jamur Kombucha jadi putih? Nah ini pertanyaan yang baik sekali! Kakak akan membahasnya dalam satu postingan khusus! Tunggu aja tanggal mainnya, kakak sedang bikin konsepnya. 😉

    Reply
  3. Annabelle says:

    Nice photos!

    Reply
  4. endy says:

    salam hormat,

    pa Arsen sy penggemar baru kombucha,wlaupun bbrp th lalu smpat konsumsi. sy mau tny…sy dpt bibit kombucha tp kog tdk bulat dan putih bersih spt yg ada digbr y? trus klu br mau bwt teh kombucha dlm bbrp hari pertama apakah memang mengeluarkan buih?
    thanx utk artikel2ny yg sangat bermanfaat…
    maju terus kombucha

    Reply
    • Indo Kombucha says:

      Pak Endy,

      Terima kasih sudah berkunjung ke indokombucha.wordpress.com

      Sebenarnya kalau masalah bentuk, itu tergantung dari tempat fermentasinya. Kalau disimpan di mangkok yang bentuknya bulat, maka scoby / jamur akan berbentuk bulat. Kalau tempatnya berbentuk bintang, maka scoby-nya pun akan berbentuk bintang 😀

      Soal warna.. memang ini ada trik khusus, tapi yang pasti tidak menggunakan zat pemutih / kimia apapun. Prinsip dasarnya adalah: Jamur Kombucha bisa tumbuh bukan hanya di media air Teh saja, tapi yang penting: Air! (Di air kopi juga bisa! Ini malah bagus untuk menurunkan kolesterol! Nanti saya bahas dalam artikel selanjutnya..)

      Dan kalau setelah beberapa hari muncul buih.. itu adalah proses yang normal karena bakteri dan ragi sedang dalam proses karbonasi. Bapak bisa lihat di foto-foto saya pun ada buih-buih yang muncul. Banyaknya buih tergantung dari tingkat keasaman. Semakin asam biasanya buihnya semakin banyak.

      Silahkan, perhatikan proses fermentasi selama 1 minggu: Bapak akan melihat buih yang muncul dan tumbuhnya scoby baru di lapisan atas makin menebal. Menurut saya, ini pengalaman yang mengasyikan.. dan juga menyehatkan! 😀

      Reply
  5. sansan says:

    pada pembuatan terakhir saya tumbuh jamur blog warna pputih dan butiran hitam pada baby kombucha yang mengapung di permukaan teh. rasa teh sudah asam. Dalam kondisi sudah 7 hari fermentasi dan rasa teh sudah agak asam. Apakh menurut Bpk. Arsen teh kombucha tersebut masih boleh diminum?. Mohon tanggapan terima kasih.

    sansan

    Reply
    • Indo Kombucha says:

      Bu Sansan,

      Yang dimaksud tumbuh jamur blog warna putih dan butiran hitam pada baby kombucha apakah yang seperti ini ?

      Kalau benar, berarti baby kombucha Anda ditumbuhi oleh jamur! Saya sarankan sih lebih baik seluruh isi dan baby kombuchanya dibuang dan buat yang baru.
      Anda dapat membaca artikelnya disini.

      Tapi kalau bukan..
      Berarti Kombucha Anda selamat dan bisa dinikmati :D. Titik hitam mungkin ada kotoran / serangga (semut / lalat buah) yang masuk, mati dan kemudian dilapisi oleh jamur kombucha.

      Reply
  6. Ratana says:

    mau tanya nih, berarti klo kita bikin kombucha pake air doang bisa? soalnya klo pake teh kan ada kateinnya, yg bisa bikin jantung beedebar pd org yg punya masalah dg jantung. Klo pake kopi, jamur nya jadi hitam dong, apa gak perpengaruh pada jamurnya?, maksudnya bakteri sama yeast nya gak mati?. Jadi pengen punya jamur yg bentuknya bintang 😀
    Oh ya, boleh dong tau rahasianya supaya jamurnya bisa tebal?, bukannya bermaksud mau menyaingin bisnis pak Arsen :), cuma kalau bisa bikin jamur yang tebal, memberikan kepuasan tersendiri. Oh ya kalau saya beli 5 biji yg ukuran M, berapa yach harga + ongkirnya ke banjarmasin?

    Reply
    • Indo Kombucha says:

      Bikin Air Kombucha (bukan Teh Kombucha) bisa saja, tapi taste-nya bakalan nggak enak, karena cuma asam aja, nggak ada wangi2 tehnya. Sebenarnya Kafein pada teh bisa dibuang koq. Saya sudah tulis artikelnya disini, silahkan dipelajari 🙂

      Untuk membuat Kombufee (Kombucha Kopi), memang warnanya hitam, dan jamurnya pun jadi warna abu-abu/coklat. Bakteri dan Ragi/Yeast sih normal2 aja, cuma jadi agak negro, hehehe.. 😀

      Untuk membuat jamur yang tebal sih nggak perlu rahasia-rahasiaan.. Memang punya kepuasan sendiri kalau punya jamur yang tebal. Saya memang sengaja membiarkan teh difermentasi selama 4 bulan! Hasilnya… Kombucha setebal 5cm (Record untuk saya pribadi, hehehe…), dan nggak saya jual, untuk koleksi pribadi juga 😀

      Ongkos kirim ke Banjarmasin Rp 16rb pak (atau bu?). Kombucha ukuran M-nya @Rp60.000, jadi totalnya Rp 316.000,00
      Pembayarannya via bank BCA

      Terima kasih atas kunjungannya 🙂 Dalam waktu dekat saya akan menulis artikel lainnya. Jadi silahkan datang lagi ke blog Indokombucha.wordpress.com 😉

      Reply
  7. Ratana says:

    Hm… apa yach rasanya combufee, mau coba ach bikin 🙂
    Bener nih pak Arsen ongkir nya cuma 16 ribu, 5 biji itu = 1 kg ya?
    Klo 10 biji = 616 ribu ya? 😀
    Saya mau beli 10 biji, + bonus ya Pak Arsen 😀
    Satu lagi nih pertanyaan saya, kalau mau bikin bibit setebal 1 cm itu, harus disimpan ditempat gelap dan hangat? kayak bikin tape? 😀 Lamanya penyimpan 1 bulan ya? dan airnya gak boleh diganti ya?

    Reply
  8. Indo Kombucha says:

    Betul ke Banjarmasin dengan Pandusiwi itu 1kg pertama Rp 16rb. Kelipatan 1kg berikutnya Rp 15rb.

    Untuk detailnya saya kirim email langsung saja ya..
    Thanks

    Reply
  9. Burhan says:

    salam hormat,
    ni sy datang lagi pk Arsen mau tanya, prcoba’n pmbuatan teh jamur scoby sy yg prtama gatot(gagal total) pr Arsen” soalny timbul bercak2 warna putih saat proses fermentasi, sy agk takut utk nrusin frmentasi jd lngsung sy buang,
    tp sy tdk putus asa.. kmudian sy coba bli bibit jamur scoby yg baru lg, tp pmbelian yg k 2 ini laen bibitnya pk Arsen sy liat dr bentuknya sperti potongan2 kecil jamur scoby berwarna agk coklat yg d kemas dlm plastik kecil trtutup rapat, sy tanya pnjualnya katanya hnya tinggal mmbuat teh dlm toples saja trus lngsung kmudian bibit itu d cmpur dengan tehnya hingga 7 hari” sy ikuti ptunjuknya, tp stelah sy campur dan sy tunggu proses fermentasi smpai kira2 11 hari, trnyata jdi dan bentuknya sm seperti jamur scoby tp bentuknya sangat tipis seperti kain, dan warnanya putih menyatu dengan biang yg ptongan jamur scoby yg saya campur dulu, sehingga warnya campur putih bercampur dengan coklat dan bentuknya pun tidak rata sebagian tipis dan sebagian agak tebal yg bercampur dengan potongan biang jamur scoby sbelumnya”

    apakah jamur scoby buatan saya ini bermasalah dan harus dibuang atau tidak apa2(normal2 saja)…????

    bau air tehnya pun sm sperti bau asam dan berwarna kuning.. tp terus terang sy msi agk takut utk meminumnya.

    Reply
    • Indo Kombucha says:

      Halo Mas Burhan,

      Sebenarnya bentuk jamur/scoby kombucha tidak ada masalah: mau bulat, persegi, berbentuk bintang (hehe.. saya mau buat scoby bintang ah!). Apapun bentuknya, hasilnya pasti sama :D.
      Nah, untuk baby scoby yang masih tipis seperti kain, padahal sudah 11 hari fermentasi, ada beberapa kemungkinan:
      1. Bentuk Stoples. Mungkin tempat fermentasi lebih berbentuk seperti mangkok daripada botol. Mulut Mangkok lebih lebar dan lebih dangkal dibanding botol, sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama untuk membentuk jaringan baru dibanding jika ditempatkan di toples yang mirip botol (diameter mulut lebih kecil dan lebih dalam).
      2. Suhu. Jika ruangan tersebut dingin (karena lembab, kurang kena sinar matahari atau berada dalam ruang ber-AC), maka pertumbuhan baby scoby akan lebih lambat dibandingkan dengan suhu ruangan yang agak hangat. Kalau hasil fermentasi yang pertama terdapat bercak-bercak putih, mungkin penyebabnya adalah karena ruangan yang lembab / kurang bersih (berdebu, ada lalat buah masuk dsb).
      3. Tehnya kurang manis. Jika Mas Burhan membuat tehnya agak kurang manis, maka biasanya tekstur dari baby scoby akan tipis dan tebal (tidak merata).

      Soal baunya asam dan berwarna kuning itu memang normal Mas. Warna kuning mungkin karena waktu menyeduh tehnya kurang lama. Silahkan dicoba! 😀

      Tanya lagi: Stoplessnya dari kaca khan Mas? bukan dari plastik? Karena kalau plastik (apalagi yang bukan food grade), asam dari teh Kombucha bisa mengoksidasi bahan plastik sehingga bisa berbahaya bagi tubuh.

      Semoga bisa menjawab keraguannya 🙂

      Reply
  10. Burhan says:

    iya dari kaca pk Arsen,

    sy pke Botol kaca sisa dari sirup marjan yg sudah habis, kmudian sy cuci bersih, keringkan dan d pke bwt fermentasi jamur scoby, sdngkn ttup kainy sy rangkap 4 kmudian d bungkus dengan karet gelang biar kuat” utk penempatan sy tmpatkn d lemari yg trtutup en agk gelap(kurang cahaya).. karena kata penjualny: kalau terkena sinar matahari atau air tehnya trlalu panas maka jamur scobynya akan mati.

    sedangkan utk tehnya sy buat pke gula merah krg lbih 1 genggam shingga sbanyak appun rsanya jg tidak sberapa manis” soalny mnrut pnjualny kalo pake gula pasir mmg ad khasiatny tp lbih brkhasiat lg kalo tehny pake’ gula batu drpd gula pasir..

    mendengar jawaban dari pk Arsen tadi sy jadinya lbih lega..
    mo tnya lg pk Arsen untuk bsa mmpercepat proses fermentasi dan pertumbuhan jamur scoby sbaiknya d tempatkan d tmpat yg bagaimana pk..???

    Reply
  11. Indo Kombucha says:

    Mas Burhan,
    Untuk mempercepat proses fermentasi bisa dilakukan cara berikut:
    1. Taruh wadah fermentasi di tempat yang bersuhu ruangan hangat. Kalau di luar negeri (terutama pada saat winter), mereka menaruh wadah di dalam air (sampai batas leher wadah) yang diberi heater (untuk aquarium) dan suhunya diset sampai 28o Celcius. Kalau di Indonesia, karena negara tropis, cukup ditaruh di tempat yang tidak lembab, memiliki ventilasi udara yang cukup dan tidak terkena sinar matahari secara langsung.
    2. Jangan ditutup terlalu rapat, biarkan ada udara masuk, tapi jangan sampai lalat buah bisa masuk ke dalamnya.
    Kalau saya biasanya menutup dengan kain katun 1 lapis saja dan diberi karet gelang pinggirannya. Diatas kain saya taruh sepasang sumpit dan ditutup lagi dengan penutup. Fungsinya: A. Supaya udara masih bisa masuk, B. Debu tidak akan menempel permukaan kain.
    3. Supaya fermentasi lebih cepat, air teh starter sebaiknya yang sudah menjadi cuka kombucha. Berdasarkan pengalaman pribadi saya, air teh manis yang diberi scoby dan air starter yang sudah menjadi cuka (usia 3-4bulan), dalam waktu 8 hari, baby kombucha sudah setebal 1cm!

    Selama ini setiap ada yang memesan Kombucha, saya selalu memberikan cuka kombucha yang sudah berusia 3-4 bulan. Memang ini sudah tidak bisa diminum, tapi untuk dijadikan starter akan baik sekali hasilnya 😀

    Coba deh! Nanti kabari hasilnya ya? 😉

    Reply
  12. burhan says:

    halo pk arsen,
    ni nymbung yg dlu, sy sdh buat cuka kombucha krng lbih usianya skitar 2 bln pak ap msi krng atw dah ckup utk pembuatan starter jamur scoby atw msti nunggu smpe 3-4 bln utk pmbuatan jamur scoby pk,???
    Oia tp warnany jg laen pak sm yg sbelum, utk cuka kn cman pke air dan gula aj y pak, warna baby scobynya jdi putih klo yg sblmny msi normal brwarna coklat pak…

    sm ni jg ad prtanya’n dr tetangga sy, yg prnh sy ksi incip 1 gelas mnuman jamur scoby sy pk” dy kn udh sy ksi tau ap ja kguna’n maupun khasiat dr jamur scoby ini pk”
    lah dia (tetangga sy) bilang,” kalo misalkn minuman teh jamur scoby ini saat minum apa boleh di campur madu, atw telur mentah gtuh smua itu kn bsa baik untuk ksehatan,..????

    wah klo prtanya’nnya seperti ini, nanti dulu sy tanyakan dulu ke ahlinya ( pk arsen ) mksdunya, hehe..

    Reply
  13. Indo Kombucha says:

    Halo Mas Burhan!
    Wah, ternyata sedang semangat-semangatnya bikin Kombucha ya? Good Spirit! Keep on going! 🙂

    Sebenarnya Teh Kombucha umur 8-12 hari pun sudah bisa dijadikan starter, tapi memang saya pribadi sengaja membiarkan Teh menjadi Cuka Kombucha supaya lebih baik lagi hasilnya. Coba saja dicicip, sudah asam sekali khan? Nah, berarti teh Kombucha yang Mas Burhan buat sudah menjadi Cuka Kombucha. 🙂

    Kombucha dicampur madu boleh.. enak koq. Nah kalau dicampur telur mentah, begitu dicampur langsung diminum sih nggak apa-apa, tapi jangan ikut di-fermentasi ya! Soal rasanya sih saya nggak jamin.. 😀

    Reply
  14. sulhan says:

    met malem pa,,, saya mu ikutan gabung,,
    td siang swaktu abis sholat jum’at ,pas kluar mesjid biasa kan ramai pedagang,, nah ada satu pedagang yg ramai di kerebutin,, pas saya lihat,, eh pedagang kombucha,, tertarik rayuan pedagang itu saya beli,,, tp tunggu sepi orang2 biasanya bakal tambah turun harganya,,
    kebetulan ,, akhirnya ,,, saya nawa pulang jg ,, dengan harga yg paling murah,,dapat bonus lagi,,
    sampai kantor, saya gratakan di pentry,,cari toples,, nah dapet juga, saya mulai uji coba,,, sesuai petunjuk pa pedagang td,,
    dari tulisan di atas ,,saya menemukan beberapa hal berbeda dari petunjuk pa pedagang td,,.:
    1.kata pa pedagang,” tutup yang rapat,,pake tutup toplesnya klo untuk konsumsi airnya setelah 7hari sudah siap minum,,klo mau untuk di budidyakan,tutup nya pake kain setelah kira2 dua bln,, akan menghasilkan kombucha baru
    “” setelah saya baca, artikel diatas, saya buru2 ngecek kombuchanya,,pas saya mau ganti dengan kain ,,baunya sudah brubah,, saya coba rasa tehnya ,ternyata sudah masam,,,

    Reply
  15. sulhan says:

    nyambung lagi ya pak,,, mau pulang ,,eh hujan,
    langsung ja ya pak,, pertanyaan saya pak,,,, apa secepat itu prosesnya? itukan kira2 baru sekitar 3 jam,,

    2.kata pa pedagang td,:”cuka asam td masih bisa di minum,,tp rasanya akan kecut sekali,,kalo mau di campur minuman lain,,katanya cuka asamnya sama dengan cuka apel yg terkenal itu,, walau saya ga pernah tau,, saya ngheueh aja,,
    Apa betul demikian pa?
    trus yang baguspake gula pasir apa gula merah,,?
    makasih ya pak sebelumnya,,,,ini termasuk hal baru bwt saya ,,, mohon petunjuk,, saya tertarik untuk mengembangkan,, sapa tau bisa jadi bisnis sampingan,,,,

    “”oh iya pak air yg td sudah masam,, saya langsung minum,, gapapa lh ngurangin beban pulang maklum,,masih kelas helm,, tp airnya enak,, kaya yg td saya coba di mesjid,,,””

    sekali lagi terimakasih pak ,,, selamat malam….!!

    Reply
  16. Indo Kombucha says:

    Pa Sulhan,

    Terima kasih sudah berkunjung ke indokombucha.wordpress.com 🙂

    Memang ada beberapa versi dalam pembuatan Kombucha pak.. Ada yang bilang kalau fermentasi harus ditutup rapat, ada juga yang bilang hanya ditutup oleh kain saja.

    Saya sudah mencoba 2-2nya, dan keduanya memang hasilnya sama. Tapi kalau ingin jamurnya lebih tebal, sebaiknya wadah hanya ditutup oleh kain.
    Kalau ingin menggunakan metode tutup rapat bisa saja, tapi dengan syarat: wadahnya masih ada ruang udara (tidak terisi penuh), karena kalau terisi penuh, maka kombucha tidak dapat bertumbuh secara maksimal.

    Nah.. mengenai teh yang Bapak coba ternyata sudah asam: Karena air teh starter dari si penjual sudah menjadi cuka, maka ketika sudah dicampur dengan air teh pun, rasanya airnya pun pasti sudah terasa agak asam sedikit. Namun demikian, proses fermentasi harus tetap dilakukan, paling tidak selama 7 hari pak karena si SCOBY (jamur Kombucha) belum ‘menunaikan tugasnya’ untuk memfermentasi teh manis. Kalau Bapak minum, berarti Bapak sebenarnya hanya minum teh manis saja, khasiat dari Teh Kombucha tidak bisa Bapak dapatkan.

    Mengenai gulanya, itu pun sesuai selera. Ada yang senang menggunakan gula putih, ada yang menggunakan gula batu, ada juga yang menggunakan gula merah. Tapi kalau saya sendiri menggunakan gula putih, karena kalau gula merah nanti hasilnya akan menjadi keruh, saya kurang suka tampilannya; Sedangkan kalau menggunakan gula batu.. mahal! hehehe…

    Demikian penjelasan dari saya, semoga bisa dimengerti 🙂

    Reply
  17. burhan says:

    ma’f menyela pk arsen, sy pengen sharing dkit ga papa kn pak..
    sy udh uji coba dkit mengenai jamur scoby prcoba’n gula merah dgn gula pasir trnyata hasil agk berbeda pak..
    dr segi rasa : gula merah rsa asamnya lebih kuat dr pd gula pasir
    dr segi aroma : gula merah baunya lebih menyengat drpd gula pasir
    dan dr segi bentuk jg : jamur scoby hasil gula merah tampilanya agk lbih ga karuan ga rata (sdikit jelek) drpd jamur scoby hasil gula pasir lebih bagus rata dam tebal, nah yg sy tanyakn ni pk??

    mengenai khasiatnya nih pak, dr berbagai segi tadi apakah pengaruh khasiatnya tergantung dari gulanya tadi ap enggak pak.. atw ttp sama khasiatnya gak ad bedanya baik gula merah maupun gula pasir sma2 brkhasiat” ga ada mn yg paling berkhasiat atw mn yg krng brkhasiat pk..

    trimakasih..

    Reply
  18. Indo Kombucha says:

    Mas Burhan,

    Thanks buat sharing pengalamannya..
    Memang gula merah cenderung menghasilkan asam yang lebih kuat, karena beberapa hal ini:
    1. Gula merah pada dasarnya memiliki kadar glukosa yang lebih tinggi dibanding gula putih, sehingga dalam waktu yang bersamaan glukosa yang diproses oleh ragi dan alkohol yang diproses oleh bakteri lebih banyak dibandingkan gula putih.

    2. Baunya lebih menyengat karena bahan dasar gula merah (aren) mempunyai aroma yang lebih kuat dibanding gula putih (tebu).

    3. Karena gula merah menghasilkan endapan, maka teh cenderung lebih menghasilkan ragi yang lebih banyak karena Ragi berusaha membungkus endapan tersebut. Dampaknya adalah: proses karbonasi pada fermentasi teh – gula merah lebih tinggi sehinga menghasilkan gelembung yang lebih banyak. Pada akhirnya scoby yang dihasilkan juga kurang bagus karena terganggu oleh gelembung yang dihasilkan oleh endapan. Warnanya pun cenderung lebih coklat dibandingkan gula putih.

    Tentang khasiat:
    Pada dasarnya khasiat yang dihasilkan adalah sama. Tapi masalah efektifitasnya mungkin berbeda. Seperti contoh kasus pembuatan Kombucha menggunakan air Kopi. Kedua-duanya (kombucha air teh dan air kopi) sama-sama bisa menurunkan kolesterol, tapi ternyata air kopi (berdasarkan penelitian yang saya baca) dapat menurunkan kadar kolesterol lebih cepat dalam tubuh dibandingkan dengan air teh.
    Mungkin dalam kasus gula merah juga sama terhadap penyakit / gangguan lainnya, tapi belum dipastikan terhadap apa, karena sampai saat ini saya belum mendapat informasi tersebut…

    Reply
  19. burhan says:

    met mlem pk Arsen,
    ni sy da prtanya’n lagi sputar pmbuatan teh jamur scoby pk, pd pembuatan teh fermentasi sbelumnya warna teh hasil fermentasi yg saya buat slalu ada 2 macem warna yaitu kalo gak berwarna coklat teh ya berwarna kuning stelah Qra2 sy fermentasi selama 14-18 hari, nah pd pmbuatan yg trakhir sy skrng ini, ada slah 1 toples dr skian bnyak toples teh jamur scoby buatan sy itu yang air hasil fermentasinya berwarna putih kcoklatan dikit, warnanya itu sy perkirakan sm persis kayak air susu jahe pak.. jadi berwarna putih susu bkn coklat teh maupun kuning..
    soal aroma sy belum tau karna sy buat tehnya pake gula pasir, jadi aromanya tdk sbarapa menyengat kayak gula merah..

    apakah air teh jamur scoby saya yg berwarna agak keputihan itu bermasalah atau tidak pak” soalny trus trang sy agk takut klo mau mencicipi rasanya..??

    jamurnya tetap sama kyak jamur-jamur scoby buatan sy yg laen pak, cuman air hasil fermentasinya aj yg beda, yg 1 brwarna coklat teh normal en yg 1 lg warnanya agak putih seperti susu..
    warnanya bisa berubah seperti itu disebabkan krna ap..???

    skian trima kasih..

    Reply
    • Indo Kombucha says:

      Waduh sorry baru balas.. Sudah saya approve commentnya, tapi saya lupa balas! hehe… Langsung saya jawab ya..

      Warna dari air hasil fermentasi bisa berbeda-beda karena banyak hal:
      1. Jenis teh (teh hitam, teh hijau, teh putih, dll)
      2. Jenis gula (gula putih, gula merah, gula batu, gula bubuk, gula aren, gula saccarine, dll)
      3. Kandungan air (mineral-mineral yang terkandung dalam air)
      4. Suhu udara & cuaca.
      5. Gabungan dari 1-4 dan ditambah lagi dengan kadar pekat/tidaknya teh, gula & mineral!

      Semuanya itu normal.. Dan kalau warnanya agak semu putih, didiamkan beberapa hari biasanya endapannya akan turun.

      Yang pasti, Kombucha itu unik! Setiap kali melakukan fermentasi, hasilnya suka berbeda-beda. Airnya bisa jadi kuning, coklat tua, keruh atau jernih. Selain itu pun Baby Kombuchanya bisa berbeda-beda pula.. Satu kali baby kombucha-nya bersih mulus, lain kali bisa berbintik2, bergelembung2, tipis, tebal, berlapis2, atau hanya 1 lapisan yang keras dan padat!

      Itulah yang membuat saya excite dalam membuat dan melakukan experimen dengan Kombucha! Dan jangan kuatir, selama pembuatannya bersih, terbebas dari Mold (mould / jamur yang tumbuh di atas baby kombucha), maka hasilnya pun akan baik untuk tubuh.. 🙂

      Have Fun!

      Reply
  20. Hendrick Liu says:

    pak saya mau nanya nih,saya newbie dalam buat teh kombucha dan saya kebetulan dapat SCOBYnya dari kerabat saya,…
    yang saya tanyakan kalau saya dah buat teh SCOBYnya cara minumnya gmana?
    apakah 1 liter air tau dicampur lagi pake air putih
    trus saya mau nanya saya baru mau buat teh SCOBYnya tapi toples kaca saya besar dan tinngi gm cara pembuatanya lau toplesnya besar?
    ni pertanyaan terakhir
    kalau fermentasinya lama kira-kira 7 bulan tau sampai 1 tahun,…..apakah berbahaya bagi tubuh kita?
    tolong dijawab ya ni penting buat saya karena saya mau buat secepatnya!!!
    tkhs

    Reply
  21. Hendrick Liu says:

    pak tks,sangat membantu jawabannya.Saya mau nanya lagi?
    1. Pak saya tdk menegrti apa sih itu starter,,,,..maaf soalnya saya masih newbie….?
    2. Pak apakah meminum kefir bening dan teh kombucha dapat berganti-ganti?
    tkhs.

    Reply
    • Indo Kombucha says:

      Starter itu adalah teh Kombucha yang sudah ‘jadi’ (sudah melewati masa fermentasi minimal 8 hari atau lebih: sampai 1-2 tahun – sudah jadi cuka).
      Air ini yang nantinya akan memfermentasi teh manis.
      Jadi kalau bapak nanti bikin 2 liter, kasih air starternya 10% (200ml) dan lakukan fermentasi 8-12 hari.
      Kalau sudah siap panen, bapak sisihkan dulu 10%nya untuk nanti bapak bikin lagi. Begitu seterusnya pak. Pokoknya menganut sistem perpuluhan pak 😀

      Saya sendiri nyimpan air starter beberapa liter sampai hampir 1 tahun. Dia tidak akan rusak (selama tidak terjangkiti oleh jamur) dan memiliki banyak fungsi.

      Minum berganti-ganti dengan kefir tidak ada masalah koq pak. Kedua-duanya bagus untuk kesehatan. Malah gabungan kedua minuman ini dipakai untuk terapi AIDS di Amerika.

      Semoga bisa membantu 🙂

      Reply
  22. Hendrick Liu says:

    pak saya mau nanya kalau minum teh kombucha kata teman saya bisa kurus,apa benar?nah lau saya sudah kurus minum teh kombucha bisa tambah kurus,ya pak?apa kefir bening juga sama dampaknya?lalu gm tips minum teh kombucha dan kefir bening agar tidak kena efek agar tdk mengurangi berat badan?tkhs

    Reply
    • Indo Kombucha says:

      Pak Hendrick,

      Memang benar teh Kombucha bisa digunakan untuk metode diet. Tapi bukan berarti setelah rutin minum Kombucha, kemudian otomatis badan kita jadi kurus dan yang kurus akan semakin kurus.. Mungkin cara kerjanya lebih tepatnya disebut “menyeimbangkan berat badan agar ideal”.

      Cara kerja teh Kombucha ini sebenarnya mengembalikan seluruh fungsi-fungsi organ tubuh kita agar kembali menjadi normal dan bekerja maksimal dengan detoks (mengeluarkan racun dari dalam tubuh). Mengenai Detoks ala Kombucha, Bapak bisa pelajari disini…

      Terus terang untuk saya kurang memperdalam ilmu Kefir, tapi saya rasa cara kerjanya sama. Tidak perlu khawatir berat badan Bapak akan turun setelah mengkonsumsi Teh Kombucha & / Kefir. Silahkan Bapak minum teh Kombucha dan berolah raga secara teratur. Niscaya berat badan Bapak akan seimbang / proporsional.

      Reply
  23. Hendrick Liu says:

    Dear Indo Kombucha :
    Tkhs atas jawabannya sangat membantu sekali,sekarang saya jadi tdk takut minum teh kombucha dan kefir bening lagi,atas perhatiannhya saya ucapkan tkhs.

    Reply
    • Indo Kombucha says:

      Terima kasih kembali..
      Senang bisa membantu 🙂

      Reply
  24. Burhan says:

    wah.. sy kira pk arsenya gk mau bales sampe kwatir sy untung saja di bales hehe..

    ini ad prtanya’n lg pk, pd pembuatan2 jamur scoby sy sbelumnya blm pernah sy ngalamin kayak ini pk arsen :

    baru2 ini aj y pk arsen tiap kali saya mbikin teh jamur scoby itu stelah 2 atw 3 minggu gtu ya mesti d kain pnutup toples sy slalu ad saja di tumbuhi semacam jamur gtu pk.. sy sendiri jg tdk tau itu jamur ap’n hanya menyelubungi membentuk bulat di tengah2 kain penutup toples sy yang atasmm, dan bentuknya itu seperti kapas namun jarang-jarang sdikit skali hanya saja membentuk membulat di atas kain tengah2 pembungkus toples yang sy kasi pembatas karet untuk menutup toplesnya biar rapat, padahal jg kainnya itu kain bersih habis di cuci…

    itu di sebut jamur ap’n pk arsen??
    apakah jamur tersebut jg mempengaruhi jamur scoby buatan sy atw tidak?? soalnya sy liat jamur scoby sy masi normal2 saja pk, tidak ad bercak2 putih di prmuka’n jamur scoby sy, baik warnanya jg normal2 saja kadang brwarna coklat teh, terkadang pula kuning2 asam

    dan 1 lg pk.. apakah penyebab timbulnya jamur tersebut di atas permuka’n kain penutup toples sy??

    trima kasih mohon bantuanya pk..

    Reply
    • Indo Kombucha says:

      Wah..wah.. Anda harus extra hati-hati jika sudah ada jamur / mold!
      Coba Anda perhatikan lingkungan sekitar, apakah:
      1. Sirkulasi udara cukup baik? KARENA kombucha membutuhkan udara yang bersih.
      2. Apakah ruangan lembab? KARENA jamur mudah tumbuh di daerah yang lembab. Jika ya: pindahkan tempat penyimpanan wadah fermentasi ke ruangan lain!
      3. Apakah ruangan kotor? Berdebu? Jika ya.. Anda harus membersihkan semuanya itu.
      4. Apakah ada tempat sampah dalam ruangan tersebut? Jika ya, pindahkan.. entah tempat sampahnya atau wadah fermentasinya.
      5. Apakah Anda menyimpan buah-buahan / umbi-umbian seperti kentang / ubi? Jika ya.. segera pindahkan, KARENA buah / umbi mengundang lalat buah. Hasil gigitan / tempat menyimpan larva dari lalat buah di buah-buahan akan segera membusuk dan tertumbuhi jamur ini (jamur yang sama dengan yang tumbuh di atas permukaan kain) Baca penjelasannya disini…

      Anda harus extra hati-hati dalam membuka kain penutup, karena spora sangat-sangat mudah jatuh dan menempel di bayi Scoby. Jika sudah jatuh, jamur akan segera tumbuh dan merusak Scoby Anda. Kalau sudah begini, Anda harus buang semua air yang ada beserta Scoby-nya (dan juga scoby biangnya!); Cuci bersih wadahnya pakai sabun dan dibilas air panas berkali-kali, dan terakhir lap menggunakan alkohol 70%

      Karena Scoby rentan kena Mold, maka sangat bijaksana untuk selalu menyimpan cadangan scoby & teh yang sudah jadi di tempat terpisah dan tertutup rapat. Kami menyebutnya sebagai “Hotel Kombucha”

      Kenapa bisa tumbuh jamur? Jawabannya udah ada di antara point 1-5 bagian “Karena…” (makanya sengaja saya tulis dalam huruf kapital).

      Semoga informasinya membantu 😉

      Reply
  25. Lina nurfadhila says:

    mau tanya, kalo udah bikin kombucha trus mau dimasukin botol, biar bisa awet (mau dibawa sodara ke Purwokerto), baiknya di didihkan atau cukup pasterusasi saja?

    kemaren saya coba di pasteurisasi, tapi baru 2 hari saya dihubungi teman saya, katanya ada endapan di teh kombucha-nya. apakah itu normal (tidak mengganggu kesehan) atau sebaiknya dihilangkan??

    jika perlu dihilangkan, bagaimana caranya??

    mohon informasi nya.
    makasih… ^_^

    Reply
    • Indo Kombucha says:

      Ibu Lina,
      Terima kasih atas kunjungannya ke http://indokombucha.wordpress.com

      Pertama, sebenarnya saya tidak merekomendasikan untuk pasteurisasi karena bakteri yang menguntungkan tubuh akan mati. Tapi memang jika untuk tujuan tertentu, misal: mengurangi kadar alkohol dalam Kombucha – karena haram, itu lain soal.
      Pada dasarnya teh kombucha itu awet. Dia bisa bertahan sampai sekitar 2 tahun. Tapi masalahnya adalah kalau hendak dikirim via paket, botolnya bisa meledak karena tekanan gas dari soda. Salah satu pemecahan – apalagi kalau dibawa sendiri, bukan via paket – adalah:
      1. Mengisi penuh wadah oleh teh kombucha. Usahakan jangan sisakan udara dalam wadah. Langkah ini diambil supaya mengurangi guncangan dalam botol dan mengeliminasi soda.
      2. Sewaktu-waktu, buka wadah untuk membuang tekanan udara. Ini akan menjamin wadah tidak akan meledak.

      Endapan setelah pasteurisasi bisa terjadi karena ragi & bakteri yang mati akan turun dan mengumpul di bawah. Kalau ingin disaring, dapat menggunakan kain / saputangan yang berlapis-lapis. Ini pun hanya mengurangi, tidak dapat membuat jernih 100%. Agar mendapatkan hasil 100% jernih: biarkan selama beberapa hari sampai endapan turun / dianggap sudah jernih, baru ambil airnya & buang endapannya.

      Reply
  26. Lina nurfadhila says:

    oia, sebelumnya, teh kombucha itu udah disaring dulu, biar ga kebawa serat2nya. sebaiknya di saring atau tidak usah ya pak??

    mohon info-nya, sy sangat tertarik dengan kombucha
    makasih…
    =D

    Reply
    • Indo Kombucha says:

      Serat-serat itu sebenarnya adalah ragi. Diminum pun nggak apa-apa sih.. cuma sebagian orang malas dengan tampilannya, apalagi meminumnya :p
      Bisa saja serat-serat itu disaring menggunakan kain / saputangan berlapis, biar tampilannya lebih bagus 🙂

      Semoga informasinya berguna 😉

      Reply
  27. shinichilover says:

    makasih banyak info nya pak… =D

    saya mau nanya lagi, teh kombucha itu tahan 2 tahun dalam kondisi seperti apa? apa perlu di taro di kulkas terus atau ga boleh kena sinar matahari biar awet?

    oia, tujan pasteurisasi itu tadinya biar awet kombucha-nya, hehehe…
    ternyata kombucha bisa tahan 2 tahun ya…..??
    baru tau nih, hehe,,,,

    thanks a lot for your information…
    😀

    Reply
    • Indo Kombucha says:

      Sebaiknya memang masuk dalam kulkas sih.. Tapi di suhu ruangan pun asal nggak kena sinar matahari, oke-oke aja. 🙂

      Reply
  28. agus says:

    Pak., kok jamur kombuchanya gede +tebal banget. Mau dong pak dikasih tau cara buatnya.., keren>>> ^_^

    Reply
    • Indo Kombucha says:

      Hi Mas Agus,
      Nggak ada rahasia-rahasiaan dalam membuat Scoby setebal ini.. Sengaja saya mau membuat Cuka Kombucha, jadi saya fermentasi sampai 3 bulan (atau 5 bulan ya? lupa..)! Jadi selama itu saya nggak apa-apakan wadahnya.. Ya inilah dia hasilnya… Scoby setebal 5cm, diameter 25cm dan berat 1.7kg. Sebuah Record untuk saya pribadi, hehehe…

      Reply
  29. yulva says:

    sore pak arsen,
    saya punya bbrp pertanyaan dari teman2 saya ttg kombucha:
    1. bisakah kombucha utk penderita asam lambung tinggi?
    2. wanita hamil muda memang tdk boleh mengkonsumsi kombucha, nah bagaimana dengan wanita hamil tua? karena kombucha jg mengandung asam amino yg jg dibutuhkan wanita hamil …
    terimakasih jawabannya pak, ditunggu segera…

    Reply
    • Indo Kombucha says:

      Halo Bu Yulva,
      Kayaknya di belakangnya bu Yulva banyak barisan yang penasaran tentang Kombucha nih.. 🙂
      Saya coba jawab ya..
      1. Kombucha bisa untuk penderita asam lambung tinggi. Walaupun Teh ini sifatnya Asam, tapi ternyata baik untuk penderita maag dan asam lambung tinggi. Justru dengan mengkonsumsi Teh Kombucha secara kontinyu, asam lambung akan menjadi stabil. Hanya saja, untuk pertama kali minum harus dalam jumlah yang sedikit dahulu dan perhatikan reaksi tubuh. Jika bermasalah, kurangi dosisnya. Jika tidak ada reaksi apa-apa, dosisnya bisa ditambah secara bertahap setiap beberapa hari sekali.
      2. Sebenarnya jika seseorang sudah terbiasa minum Teh Kombucha, maka wanita hamil muda / tua / sedang menyusui pun boleh mengkonsumsi Teh Kombucha. Yang saya sebutkan tidak boleh disini adalah untuk yang belum pernah mencoba. Kami tidak ingin mengambil resiko atas reaksi yang mungkin akan dialami oleh sang ibu atau sang bayi. Asam Amino bisa diambil dari makanan yang lainnya koq.. Jadi,hemat saya: sebaiknya kita ambil langkah yang bijaksana 🙂

      Reply
  30. yulva says:

    iya nih, pak… banyak yang tertarik… apa lg setelah saya kasih artikel dr pak arsen..
    oh ya pak boleh nanya lagi ya… kalau utk 2 liter air teh manis strarter yang dibutuhkan 200ml khan ya, nah bgmn dengan jamur scoby nya, berapa besar yang diperlukan utk 2 ltr air teh manis…. (mau mulai produksi rada banyak nih pak, soalnya teman2 pada belum mau fermentasi sendiri, maunya minum teh hasil panen fermentasi saya 🙂

    Reply
    • Indo Kombucha says:

      Kalau mau produksi untuk teman-teman dan keluarga, saya sarankan pakai Scoby yang berdiameter 25cm, jadi bisa bikin sampai 10 liter sekaligus. Soalnya gini bu: bikin Teh 2 liter, fermentasi minimal 1 minggu. Itu berarti 200 ml hanya untuk 9 orang (karena yang ke-10 buat bikin yang baru), dan kalau ada teman mau minta tambah harus nunggu lagi 1 minggu 🙂
      Beda dengan produksi 10 liter, ibu bisa pakai guci keramik untuk air galon! Selain bisa produksi dalam jumlah cukup banyak, cara pembuatannya jauh lebih simpel: Setiap kali pengambilan, misalkan 5 liter, langsung bikin lagi teh 5 liter dan langsung tuangkan ke guci. Dalam waktu 3-4 hari Teh sudah bisa dipanen lagi.. begitu seterusnya, jadi teman-teman dan keluarga bisa mengkonsumsi lebih puas..
      (kalau saya sendiri di rumah, untuk konsumsi sekeluarga saja saya pakai 3 buah guci keramik 🙂 .. )

      Reply
  31. yulva says:

    aih.. itu sepertinya kebanyakan deh pak… saya sendiri baru pemula, belum PD produksi sebanyak itu dan belum punya scoby sebesar itu, scoby saya baru ada yang setebal 2cm diameter 10 cm, hehehe… rencananya baru mau produksi 4 liter dulu….bisa khan ya pak utk 2 liter pake scoby sebesar itu? Tapi saran bapak layak dicoba kalau memang permintaan teman2 meningkat…. thanks a bunch pak …. jangan bosan ya pak kalau saya tanya-tanya melulu…:)

    Reply
    • Indo Kombucha says:

      Bikin TK 2 liter pakai scoby sebesar itu bisa koq. Jangan lupa tambahkan teh biang (yang sudah asam) minimal 10%nya.

      Jangan sungkan untuk bertanya Bu.. Makin sering mencoba menjawab, saya juga semakin banyak tahu koq, jadi Win-Win Solution 🙂

      Reply
  32. yulva says:

    wah kalau begitu saya mau tanya lagi deh…
    1. ketika nanti saya panen, apakah botol kacanya harus dicuci dulu sebelum diisi teh yang baru atau boleh langsung dipakai lagi, apakah akan mempengaruhi hasil fermentasi?
    2. beberapa kali ketika mulai ada sedikit mold di permukaan baby kombucha saya, saya penasaran ingin mencoba rasa teh nya dengan sedotan, apakah ada efek sampingnya jika meminum teh yg terkontaminasi mold? kalau moldnya membesar akhirnya saya buang semua termasuk mother culture nya, apakah itu sdh benar? atau hanya air teh dan baby kombucha nya saja yg dibuang krn mother culture nya kdg msh bagus dan berwarna putih
    2. bagaimana cara aman membawa scoby kombucha bepergian, krn saya berencana membawa scoby ke rmh ortu dan mertua yang terletak di luar kota?

    udah dulu pak takut kebnyakan…:)
    thanks…

    Reply
    • Indo Kombucha says:

      Saya jawab ya..
      1. Sebenarnya kalau kita yakin botolnya bersih dari debu, bisa saja langsung kita isi ulang lagi pakai teh yang baru. Saya pun baru mencuci guci galonan setelah beberapa kali isi ulang teh. Nggak akan mempengaruhi hasil fermentasi koq..
      2. Nah ini.. mold adalah musuh terbesar Scoby Kombucha! Kalau sekali kena mold, walaupun kita bersihkan bagaimana pun, pasti akan tumbuh lagi! Jadi, walaupun sayang (pastinya..) karena scoby-nya masih putih, lebih baik buang saja bersama dengan teh fermentasinya. Cuci wadahnya dengan sabun + antiseptic & bilas bebeberapa kali sampai benar-benar bersih dan bau antisepticnya hilang, keringkan, baru dipakai lagi. Icip-icip teh yang sudah kena mold sih ga apa-apa, tapi jangan dimininum semua. Efek sampinya? Terus terang saya nggak tau pasti.. Tapi logikanya: kalau makan sesuatu yang sudah ditumbuhi jamur, pasti bersiko sakit khan? Better Safe than Sorry..
      BTW, Saya paling nggak tega buang Scoby ke tempat sampah – apapun alasannya.. (kena jamur / sudah lapuk / coklat dll). Jadi kalau saya sih biasayanya saya blender / potong kecil-kecil lalu saya jadikan pupuk tanaman. Terakhir saya mengubur sekitar 9 kilo Scoby untuk jadi pupuk! (http://www.facebook.com/indokombucha tanggal 28 September 2011) Beberapa hari kemudian pohon mangga saya langsung bertunas di semua cabang2nya 🙂
      3. Membawa Kombucha bepergian memang beresiko.. Apalagi kalau menggunakan pesawat terbang! Kalau kita simpan dalam botol yang tertutup rapat, tutup botolnya cenderung bocor atau terlempar (bahasa sundanya: Ngacleng..:D ). Atau bahkan sampai botolnya yang pecah. Cara amannya adalah secara reguler membuka tutup botol supaya tekanan yang berlebih dari soda bisa keluar. Kebayang deh kalau botolnya disimpan di bagasi pesawat.. bisa di blacklist deh! Cara yang paling aman: Percayakan pengiriman paket oleh-oleh untuk Mertua ke Indo Kombucha 😉 Sebelum Anda sampai ke rumah mertua, biasanya paket datang lebih dulu.. Kasus serupa bisa Ibu lihat di http://www.facebook.com/indokombucha tanggal 30 September 2011; Paket ke Jakarta (sudah berangkat) saya cancel dan saya kirim paket baru ke Indramayu untuk mertuanya.

      Silahkan bebas bertanya sepuas-puasnya. Selama saya masih capable untuk menjawab, pasti saya jawab ~ Ini Komitmen dari Indo Kombucha 😉

      Reply
  33. Tanti says:

    Siang Pak , saya mau tanya Scoby yang bapak punya kan bentuknya bagus , apakah hal tersebut karena dibentuk ?

    saya masih pemula, baru dikasih bibitnya (masih berupa lempengan tipis sebesar tutup gelas) lalu saya pelihara di toples yang lumayan besar dan saya sudah panen sekali dimana scoby yang saya punya jadi melebar,selebar toples dan tipis sekali (sekarang jadi seperti serabi solo , tengahnya tebal)

    Reply
    • Indo Kombucha says:

      Halo Mba Tanti,
      Scoby pada dasarnya sama saja.. yang saya punya standar juga koq 🙂 Dia akan mengikuti bentuk dari wadah..
      Cuma memang saya membuat lebih lama fermentasinya, karena memang tujuannya adalah membuat Scoby yang tebal. Airnya sendiri sudah pasti sangat asam & tidak bisa dikonsumsi.
      Silahkan pelajari artikel-artikel yang sudah tersedia dalam blog ini. Apabila ada pertanyaan, jangan sungkan untuk menanyakannya pada kami 🙂

      Reply
  34. blogyebe says:

    Selamat malam pak, saya punya kombucha tapi tidak terurus, tersimpan didalam lemari makan sekitar 6 bulan. Kondisi scobynya tebal tapi berwarna coklat tua. Pertanyaan saya apakah scoby ini masih layak untuk dipelihara?

    Reply
    • Indo Kombucha says:

      Selamat malam Pak Bambang,

      Memang benar Scoby Kombucha punya batas usia. Tetapi saya tidak bisa mengetahui apakah Scoby Bapak masih produktif / tidak.
      Satu pertanyaan dahulu untuk Bapak: apakah di permukaan scoby masih mulus? (tidak ditumbuhi jamur berwarna putih/cream/hijau/coklat/hitam) Kalau sudah tertumbuhi jamur, lebih baik buang saja pak..
      Kalau masih mulus, Bapak bisa mencoba satu hal sebelum mencoba fermentasi: Apakah scoby-nya sudah rapuh (kalau ditekan langsung hancur), tidak kenyal seperti biasanya ? Kalau jawabannya ‘Ya’, berarti memang sudah tidak produktif dan lebih baik dijadikan pupuk tanaman (daripada dibuang.. 🙂 ).
      Kalau masih kenyal, coba bapak lakukan fermentasi. Kalau setelah 7 hari baby scoby-nya masih sangat tipis (warnanya belum memutih, masih agak transparan) dan rasa teh-nya masih manis berarti juga Scoby-nya sudah tidak produktif.

      Informasi lainnya bisa Bapak baca disini:
      http://indokombucha.wordpress.com/2010/08/14/expired-kombucha/

      Semoga jawabannya bisa dimengerti 🙂

      Reply
  35. paoell ephraim says:

    slamat malam pak,
    saya newbie nih dlm dunia kombucha,yg saya mau tanyakan :

    1.bolehkah air teh kombucha yg di dalam toples kita ambil langsung diminum,??

    2.apakah jamur kombucha dapat berkembang di dalam tubuh setelah kita langsung minum..???

    terima kasih pak…GBU

    Reply
    • Indo Kombucha says:

      Selamat malam Pak Paoell,
      Bersyukur jadi newbie pak.. jadi bisa banyak tanya 🙂
      1. Air Teh kombucha dalam toples boleh kita minum, asal saja umur fermentasinya minimal 7 hari. Kalau belum berumur 7 hari, khasiatnya belum maksimal. Tapi kalau saya lebih cenderung untuk memindahkannya dulu ke botol kaca, simpan dalam kulkas selama 2-3 hari baru dikonsumsi. Selain lebih nikmat karena sudah dingin, sodanya pun akan lebih banyak.

      2. Sebenarnya ini hanya mitos saja pak. Jamur/Scoby Kombucha maupun Teh Kombucha tidak akan berkembang dalam tubuh kita karena akan segera hancur oleh asam lambung dan segera dicerna oleh usus, dan sisanya keluar melalui tinja/air seni.

      Demikian informasinya pak, semoga bermanfaat 🙂

      Reply
  36. ichwan says:

    selamat malam Pak
    untuk mendapatkan jamur yang setebal punya bapak 1-2 cm itu butuh berapa hari pak ?
    jamur saya kok tipis ya pak dah hampir satu bulan tebalnya berkisar antara 0.4 – 0.5 cm saja
    apakah ada yang salah dengan cara pengembangbiakan jamurnya? saya sudah ikuti cara membuat jamur kombucha seperti di blog bapak

    terima kasih

    Reply
    • Indo Kombucha says:

      Selamat malam Pak Ichwan,

      Memang pertumbuhan Scoby terkadang lambat.
      Saya pun mengalami hal yang sama. Fermentasi yang saya lakukan untuk mendapatkan jamur sampai setebal itu bisa sampai 3 bulan.
      Apabila ingin cepat tebal bisa dilakukan trik ini, yaitu: Menaburkan gula di permukaan baby scoby secara merata setiap 2 hari sekali!
      Dengan demikian, baby Scoby mendapatkan makanan tambahan dan akan jauh lebih cepat tumbuhnya dan cepat menebal.

      Demikian trik-nya, semoga bermanfaat 🙂

      Reply
  37. RICHARD says:

    selamat malam Pak
    untuk mendapatkan jamur yang setebal punya bapak 1-2 cm itu butuh gula.
    1. saya mou tanya berapa manis untuk kapasitas 2 liter ? selain Menaburkan gula di permukaan baby scoby ? supaya lebih gampang.
    2. berapa lama masa frementasi ya apakah sama ?
    3. apakah pakai botol yang ada keran ya masih bisa di gunakan untuk tempat frementasi ya karena kran air ya berbahan plastik? masih bimbang mohon penjelasan ya.

    terima kasih

    Reply
    • Indo Kombucha says:

      Selamat Malam Pak Richard,
      Saya coba jawab ya..
      1. Kalau tujuan Bapak memfermentasi adalah untuk menebalkan Baby Scoby, yang pasti Bapak tidak akan mengkonsumsi air Tehnya, karena sangat asam nantinya. Air tehnya butuh berapa banyak? Ya normal2 saja pak, seperti Bapak bikin teh manis biasa. Nah, kadar kemanisan setiap orang khan beda-beda ya? Patokan saya adalah: menurut saya Teh kemasan botol buat saya itu terlalu manis, jadi saya buat lebih sedikit gulanya daripada itu.
      2. Biasanya untuk setebal itu saya fermentasi 2-3 bulan. Kalau ingin tebal ya memang dibantu dengan menaburkan gula diatas permukaan scoby Kombucha.
      3. Botol yang ada kerannya bisa dipakai pak, tapi tolong prioritaskan botolnya yang terbuat dari kaca. Keran memang terbuat dari plastik. Jadi kalau mau ambil air tehnya, buang dulu sedikit saja, baru kemudian diambil airnya.

      Demikian informasinya pak, semoga bisa dimengerti 🙂

      Reply
  38. RICHARD says:

    selamat malam, terima kasih sebelumnya ,

    1. saya masih ingin tahu kalau saya ingin menggunakan botol kaca yang ada kran ya, apa tidak pengaruh untuk teh ya ?, apa akan teroksidasi kah air teh tersebut?

    2. maksud dari buang air ya sedikit saja, baru kemudian diambil airnya.kenapa ? tolong di jelaskan ?

    3. kalau saya ingin menggunakan botol kaca kapasitas 10 liter bisakah menggunakan jamur ukuran 20 cm tebal 0,5 cm, dan air starter 2 liter?

    tolong di bantu terima kasih.

    Reply
  39. Indo Kombucha says:

    Saya coba jawab pak..
    1. Untuk botol kaca tidak akan teroksidasi. Kaca adalah wadah yang paling aman untuk memfermentasi Kombucha
    2. Kran biasanya terbuat dari plastik. Kalau ingin memastikan bahwa teh yang kita minum tidak teroksidasi, maka sebaiknya buang dulu sedikit air yang diam di sekitar kran. Baru sesudahnya kita konsumsi. Tapi terus terang, saya pribadi pun jarang melakukan ini karena ‘sayang’.. hehehe.
    3. Bisa pak! Karena prinsip dasarnya adalah air starter minimal 10% dari total air teh yang akan kita fermentasi. Jamurnya pun ini besar koq. Pasti mantap hasilnya pak! 🙂

    Selamat mencoba 🙂

    Reply
  40. RICHARD says:

    selamat pagi, pak saya ada pertanyaan:
    1. penaburan gula di atas jamur, supaya bisa tebal 1 cm perlu berapa banyak gula untuk jangka waktu 2 hari? apa hanya secukup ya !, tolong di berikan contoh ya.
    2. tebal ya jamur dan besar ya apakah ada pengaruh untuk mempercepat proces fermentasi ? dan apakah air stater ya yang lebih pengaruh?
    3. pak saya ingin buat kombu coffee bahan kopi yang bagus apa ? apakah pembuatanya masih sama menggunakan metode sebelum ya?

    terima kasih sebelum ya,

    Reply
  41. Indo Kombucha says:

    Maaf terlambat mereply-nya pak.
    1. Penaburan di permukaan scoby nggak usah terlalu banyak pak, asal ada & rata saja. Nanti gulanya akan mencair sendiri dan kemudian akan dikonsumsi oleh si Baby Scoby.
    2. Dua-duanya sangat berpengaruh pak. Kalau terlalu sedikit, teh akan keburu basi sebelum sempat difermentasi.
    3. Kopi yang bagus menurut saya adalah yang dari kopi yang di-grind langsung; apapun merknya. Jangan menggunakan kopi sachet karena kandungan kopinya cuma sedikit, sisanya essence.Metodenya sama saja pak dengan pembuatan teh.
    🙂

    Reply
  42. RICHARD says:

    selamat pagi pak,

    1. kemarin saya sudah tabur tapi kebanyakan sampe tumpah apakah ada pengaruh tidak bagi perkembangan jamur ya ?, sekarang makin banyak gelembung ya, umur jamur baru 12 hari .
    2. di lapisan baby kombu ya ada bintik 2x putih tapi merata , apakah ada jamur atau bukan ? biasa ya lapisan bening halus !

    Reply
    • Indo Kombucha says:

      Wah, lebih baik diambil lagi gulanya pak. Perkembangannya baik atau tidaknya saya nggak tau. Tapi saya punya prinsip: yang kelebihan itu biasanya nggak baik..

      Reply
    • Indo Kombucha says:

      belum dijawab nomor 2..
      Apakah gambarnya seperti di foto ini?
      http://indokombucha.wordpress.com/2010/04/09/musuh-kombucha/

      Kalau iya.. dengan berat hati saya katakan: itu adalah jamur (mold).
      Lebih baik baby kombuchanya dibuang beserta air2nya.. Dan biangnya dicuci bersih beberapa kali sampai bau dari mold-nya hilang..

      Reply
  43. RICHARD says:

    selamat pagi pak,

    pak saya lagi, mohon di bantu:
    1. saya membuat teh kombucha bahan dasar daun teh hijau / hitam, saya ganti dengan teh daun jati apakah bisa di komsumsi ?
    2. apakah botol kaca bekas sirup dengan ujung besi yang dalam ada lapisan plastik ya, bisakah di jadikan tempat penampungan untuk hasil fermentasi ya teh tersebut ?

    terima kasih sebelum ya

    Reply
  44. RICHARD says:

    selamat siang ,

    pak, saya menggunakan guci untuk galon, bila di isi 10 liter setelah di fermentasi selama 2 minggu dan di ambil hasil ya sebanyak 5 liter, lalu di isi kembali sebanyak 5 liter dengan yang baru.
    1. apakah masa fermentasi bisa lebih cepat dari yang pertama ?
    2. kalau bisa lebih cepat mengapa demikian ?
    3. lapisan jamur yang di hasilkan pasti tipis kan ?
    4. apakah baby kombu ya gak usah di pisahkan sekaligus di fermentasikan lagi ?
    terima kasih , sorry sebelum ya jika banyak bertanya !

    Reply
    • Indo Kombucha says:

      Langsung saya jawab ya pak..
      1 & 2. Ya betul pak, hasilnya akan lebih cepat dari yang pertama. Mengapa? Karena yang pertama itu biangnya 10% perlu waktu untuk mengolah 90% air teh manis. Kalau sekarang 50% biang mengolah 50% air teh manis, tentunya waktu yang diperlukan akan lebih sedikit. Mungkin sekitar 4 hari sudah bisa dipanen.
      3. Ya pak, hasilnya tentunya akan sangat tipis.
      4. Nah, enaknya kalau pakai guci itu disini pak. Kami menyebutnya ‘Continuous Brewing’. Setelah dipanen 1/2nya, bapak bisa langsung mengisi yang baru tanpa harus mencuci terlebih dahulu. Biarkan saja baby kombuchanya bertumpuk-tumpuk. Toh yang kita pentingkan disini adalah airnya.

      Demikian informasinya pak.. 🙂

      Reply
  45. Indo Kombucha says:

    Pak Richard,
    1. Terus terang saya belum pernah mencobanya pak.. Mungkin Bapak mau coba dulu dan bisa sharing pengalaman dan khasiatnya disini? hehe…
    2. Bisa pak!

    Reply
  46. RICHARD says:

    selamat pagi pak,

    saya ada pertanyaan:
    1. dalam metode Continuous Brewing ,apakah air teh yang baru bisa langsung di masukkan tanpa mengambil sisa yang 50 % ya ?
    2. apakah jamur ya harus di angkat dulu atau tidak ?, ada pengaruh tidak pada jamur ya bila langsung di tuang air teh yang baru ?
    3. apakah di dalam metode Continuous Brewing di fermentasikan selama 2 minggu khasiat ya akan lebih bagus ?

    terima kasih.

    Reply
    • Indo Kombucha says:

      1. Bisa pak, Continuous Brewing itu, berapapun hasil yang diambil, bisa langsung di-refill dengan yang baru dan dalam beberapa hari bisa langsung dipanen kembali. Perhitungannya kira-kira: apabila 10% starter mengkonsumsi 90% teh manis, perlu minimal 7 hari. dan 50% starter mengkonsumsi 50% teh manis perlu minimal 4 hari.
      2. Jamur yang baru nggak usah diangkat. Langsung isi dengan teh manis saja, jadi yang kita fokuskan disini adalah airnya, bukan baby scoby-nya. Jadi tumbuhnya berlapis-lapis tipis nggak masalah.
      3. Kalau difermentasi selama 2 minggu hasilnya adalah akan lebih asam. Mungkin rasanya mendekati cuka. Dari sisi khasiat sama saja pak.
      🙂

      Reply
  47. RICHARD says:

    selamat sore pak ,saya mou tanya bila mana teh kombucha ya saya ingin jadi kan cuka tapi menggunakan botol kaca di tutup rapat dengan tutup dari bahan stainles stell apakah bisa ?, ada pengaruh tidak dengan proses frementasi ya?berapa waktu yang di perlukan apakah 1 bulan cukup ?.

    terima kasih sebelum ya.

    Reply
  48. Indo Kombucha says:

    Untuk menjadi cuka, proses fermentasi perlu udara yang cukup. Jadi kalau ditutup rapat, 1 bulan tidak cukup untuk menjadikannya cuka. Lebih baik bapak fermentasi dulu dengan tutup wadah yang cukup ditutup oleh kain. Setelah 1 bulan baru disimpan dalam botol kaca & ditutup rapat.

    Karena Cuka Kombucha ini menghasilkan soda, maka beberapa hari sekali tutup nya harus dibuka untuk melepaskan udara yang dihasilkan. Pernah ada kejadian di luar negeri, botol kacanya sampai pecah karena tidak kuat menahan tekanan gas yang dihasilkan Cuka Kombucha.

    Demikian penjelasannya pak, semoga dapat dimengerti 🙂

    Reply
  49. RICHARD says:

    selamat pagi pak, semua penjelasan pak arsen sangat menarik bagi saya .jadi saya sangat berterimakasih kepada bapak bisa bertanya.
    1. tetapi pak saya masih bingung kenapa dalam fermentasi jamur saya banyak gelembung udaranya jadi bentuk jamurnya jadi gak mulus banyak gelembung di bawah jamur ya? bisa di jelaskan dari pengalaman bapak.
    2. dari pengalaman saya pertama kali cuma menggunakan starter yang 2 minggu tetapi gelembung udaranya dikit jamur lumayan tebal 0.5 cm sekarang saya coba dengan starter yang 1 bulan malah lebih banyak gelembung gas ya kenapa bisa begitu ?

    terima kasih. mohon di bantu

    Reply
  50. Indo Kombucha says:

    Mari kita bahas masalah gelembung-gelembung 🙂

    Pada dasarnya, Teh Kombucha itu menghasilkan gas Karbondioksida. Darimana karbondioksida ini? Dari Gula yang difermentasi oleh ragi!
    Apakah dengan semakin banyak gula akan semakin banyak gelembung? Secara teori ya! Tapi kenyataannya nggak selalu begitu..

    Dan Inilah indahnya kalau kita melakukan fermentasi ..
    Kadang-kadang hasilnya muluus banget, kadang tampilannya menjijikan! kadang bertekstur seperti jalanan renjul, kadang bergelembung kecil-kecil di banyak tempat, kadang gelembungnya menyatu sampai mengangkat baby scoby! Kadang hasil airnya jernih, kadang koq jadi keruh..

    Kenapa bisa begitu? Kenapa berbeda-beda?
    Jawabannya adalah: karena kita sedang membentuk sebuah koloni yang HIDUP! Kita tidak bisa mengatur bagaimana jalannya hidup si Bakteri.. semaunya dia saja.. Bagaimana tumbuhnya saja.. Seperti anak bayi, koq rambutnya jadi ikal/keriting/pesek/mancung/ada lesung pipitnya.. padahal bapak/ibunya nggak (mungkin nurun dari kakek/neneknya) dsb, dst..

    Jadi, silahkan.. nikmati saja pertumbuhan baby scoby-nya.. Perhatikan dengan seksama hari demi hari bagaimana si mahluk hidup ini tumbuh.
    Apapun hasilnya.. semuanya itu membuat tubuh kita menjadi sehat 🙂

    Reply
  51. click here says:

    Heya, I just hopped over to your webpage via StumbleUpon. Not somthing I might generally browse, but I enjoyed your thoughts none the less. Thanks for making something well worth reading through.

    Reply
  52. Yustinus says:

    Permisi pak,, saya termasuk salah satu penggemar kombucha dan memiliki beberapa pertanyaan yang membuat saya penasaran banget.. hehe.. beberapa pertanyaan yang ingin saya ajukan adalah:

    1. Apakah penyimpanan dan proses fermentasi inokulum kombucha dapat dilakukan di ruangan ber AC? Jika ya, apa pengaruh dan akibatnya, serta suhu setelan AC yang terbaik kisarannya berapa yah? soalnya saya ingin menyimpannya di kamar dan melihat perkembangannya setiap hari,, hehe,,

    2. Apa pengaruh hasil kombucha jika selama proses fermentasinya terjadi goncangan?

    3. Ketika lagi melakukan proses fermentasi, pada kombucha saya di atas permukaannya terdapat bintik-bintik kecil yang halus berwarna hitam. Menurut bapak, apakah itu kontaminan atau hanya kotoran dari tehnya saja?

    4. Jika kita ingin menyimpan kombucha tanpa melakukan proses fermentasi, bagaimana caranya?

    Terima kasih pak,, mohon arahannya >.<

    Reply
    • Indo Kombucha says:

      Halo Pak Yustinus,
      Wah pertanyaannya asik untuk dijadikan bahan diskusi. Saya coba jawab ya..
      1. Proses fermentasi bisa dilakukan di ruangan yang dingin. Di Eropa pun ketika sedang musim dingin, proses fermentasi bisa dilakukan. Tapiii… prosesnya akan lama sekali! Di Eropa perlu waktu sampai 3 bulan untuk melakukan 1x fermentasi. Ole karena itu mereka mengakalinya dengan cara menggunakan pemanas agar proses fermentasinya lebih cepat. Suhu yang ideal untuk fermentasi adalah kisaran 23-28oC. Di bawah itu proses fermentasi akan semakin lambat
      2. Sebenarnya tidak ada masalah selama proses fermentasi, wadahnya terguncang / diaduk sekalipun. Cuma 1 saja yang disayangkan, yaitu nanti baby scoby-nya bisa jatuh ke dasar. Mayoritas orang ingin menghasilkan baby scoby yang tebal. Kalau di tengah-tengah fermentasi, wadahnya terguncang dan baby scoby menjadi tenggelam, maka proses penebalan kultur kombucha akan terhenti, karena si bakteri dan ragi akan segera membuat yang baru lagi di permukaan air.
      3. Nah, untuk menjawab ini cara yang paling mudah untuk mendeteksinya adalah: apakah bintik-bintik itu berbulu halus? Apakah baunya berubah menjadi apek atau basi atau bau lainnya? Kalau salah satu dari 2 jawaban ini adalah “Ya!”, berarti itu adalah mold/jamur dan sebaiknya dibuang seluruhnya (air fermentasi, baby scoby dan induk biangnya) dan membuat lagi dari awal.
      4. Sebenarnya, fermentasi adalah salah satu proses untuk kelangsungan hidup dari si Scoby. Selama dia hidup, dia akan terus-menerus mengkonsumsi gula. Yang dapat kita lakukan adalah hanya memperlambat proses fermentasi dengan cara berikut:
      A. Isi botol / wadah sampai betul-betul penuh agar tidak ada udara dalam botol.
      B. Menaruhnya dalam suhu yang dingin (kulkas bagian fefrigerator / chiller, bukan freezer)
      C. Scoby disimpan dengan media air yang tidak diberi gula. (tapi kasihan berarti dia akan kelaparan :)..)

      Demikian Pak.. semoga penjelasan singkat saya bisa dimengerti 🙂

      Reply
  53. Yustinus says:

    wah, penjelasan yang singkat dan jelas.. terima kasih pak,, nah pertanyaan selanjutnya yang saya bingung adalah mengenai penampakan dari kombucha saya..

    Ketika saya membuka tutup dari botolnya, dari penampakan atas, saya melihat teh kombucha saya ditutupi oleh adanya bentuk seperti bulat-bulat kecil tipis putih yang mengambang terbentuk pada permukaan teh kombucha beberapa cm di atas inokulum.. ketika saya melihat dari bagian samping luar dinding botol, tampak bekas-bekas putih tersebut seperti kabut dan ada juga yang berbentuk seperti sobekan kertas berwarna putih yang menempel di dinding botol.. Ketika saya mencium baunya, terasa tajam sekali.. Menurut bapak, apakah itu? saya kira itu adalah bayi scooby tp ternyata sepertinya bukan..

    Terima kasih atas bantuannya pak^^

    Reply
    • Indo Kombucha says:

      Pak Yustinus,

      Karena Teh Kombucha itu adalah air yang mengandung bakteri yang masih hidup, maka selama bakteri dan raginya masih hidup, dia akan terus berkembang biak. Ketika dibuka pasti baunya akan tajam karena tidak ada sirkulasi udara didalam wadah. tapi setelah melewati beberapa detik saja, baunya akan kembali normal.
      Nah, lembaran tipis putih itu adalah baby scoby, dan yang nampak seperti kabut / kapas mengambang di dalam air atau terdapat di dasar wadah, itu biasanya adalah ragi. Semuanya itu (baby scoby dan ragi) bisa ikut diminum.
      Terus terang saya suka sekali memakan baby scoby yang masih tipis seperti itu karena rasanya asam manis dan kenyal-kenyal seperti nata kelapa. Dan raginya pun ikut saya minum karena kaya akan Vitamin B Komplex.
      Selamat mencoba 🙂

      Reply
  54. Yustinus says:

    oh yah,, tanya lagi dong pak,, haha,,

    mengenai uraian saya sebelumnya,, saya hanya memberitahukan lingkungan d sekitar teh saya.. klo inokulumnya sendiri saya lihat c masih putih bersih c.. Menurut bapak gmna yah mengenai keadaan yang telah saya uraikan dari bagian ini dan sebelumnya?^^

    Terus pertanyaan ke-2,
    Kira-kira berapa banyak jumlah sendok gula dan daun teh yang dibutuhkan per liter airnya?

    Pertanyaan terakhir,,
    Apakah ketika suhu teh kombucha sebelum proses inokulasi berkisar antara 31-32C dapat mematikan kombucha ketika kita memasukkannya ke dalam larutan teh tersebut?

    Maap pak,, terlalu banyak bertanya T.T
    Habis,, gk tw hasil selama fermentasi berlangsung itu harusnya bagaimana dan setelah selesai hasilnya seperti apa gtu baik dari segi bau dan kenampakan lingkungan sekitarnya >.< terima kasih banyak pak~

    Reply
    • Indo Kombucha says:

      Pada prinsipnya, keberhasilan fermentasi bisa dilihat dari beberapa ciri:
      A. Tidak ada bulu-bulu halus yang tumbuh di permukaan baby scoby, karena itu adalah mold yang akan merusak hasil fermentasi. Jika ada kasus tersebut, jangan ragu-ragu untuk membuang semuanya dan mulai lagi dari baru.
      B. Baunya asam, tapi tidak berbau basi. Kalau tehnya ada bau basi, berarti ragi tidak cukup cepat memproses gula sehingga tehnya basi. Kalau basi, jangan ragu–ragu juga untuk membuang semuanya dan mulai dari baru lagi (juga pakai induk scoby yang baru).
      Berapa banyak gula & tehnya itu adalah sepenuhnya tergantung selera. Saya sudah coba seduh ala penikmat teh yang sebenarnya, tapi buat saya malah hasilnya nggak cocok. Jadi itu benar-benar selera masing-masing.

      Scoby Kombucha bisa hidup dari rentang suhu 10oC – 60oC. Jadi untuk suhu 31-32oC masih tergolong aman 🙂

      Reply
  55. Yustinus says:

    wah paaak,, wkwkwk,, saya malah mengulang proses wakakaka,,, habis takut salah n berbahaya buat induknya,, haha,, duh duuuhh konyol nih pak,, haha,, maap saya jadi buat suasananya gk resmi n terkesan jadi gaul T,T kageeet habis,, haha,, buat ulang lg deh saya T.T
    Pak,, bisa chat yahoomail aja kah?^^ lebih seru kalo chat sepertinya,, haha,, gk bsa gpp pak,, udah ditolong banyak sejauh ini soalnya,, udah lebih dari sekedar ucapan terima kasih^^

    Reply
  56. Yustinus says:

    Pak, tiba-tiba terlintas lagi 2 pertanyaan di benak saya,, maap bawel,, semoga bapak gak bosen menjelaskan T.T

    1. Apakah jika inokulum kita yang ukurannya sekitar 6 cm dengan tebal kira-kira 1,5-2 cm kita pindahkan dari teh yang botolnya ukurannya pas-pasan dengan ukuran inokulum tersebut ke teh yang botolnya ukurannya lebih lebar 2-3 cm akan mempengaruhi hasil fermentasi dan pertumbuhan dari ibu inokulum dan bayinya tersebut?

    2. Jika daun teh hijau yang kita berikan sekitar 4-5 sendok makan + 4-5 sendok gula dalam 1 L air akan memberikan dampak negatif terhadap hasil fermentasi, pertumbuhan ibu inokulum dan bayinya?
    Hal ini saya tanyakan mengingat perihal daun teh yang pahit,, apakah khasiat gula sebagai nutrisi dari inokulum itu sendiri menjadi berkurang akibat kuantitas dari daun teh tersebut?

    Terima kasih^^

    Total semua pertanyaan ada 4 pak,, thnx untuk bantuannya^^

    Reply
    • Indo Kombucha says:

      OK..
      Semua pertanyaan diatas sudah dijelaskan via chat ya..
      Semoga dapat membantu 🙂

      Reply
  57. Yustinus says:

    oc oc,, sangat membantu kok pak,, oh ya,, kalo pertanyaan singkat,, tanya sni aja yah pak,, hehe,,

    btw,, mw nanya pak,, benernya inokulum kombucha itu berbau atau tidak yah? jika berbau, baunya seperti apa yah? terima kasih^^

    Reply
    • Indo Kombucha says:

      Inokulum Kombucha khan terdiri dari 90% air dimana dia tinggal. Nah berarti baunya pun akan mengikuti bau dari air tersebut. Kalau airnya teh, ya berbau teh.. kalau airnya, katakanlah… orange juice, ya baunya pun akan sama dengan orange juice. 🙂

      Reply
  58. Yustinus says:

    tapi kalo pas awal-awal kita masukkan ke larutan teh,, lalu biarkan dia fermentasi di situ,, kemudian kita pindahkan ke air mineral biasa,, apakah bau teh dari hasil yang telah difermentasi oleh kombucha di inokulum kombuchanya tetap tercium?^^

    Reply
    • Indo Kombucha says:

      Silahkan dicoba..
      Pengalaman saya sendiri sih.. sudah beberapa belas kali fermentasi menggunakan scoby yang bermasalah, baunya tetap saja tinggal 🙂

      Reply
  59. Yustinus says:

    oh bgtu,,
    pak,, saya mw bertanya nih mengenai hasil fermentasi hari ke-6,,
    kok lapisan baby kombucha yg terbentuk d atas tehnya putih putih (ada yg tidak terlalu putih) bulatnya tidak merata yah terus ada yg timbul dan masih ada yg rata lapisannya,, msh ada yg transparan jg gtu dan ada seperti gelembung gas yg kaya mengeras d lapisannya,, haha,, ini apa bayi kombuchanya yg timbul ato malah mold? wkwkwk.. bingung,, wanginya c asam dari teh nya itu.. mohon bantuannya >…<

    Reply
    • Indo Kombucha says:

      Memang pertumbuhan baby Scoby itu berbeda-beda. Ada yang mulus, ada yang bertekstur seperti jalan yang tidak diaspal, ada yang bergelembung, berlendir, tipis, tebal dan sebagainya.
      Apapun bentuknya, selama tidak ada jamur pada permukaan baby Scoby (berupa rambut/bulu2 halus), maka hasilnya tetap baik 🙂

      Reply
  60. devin christianto says:

    salam kenal pa arsen, saya devin dari tasikmalaya, saya newbie dalam hal kt ini, mau tanya, kalau misalkan kita ingin membuat cuka starter, kan prosesnya sama dengan saat kita melakukan proses awal pembuatan kombucha tea yang antara 8 s/d 12 hari, hanya saja waktu yang dilakukan dalam pembuatannya lebih lama, bisa sampai 3 bulan, terus untuk baby kombu yang ada yang kita rendam dalam larutan teh manis tersebut akan terus menebal dengan cepat tidak pa ?maksud saya bila proses menggunakan media toples yang ukuran normal untuk kueh yang +/- 15 cm tingginya diameter sekitar 15 cm, berapa lama bisa menampung baby kombu, yang tentunya jika disimpan untuk pembuatan cuka juga tetap akan tumbuh menebal sampai suatu saat akan melebihi tingginya toples media, terus untuk ukuran air teh manisnya sendiri pada saat awal pembuatan, seberapa banyak yang digunakan? apakah dalam perjalanan proses pembuatan cuka kombu tersebut harus melakukan penambahan air teh tidak?dan satu lagi untuk pembuatan cuka kombu ini, apakah ada prosedur penambahan gula secara kontinyu dalam beberapa bulan sekali atau cukup hanya sekali pada saat pembuatan teh manis diawal ?
    terimakasih sebelum dan sesudahnya pa

    Reply
  61. devin christianto says:

    sedikit tambahan pa, maksud saya dalam arti menambah gula, karena dari hasil pembahasan yang ada saya tahu bahwa baby kombu ini perlu makan, dan makanannya adalah gula itu……… terimakasih pa

    Reply
    • Indo Kombucha says:

      Salam kenal Pak Devin,
      Ok saya coba jawab ya..
      1. Satu hal yang perlu diluruskan mengenai pertumbuhan Baby Kombucha adalah: baby kombucha/Baby Scoby Tidak Akan Menebal kalau sudah tenggelam! Baby Scoby Hanya Akan Menebal ketika posisinya masih berada di atas permukaan air. Jika sedikit saja tenggelam (masih mengapung tapi di diatasnya terisi air), maka akan tumbuh baby kombucha baru. Secara umum sepertinya baby Scoby menebal, tapi kalau diperhatikan, dia akan membentuk dua lapisan tipis yang menempel jadi satu.
      2. Hotel Kombucha adalah tempat penyimpanan baby kombucha. Prinsipnya sama saja dengan membuat Teh Kombucha. Berapa kadar gula yang biasa Anda beri? Nah, berikan kadar yang sama untuk hotel Kombucha Anda. Bedanya adalah: Scobynya ditumpuk dan ditambahkan terus menerus, dan disimpan sampai lama.
      3. Air Teh manis dalam Hotel Kombucha lama-kelamaan akan menjadi cuka. Anda bisa memberi makan dengan air gula / gula yg masih berbentuk butiran. Cukup 1 sendok teh untuk kira-kira 2 minggu. Juga tambahkan air putih bila airnya berkurang karena menguap.

      Reply
  62. devin christianto says:

    pa arsen, maaf saya banyak tanya walaupun pertanyaan sebelumnya belum terjawab, begini pa, saya baca dari penjelasan bapa bahwa proses pembuatan teh kombu tidak boleh terkena sinar matahari langsung, untuk hal tersebut saya mengerti, tapi yang ingin saya tanyakan, bagaimana dengan teh kombu hasil pembuatan yang untuk kita konsumsi pa? apakah memang sama juga dengan prosedur pembuatannya bahwa untuk teh kombu yang akan kita konsumsi juga tidak boleh juga kena sinar matahari ? ada alasan / penjelasan tidak pa kalo misalkan untuk teh kombu yang bahan konsumsi kalo memang tidak boleh terkena sinar matahari juga?

    Reply
    • Indo Kombucha says:

      Nggak apa-apa bertanya pak.. Untung Bapak punya tempat yang bisa ditanya. Saya nggak punya, jadi harus trial & error sendirian 🙂
      Nah.. untuk pertanyaan Bapak yang ini, saya ingin memberikan sebuah pengertian terlebih dahulu.
      Di dalam Teh Kombucha siap minum terdapat bakteri dan ragi; Bakteri dan ragi yang sama ketika sedang difermentasi. Nah, selama masih ada bakteri yang masih hidup dan selama masih ada gula yang bisa dimakan oleh ragi, maka sebenarnya proses fermentasi akan terus berlanjut. Sampai kapan? Sampai kadar gulanya habis dan akhirnya menjadi Cuka.
      Anda bisa mempelajari proses fermentasi Teh Kombucha disini:
      http://indokombucha.wordpress.com/2010/04/18/kombucha-non-alkohol/

      Nah, berdasarkan pengertian diatas, maka treatment-nya sama: Tidak Boleh terkena Sinar Matahari. Kenapa?
      1. Bisa membunuh bakteri serta merusak vitamin & asam yang terkandung di dalamnya.
      2. Alasan yang sama dengan AMDK (Air Minum Dalam Kemasan), yaitu: Sinar Matahari dapat mendukung pertumbuhan lumut dalam wadah.

      Demikian penjelasannya. Semoga dapat dimengerti 🙂

      Reply
  63. devin christianto says:

    terimakasih banyak informasinya pa, beberapa hari yang lalu saya memperoleh scooby yang dikirim via pos, saya coba buat larutan teh manis dengan media toples yang sudah dicuci bersih, dan saat itu saya belum googling sehingga untuk proses saya ikuti petunjuk kakak saya yang mengirimkan scooby tsb, yaitu dengan cara membuat teh manis didalam toples, lalu scooby induk dicemplungkan kedalamnya dengan di akhiri menutup toples dgn kain pakai karet, dalam 4 hari, tumbuh baby scooby yang baru diatas permukaan, dari lapisan yang tidak rata seperti awan, makin lama makin tampak menebal, tapi kemudian tampak seperti ada jamur diatas permukaan baby scooby tsb berwarna putih ke krem an. yang jadi pertanyaan pa, apakah yang terkontaminasi hanya baby scoobynya saja atau berikut scooby awal yang tenggelam juga tidak bisa dipakai lagi karena terkontaminasi juga oleh jamur ?apa scooby induk tidak bisa dipakai lagi dengan mencucinya terlebih dahulu supaya bila memang dianggap terkontaminasi bisa tercuci bersih kembali, mengingat jamur yang tumbuh meman tampak di atas permukaan baby scooby yang mengambang dan tidak menempel di scooby induk yang memang dalam kondisi tenggelam… sekian pa terimakasih sebelum dan sesudahnya.kalau melihat jamur yang bapa tampilkan fotonya, jamur berwarna abu tua, sedangkan yang menempel dibaby scooby saya berwarna putih kekreman, apakah tetap sama asumsinya bahwa apapun warna dan bentuknya, bila tampak jamur akan di pastikan gagal proses pembuatan kombucha tea tersebut, dan bukan hanya gagal, tapi seluruh isi dari toples tsb harus kita buang ?pa…?

    Reply
    • Indo Kombucha says:

      Pak Devin,

      Biasanya kalau baby Scoby sudah tertumbuhi dengan Mold / Jamur, maka biasanya aroma / bau dari baby Scoby dan air tehnya pun akan berbeda. Ada yang bau apek, tapi juga ada yang berbau manis.. Warna jamurnya pun berbeda-beda, ada yang abu-abu, hijau, orange, merah, hitam, coklat, cream & putih.
      Apapun warnanya, dan bagaimana pun aroma yang dihasilkan, biasanya kami buang seluruhnya. Kenapa? Karena tujuan dari minum Teh Kombucha adalah untuk kesehatan. Saya tidak mau ambil resiko dengan minum sesuatu yang sudah rusak karena saya tidak tahu dampaknya (walaupun saya pernah baca di sebuah literatur, katanya tidak akan membahayakan, tapi hanya memberikan efek: perasaan tidak enak..).
      Bagaimana dengan induk Scoby? Saya pernah mencoba mencuci, merendam dan mengganti airnya beberapa kali selama beberapa hari, tapi aroma apek/basi dari induk Scoby tidak pernah hilang. Akhirnya Teh Kombuchanya pun berbau yang sama dengan Induk Scoby-nya.
      Saya tidak tahu apakah ada yang bisa bersih mencucinya sampai akhirnya baunya benar-benar hilang, karena pengalaman saya, sampai beberapa belas kali memfermentasi dengan induk Scoby yang sudah pernah kena Mold, hasilnya kurang baik..

      Jadi berdasarkan pengalaman tersebut, seluruh isi: baby scoby, induk scoby dan teh Kombucha saya buang seluruhnya, cuci bersih wadahnya beberapa kali (bahkan sempat direndam oleh air panas), jemur baru dipakai kembali.

      Demikian informasinya pak.. Tapi kalau Pak Devin merasa sayang dan mau mencoba mencuci Induk Scoby-nya.. silahkan. Siapa tau ada teknik lain yang tidak terpikirkan oleh saya dan akhirnya berhasil, bisa di-share disini 🙂

      Reply
  64. devin christianto says:

    terimakasih semua infonya btw saya sangat gembira dengan adanya tempat berbagi seperti yang bapa kelola ini, semoga semakin banyak memberikan manfaat bagi yang lainnya.

    Reply
    • Indo Kombucha says:

      Terima kasih Pak Devin,

      Saya punya misi untuk memperkenalkan Kombucha dan berusaha memberikan informasi yang benar dan lengkap tentang Kombucha karena selama ini saya perhatikan banyak sekali informasi yang salah beredar di masyarakat.
      Mohon bantuan dari Pak Devin dan rekan-rekan lain untuk menginformasikan blog Indokombucha ini.
      Terima kasih sebelumnya 🙂

      Reply
  65. devin christianto says:

    dengan senang hati pa saya akan selalu berikan info kepada teman lainnya mengenai blog ini, oh ya pa satu hal saya ingin penjelasan dari bapa, mengenai hotel scooby, yang merupakan cadangan untuk jaga2 kalau kalau scooby yg ada terkontaminasi / rusak, apakah pada saat kita merendam di cairan asam teh yang selalu kita tambahkan gula secara berkala tidak akan menumbuhkan scooby baby baru dipermukaannya? atau hanya akan merawat scooby yang ada? secara teori kan itu sebenarnya sama saja dengan proses pembuatan kombucha tea yang umum, walaupun dalam prakteknya, terdapat bertumpuk tumpuk scooby baru, tapi prosesnya sebenarnya sama dengan proses pembuatan kombucha kan, hanya dalam penyimpanan scooby cadangan ini, kita tidak menakar kombu tea kedalam botol lain untuk kemudian kita minum setelah proses mencapai hari ke 8 s/d 11 ya ?satu hal lagi pa dalam salah satu penjelasan bapa dikatakan bakteri baik yang dihasilkan dari proses pembuatan kombu tea akan mati dalam beberapa hari setelah kita pisahkan cairan kombu tea yang telah jadi kedalam botol, tetapi proses peragian tetap berjalan, maksud saya, apakah tujuan kita memang akan mematikan bakteri baik yang ada dengan memasukkan kedalam kulkas teh kombu yang telah jadi tsb, atau hanya sekedar supaya rasanya lebih nikmat menyegarkan pa?

    Reply
    • Indo Kombucha says:

      Betul sekali.. Sebenarnya dalam Hotel Kombucha pun terjadi proses fermentasi dan pembentukan lapisan baru diatas permukaan airnya. Kita tidak akan mengkonsumsi air dalam Hotel Kombucha, karena akan dibiarkan menjadi cuka. Teh Cuka ini pun berguna kalau-kalau ada fermentasi yang gagal, air starternya tinggal kita ambil dari Hotel Kombucha ini.
      Nah, ada yang perlu diluruskan lagi. Saya tidak pernah mengatakan bahwa “..bakteri baik yang dihasilkan dari proess pembuatan kombu tea akan mati dalam beberapa hari setelah kita pisahkan cairan kombu tea yang telah jadi ke dalam botol..”. Setelah kita pisahkan, bakteri akan tetap hidup. Walaupun sudah menjadi cuka pun, bakteri akan tetap hidup di dalamnya. Memasukkan ke kulkas tujuannya memang selain agar lebih nikmat dan menyegarkan, juga untuk memperlambat proses fermentasi; karena dalam keadaan dingin, bakteri akan dormant / hibernasi, tapi tidak mati lho.. 😉

      Reply
  66. devin christianto says:

    o ya pa..hehehe mungkin saya memang salah asumsi atau membaca dari artikel lain sebelumnya, maklum sebelum saya exist di blog bapa saya banyak googling tentang kombucha, terimakasih banyak pa infonya.

    Reply
  67. Yustinus says:

    wah,, saya baru liat lagi pesan balasan bapak,, terima kasih atas infonya^^ kirain gk bakal d bales,, >.< thnx yuph~

    Reply
    • Indo Kombucha says:

      Kalau bisa saya jawab, pasti saya jawab 🙂

      Reply
  68. Yustinus says:

    Pak,, tanya lagi dong^^
    1. Kapan kita bisa memanen bayi kombucha yang telah terbentuk? Apakah mesti setelah warnanya putih smua ato gmna yah? ada ketentuan tebalnya kah?

    2. bayi kombucha yang masih tipis banget bisa gk kalo kta gunakan buat fermentasi teh kombucha yang baru? apa ada pengaruhnya?

    3. Apakah bayi kombucha bisa terbentuk menempel d bawah kultur induk kita?

    thnx^^

    Reply
    • Indo Kombucha says:

      1. Nggak ada ketentuannya sih.. Tapi biasanya baby scoby kita ambil pada saat kita mau panen airnya. Kecuali kalau kita ingin agar baby scoby-nya tebal, maka bisa kita biarkan sampai lama. Yang pasti airnya akan sangat asam.
      2. Bisa! Asalkan tetap disertakan dengan air teh yang sudah asam.
      3. Menempel di BAWAH kultur INDUK? Nggak bisa.. Yang bisa itu kalau induknya memang terapung di bawah permukaan air, dan kemudian baby scoby tumbuh diatas permukaan air. Jadi baby Scoby tumbuh menempel di ATAS kultur induk.

      Reply
  69. Yustinus says:

    wah wah,, ada literatur yang nyebut bsa tumbuh d bawah induk c,, jadi saya bingung.. haha >..<

    Thnx lg pak^^

    Reply
  70. Yustinus says:

    Oh ya pak:

    1. gmna yah cara kita memperoleh baby yang tebal tp tepat waktunya bersamaan dengan kita mw panen hasil teh fermentasi kombucha kita (kira-kira 7-14 hari) coz td pas saya angkat babynya, langsung menyek gtu n robek coz masih tipis banget T.T klo kelamaan lg d tunggunya, bsa jadi cuka hasil fermentasinya ~.~”

    2. kira-kira berapa lama kisaran waktu yang dibutuhkan agar baby kombucha mencapai ketebalan minimal untuk dapat diangkat dan tidak menyek (robek)?

    Thnx lagi ^^

    Reply
    • Indo Kombucha says:

      1. Sebenarnya bisa kita akali supaya hasilnya lebih tebal. Pada hari ke-3, taburkan sedikit gula pasir pada baby scoby secara merata. Dikit saja karena kalau kebanyakan nanti baby scoby-nya tenggelam. Gula pasir ini bisa menjadi makanan tambahan bagi Baby Scoby. Pada hari ke-7 pasti hasilnya akan lebih tebal.
      2. Kalau nomor 1 dilakukan, pada hari ke-7 s/d hari ke-12 sudah bisa diambil/dipanen.

      Tambahan informasi:
      Suhu yang dingin pun sangat mempengaruhi pertumbuhan Baby Scoby; Semakin dingin pertumbuhannya akan semakin lambat. Agar suhunya tetap hangat, kita bisa mengakali dengan ‘menyelimuti’ wadah dengan kain/kantong plastik.
      Cobain deh 🙂

      Reply
  71. Yustinus says:

    oh,, terus pemberian gulanya itu mesti secara teratur (3 hari sx) to cma sx itu aja pak? ada pengaruh ke hasil fermentasi tehnya nanti gk pak? misalnya jadi tambah asem gtu to waktu untuk jadi asemnya lebih cepet? haha.. thnx lg ^^

    Reply
    • Indo Kombucha says:

      Nggak harus teratur juga sih.. Tapi saya pernah ngasih 2x sehari, memang hasilnya cepat sekali tebalnya.
      Secara umum nggak ada pengaruh ke hasil fermentasi sih.. karena khan gulanya nggak masuk ke airnya, Hasil fermentasi sama saja 🙂

      Reply
  72. Yustinus says:

    baru baca lagi nih walkthrough2 dari bapak,,^^
    hehe,, hint dari bapak sudah saya coba,, tp warna bayinya jadi krem (agak coklat muda) terus atasnya (permukaannya) mengkerut-kerut gtu >.< bulat c bulat pak bentuk bayinya tp ada yg kaya keropos keropos gtu (belum sempurna),, itu knapa y pak? gpp kan? haha..
    Oh ya pak,, mw tw cara brewning kontinu dong dengan menggunakan jar kaca yg ada kerannya.. kapasitasnya 5 L.. itu gmna yah komposisi gula dan saset kantong tehnya (saya gunakan teh hijau jasmine) (jumlahnya) jika kita mw buat 3 L volume total ?
    Yang sekarang c saya buat 2 L gtu dengan 1 L teh yang telah difermentasi jadi total volume 3 L.. tidak apa-apakah jika volume teh fermentasinya melebihi 10%? Untuk komposisi gula dan saset kantong tehnya saya pk cara perbandingan..
    Misal: 1 L teh butuh 70g gula dan 4 saset teh,, berarti klo mw buat 2 L teh, gulanya jadi 140g dan 8 saset teh.. Begitu bisakah?
    Terima kasih pak bantuannya^^

    Reply
    • Indo Kombucha says:

      Baby Scoby tumbuhnya bermacam-macam, ada yang mulus, ada yang seperti keropos di permukaannya, bergelombang, bentuknya ga karuan, dll.. Itu sah-sah saja dan semuanya normal.
      Prinsip kerja Continuous Brewing adalah fermentasi yang terus-menerus tanpa henti. Jadi kalau kapasitas 5 liter teh sudah masa panen, ambil hanya sebanyak 2 liter untuk dikonsumsi dan segera buat teh manis sebanyak 2 liter lagi untuk menggantikan teh yang baru diambil. Dalam waktu 3-4 hari, kombucha sudah bisa dipanen kembali. Begitu seterusnya.
      Untuk komposisi gula dan tehnya, itu semuanya saya serahkan kepada Anda karena selera orang berbeda-beda. Yang pasti, fermentasi harus disertai dengan gula. Tanpa gula berarti tidak ada proses fermentasi.. 🙂

      Reply
  73. firman says:

    salam pak..
    saya mau bertanya bagaimana cara membuat hotel scoby?pakai air apa?dan jika di diamkan bisa tahan berapa lama?apa masih ama untuk d konsumsi jika hotel tsb saya biarkan tanpa menganti airnya dlm jangka waktu lama?

    Reply
  74. Yustinus says:

    paak,, thnx infonya,, tanya lagi dong,, biasanya scooby bakal expired klo kita pk untuk berapa x fermentasi yah? terus klo misal nih mother culture kombuchanya udah expired,, trus kita lg continous brewing, kan kaya males gtu lho angkat mother culturenya, apalg klo udah tenggelam,, haha,, kira-kira, ada pengaruh to bahaya apa gk klo kita diamkan aja di jar continous brewing kita? thnx yah^^

    Reply
    • Indo Kombucha says:

      Induk Kombucha bisa dipakai sampai 7-10x fermentasi. Nah, ciri-ciri Induk Kombucha sudah mati / tidak produktif lagi, bisa Anda baca disini:
      http://indokombucha.wordpress.com/2010/08/14/expired-kombucha/
      Memang sebaiknya metode Continuous Brewing dibersihkan setiap 4-6 bulan sekali, agar endapan ragi yang sudah mati & induk yang sudah mati bisa dibersihkan. Apa dampaknya kalau tidak dibersihkan? Biasanya dari sisi aroma, baunya kurang segar. Kalau kita hanya menggunakan 1 tempat Continuous Brewing, mungkin tidak kita akan menyadari kalau sedikit demi sedikit rasa / aromanya berubah. Tapi kalau kita punya perbandingan, kita akan tahu bahwa yang A rasanya fresh, sedangkan B (yang sudah mengandung banyak ragi / induk yang mati) sudah tidak fresh lagi..

      Reply
  75. Entin says:

    Met siang pak? Kombucha saya robek pada saat mengambil kombucha dengan sendok, saya melakukan fermentasi teh kombucha dengan kombucha yang robek baru 1 hari fermentasi muncul bintik hitam di area air teh kombucha, apakah kombucha saya mati & air teh kombcha yang ada bintik hitam msh layak diminum ?

    Reply
    • Indo Kombucha says:

      Halo Ibu Entin,
      Bintik hitam itu bentuknya apakah seperti bulu-bulu halus? Kalau ‘ya’ berarti baby scoby-nya terkena mold/jamur. Kalau sudah begitu sebaiknya seluruh isi dibuang semua karena tidak akan tumbuh secara normal lagi, dalam artian, baby scoby tidak akan tumbuh menebal; air kombucha akan berbau; dan induk kombuchanya akan menghasilkan bau yang tidak enak (seperti apek) kalau difermentasi ulang.

      Reply
      • Entin says:

        Iya bentuknya bulu bulu halus, apakah kombucha yang sudah terkena jamur masih bisa di pakai? Tapi kondisi kombucha masih kenyal dan bau masih seperti biasa tdk mau apek?

        Reply
        • Indo Kombucha says:

          Sebaiknya baby scoby dan tehnya dibuang saja bu, untuk masalah keamanan kesehatan.
          Bisa saja induk kombucha dipakai kembali. Tapi berdasarkan pengalaman, bau/aroma/after taste dari teh kombucha hasil fermentasinya akan berbeda, seperti bau apek / pahit; walaupun sudah beberapa kali fermentasi.
          Tapi, silahkan dicoba oleh ibu, siapa tau induk kombucha milik ibu masih dalam kondisi bagus 🙂

          Reply
  76. filliya zaharana says:

    masih penasaran sama kombucha..dulu saya bergelut dengan kombucha di tahun 2009 karena saya penelitian ayam broiler saya beri tambahan makanan (dalam air minum) teh kombucha.
    itu kombuchanya bisa cantik2 banget yaa..dulu penelitian saya kurang memuaskan, saya mau tanya tau gak ya, jenis teh nya berpengaruh gak terhadap hasil fermentasinya? misal kalau pakai teh hitam, atau teh hijau atau teh celup, dll..

    terimakasih jawabannya 🙂

    Reply
    • indokombucha says:

      Halo Mbak Filiya,
      Kalo nggak salah penelitian mbak Filiya judulnya “Kecernaan Pakan dan Protein, serta Retensi Nitrogen Ayam Broiler Jantan Akibat Pemberian Teh Kombucha dan Antibiotik dalam Air Minum.” ya? 🙂
      Karena latar belakang saya dari IT, terus terang saya belum pernah melakukan penelitian dari sisi lab. Pernah sih saya memberikan hasil Teh Kombucha saya ke Laboratorium untuk dicek kandungannya apa saja, tapi belum pernah membanding-bandingkan antara teh hijau, teh hitam dll karena tentu saja alasannya cukup jelas: Dananya nggak ada! (umm… Barangkali Anda yang membaca ini tergerak hatinya untuk membiayai proyek ini? Amiiin… 😀 )
      Tapi yang pasti, saya meneliti hanya dari sisi fisik dan taste-nya saja.. Semakin pekat warna tehnya, baby kombuchanya akan semakin coklat.. Dan memang setiap teh memiliki after taste yang berbeda-beda. Untuk orang awam mungkin terasa sama saja: Asam! Tapi kalau kita punya kesempatan untuk membandingkan hasil dari beberapa jenis teh, Anda akan bisa merasakan aroma dan after tastenya 🙂

      Reply
  77. filliya zaharana says:

    eh iya betul Pak itu judul penelitian saya dulu di Fak peternakan Undip..hee Bapak nemu juga artikel skripsi saya yaa.. takutnya itu berpengaruh terhadap kualitas kandungan hasil fermentasinya Pak, kok penelitian saya kurang memuaskan, tapi mungkin juga karna faktor lain yang sangat banyak sih Pak.. 😀
    saya mau pak penelitian lagi, tapi waktunya yang gak ada, dana juga terbatas sih yaa..hehe..

    terus mengenai kehalalan teh fermentasi ini bagaimana ya Pak menurut pendapat ulama untuk umat muslim?

    terimakasih untuk quick reply nya Pak.. 😀

    Reply
    • indokombucha says:

      Iya, saya serius sekali mencari2 informasi mengenai Kombucha; baik yang berbahasa Indonesia maupun bahasa Inggris; baik itu blog, surat kabar, skripsi, bahkan video di Youtube yang ada sangkut pautnya dengan Kombucha dan fermentasi saya download semua sampai saya butuh external hardisk 🙂
      Memang banyak sekali faktor yang mempengaruhi kualitas fermentasi, mulai dari suhu udara, kondisi ruangan, kualitas starter dll. Ayo, lanjutkan lagi penelitian pribadinya.. Selama semangat masih ada, dana bisa mengikuti 🙂

      Masalah halal sudah ada informasi yang saya rangkum dari beberapa sumber. Silahkan pelajari link2 di bawah ini:
      http://indokombucha.com//2009/12/29/kombucha-halalkah-itu/ (Baca juga komentar dari Bpk. Saifudin (Adin Oke)
      http://indokombucha.com//news/media-islam/
      http://indokombucha.com//news/salah-kaprah-antara-alkohol-khomr-minuman-keras/

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tambahkan Kontak Whatsapp Kami : 087823451768 Invite Pin BBM kami : 58455738