Kombucha Non Alkohol

Kombucha Non Alkohol

Salah satu pertanyaan terbesar bagi kaum Muslim mengenai Kombucha adalah: “Apakah Kombucha Halal atau tidak?” Banyak sekali situs yang mempertanyakan ini, tapi tidak ada (jarang sekali) orang yang bertanya, “Kalau Kombucha tidak ada Alkoholnya, apakah bisa disebut Halal?” Nah, pada kesempatan ini saya akan membahas bagaimana caranya membuat Kombucha Non Alkohol. Perlu saya pertegas bahwa “Kombucha Non Alkohol” ini maksudnya adalah membuang Alkohol setelah masa fermentasi. Bukan berarti meniadakan sama sekali Alkohol sejak awal proses pembuatan Kombucha, karena Alkohol memang diperlukan selama masa fermentasi.
Pertama-tama saya ingin menjelaskan bagaimana Alkohol bisa muncul dalam proses fermentasi Teh Manis ini. Mari kita lihat Jamur Kombucha. Jamur Kombucha itu bukan jamur dalam arti sebenarnya. Banyak orang salah persepsi mengenai kata “Jamur Kombucha”. Sebenarnya ini adalah SCOBY, singkatan dari “Symbiotic Culture Of Bacteria and Yeast”.  Kumpulan Bakteri dan Ragi yang membentuk struktur selulosa dan mereka hidup bersama secara simbiotik. Ragi memfermentasi nutrisi dari cairan dimana dia hidup dan membentuk alkohol, dan kemudian bakteri mengubahnya menjadi asam yang menyehatkan bagi tubuh. Dan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, sang Bakteri dan ragi membentuk sebuah lapisan baru diatas permukaan air. Lapisan ini disebut juga sebagai Baby Kombucha / Baby SCOBY. Ada juga yang menyebut sebagai Zooglea (lapisan yang hidup). Nah, Ragi dan Bakteri mempunyai tugas masing-masing. Ragi bertugas memfermentasi nutrisi dari carian dimana dia hidup. Karena Ragi ini tinggal dalam air Teh Manis, maka dia memfermentasi gula dan diubah menjadi Alkohol. Mengapa Alkohol? Karena Alkohol ini diperlukan oleh sang Bakteri hidup! Makanya mereka bisa hidup berdampingan secara Simbiosis Mutualisme. Tugas Bakteri disini adalah memproses Alkohol dan mengubahnya menjadi bermacam-macam vitamin, asam dan enzim. Vitamin, Asam dan Enzim inilah yang berguna bagi tubuh kita! Jadi, jelaslah bahwa Alkohol memang diperlukan selama masa fermentasi, karena Alkohol ini diperlukan oleh Bakteri untuk diolah kembali menjadi vitamin, asam dan enzim. Sekarang, pertanyaan yang penting, “Bagaimana membuang Alkohol dari Kombucha?” Apakah Alkohol bisa dibuang dari Teh Kombucha? Jawabannya adalah: BISA! Kombucha bisa dijadikan Non Alkohol. Bagaimana caranya? Ada 2 cara untuk menjadikan “Kombucha Non Alkohol”. 1. Jadikan Teh Kombucha menjadi “Cuka Kombucha” Kalau kita perhatikan proses fermentasi diatas, Ragi memperoleh tugas pertama untuk mengubah dahulu gula / glukosa menjadi Alkohol. Langkah berikutnya adalah Bakteri mengubah Alkohol menjadi Asam. Berarti jika tidak ada lagi gula dalam kandungan air, maka berhenti pulalah proses pembuatan Alkohol. Nah, Alkohol ini kemudian diproses oleh Bakteri menjadi Asam. Pada akhirnya, Alkohol akan habis dijadikan Asam, dan rasa Asamlah yang akhirnya tinggal dan mendominasi rasa pada Teh Kombucha. Saking asamnya, Teh Kombucha ini akan berubah fungsi menjadi Cuka. Proses membuat Cuka Kombucha ini berkisar 4 minggu. Lalu, apa gunanya Cuka Kombucha? Banyak sekali! Anda bisa menjadikannya sebagai Hair Tonic, Dressing Salad, Campuran pada Juice, menyembuhkan Jerawat dll. Anda bisa melihatnya disini. Kelemahan dari cara pertama ini adalah, kita tidak bisa meminum Cuka Kombucha karena sudah terlalu asam. Cara kedua ini rasanya akan jauh lebih enak untuk dinikmati.. 2. Memanaskan Teh Kombucha Perlu kita ketahui bahwa Alkohol itu peka terhadap suhu. Alkohol akan menguap jika kita panaskan, betul? Nah, oleh karena itu kita bisa membuang kadar Alkohol dalam Kombucha, dengan cara memanaskan Teh Kombucha pada suhu 60-70 derajat Celcius selama 10-20 menit. Setelah itu diamkan sampai suhu ruangan dan simpan dalam lemari es (Simpan dalam botol kaca dan tutup rapat). Dengan cara ini, sudah dipastikan bahwa Alkohol sudah tidak ada lagi dalam kandungan Teh Kombucha! Selain itu, kita dapat tetap menikmati rasa Asam Manis pada Kombucha, dan juga setiap manfaat kesehatan bagi tubuh kita! Selamat! Anda sudah mendapatkan Kombucha Non Alkohol! Pertanyaan berikutnya adalah: Apakah Kombucha Non Alkohol itu Halal? Silahkan kita diskusikan disini.. Cheers ! 😀 Catatan: Saya mendapatkan sebuah Artikel dari Media Islam yang mengatakan bahwa Kombucha itu adalah halal. Anda bisa membacanya disini 🙂

18 thoughts on “Kombucha Non Alkohol”

  1. bisa lebih detail cara memanaskan teh kombucha? apakah direbus kembali di atas api atau dengan menggunakan peralatan tertentu? terimakasih

    1. Halo Ibu Yulva,
      Betul bu, dipanaskan dengan cara direbus dengan menggunakan panci stainless dan Jangan menggunakan panci Alumunium!.
      Sebenarnya suhu 50 oC selama 5 menit pun cukup (tergantung kuantitas air), karena lewat dari suhu ini bakteri dalam teh bisa mati. Tapi kalau benar-benar ingin meyakinkan Alkoholnya hilang, silahkan memanaskan lebih dari 50 oC

      1. apakah dengan cara dipanaskan terlebih dulu ini, dapat mengurangi khasiat dari teh kombucha ini bagi tubuh kita??

        1. indokombucha

          Betul sekali, dengan memanaskan Teh Kombucna, akan merusak vitamin B, C dan juga membunuh bakteri dan ragi. Jadi sebenarnya saya tidak merekomendasikan untuk memanaskannya. Kadar Alkohol dalam Teh Kombucha hanya 0,3-0,8 persen saja, jadi dari standar MUI pun tetap lebih rendah.

  2. Gin Subiharso

    Untuk masker apa harus diblender dulu? Bagaimana kalau lembaran tipis langsung ditangkupkan di wajah,asal lubang hidung tetap nampak. Trima kasih!

    1. indokombucha

      Nggak apa-apa pak.. saya juga suka menggunakannya koq.. langsung lembaran saja diletakkan di wajah 🙂

  3. 1. Sy diberi ramuan teg kombucha sdh 2 bulan msh blm habis dikonsumsi. Bila sdh 2 bulan berarti sdh jadi cuka, dan tdk bs dikonsumsi?
    2. Selama ini sy mengkonsumsi teh kombucha dg dicampur teh manis lagi, apakah khasiatnya msh tetap sama?
    3. Apakah yg sdh jadi cuka bila diminum timbulkan efek samping? krn akhir2 ini sy minum sedikit dg dicampur teh manis kok terasa berdebar-debar?
    Terimakasih.

    1. indokombucha

      Halo Bu Ina, saya coba jawab ya:
      1. Walaupun sudah menjadi cuka; ibu bisa mengkonsumsinya dengan cara dicampur dengan air madu. Atau bisa juga dijadikan untuk hal lainnya, misalkan: sebagai cuka masak, menghilangkan bau amis pada ikan, sebagai pengganti asam pada sayur asam, untuk salad dressing, toner wajah, obat eksim & jerawat, dll.
      2. Daripada teh manis, sebaiknya dicampur dengan air madu atau jus karena lebih bermanfaat bagi tubuh.
      3. Nah, efek berdebar-debar itu karena teanin (kafein pada teh) yang double porsi. Porsi pertama pada pembuatan teh kombucha; dan porsi kedua pada teh manis yang baru.. Jika Ibu memang ingin terus menambahkan teh manis / teh madu (pokoknya ditambah dengan teh) tapi tidak ingin berdebar-debar, ibu bisa membuang kandungan teanin pada teh manis / teh madunya dahulu. Untuk detailnya, Ibu bisa lihat disini: Kombucha Non Kafein

      Semoga bermanfaat 🙂

  4. Permisi pak ijin bertanya saya punya bibit kombucha cuma saya belum tau cara pembiakan nya saya melakukan praktek sendiri dengan cara membuat air teh gula dan saya langsung memasukan kombucha ke dalam nya apakah langkah yang saya lakukan sudah benar mohon arahan nya pak buat saya yang masih pemula

  5. Pak, saya dapat bibit kombuca dari salah seorang seles yg menjual minuman merk. MANCHURIA trus saya diamkn bbrp hari, ternyata timbul gumpalan setelah ada gumpalan saya bwtkan air teh manis d campur sama minuman tersebut sedikit teeus saya biarka. Sampai lbh dr 2bln ky’y, pas d coba rasa airnya asam bngt,pertanyaannya: 1.blhkh air tersebut d konsumsi 2.ada efeksamping’y ga kl d minum 3.itu bnr/sm ga dgn jamur kombucha? Terimakasih…

    1. indokombucha

      Saya jawab dari bawah dulu:
      3. Betul ini sama dengan Kombucha, hanya saja orang menamakannya lain-lain.
      2. Sejauh ini (kurang lebih 15 tahun sampai November 2018) saya belum merasakan dampak negatif dari Teh Kombucha
      1. Fermentasi Kombucha cukup antara 7-14 hari saja. Lewat 14 hari, rasanya sudah jadi seasam cuka. Walaupun demikian tetap dapat dikonsumsi dengan air putih atau jus; atau dikonsumi dengan cara lain, yaitu sebagai pengganti cuka masak atau pengganti asam jawa.

      Semoga membantu.

  6. Salam kenal,

    Mau tanya: apakah kafein pd teh kombucha akan lebih kuat drpd teh yg belum difermentasikan? Tksh

    1. indokombucha

      Halo Mike,

      Terus terang saya sendiri belum melakukan test untuk kafein. Mungkin Anda bisa cek di lab.
      Semoga membantu

  7. Harika Sulaiman

    Saya kurang setuju dengan pernyataan, kombucha dipanaskan pada suhu 60-70 derajat selama 10-20 menit akan menghilangkan kadar alkoholnya. Tolong dikaji ulang..

    menurut sumber yang saya dapatkan:

    “The boiling point of ethanol or grain alcohol (C2H5OH) at atmospheric pressure (14.7 psia, 1 bar absolute) is 173.1 F (78.37 C).

    Methanol (methyl alcohol, wood alcohol): 66°C or 151°F

    Isopropyl Alcohol (isopropanol): 80.3°C or 177°F”

    Jadi akohol itu akan mulai menghilang dari makanan/minuman yang dipanaskan mulai suhu 78 derajat. Nah, jumlah akoholnya mungkin akan berkurang perlahan-lahan tergantung lama pemanasannya. Namun tidak bisa disebutkan bahwa kandungan akohol hilang 100% jika hanya memanaskan selama 10-20 menit saja. Silakan dicek di lab, berapa sisa alkohol yang terkandung setelah anda panaskan selama suhu & waktu tersebut.

    Jadi hemat saya, kombucha tetap disebut miras/minuman keras bukan cuka karena anda belum memaparkan penelitian tentang upaya penghilangan kandungan akohol dalam kombucha secara terperinci & bisa dipercaya

    1. indokombucha

      Apakah menurut Anda, minuman berkadar alkohol dibawah 1% disebut sebagai minuman keras dan bisa menyebabkan orang jadi mabuk?

Comments are closed.

Scroll to Top