Go to Top

Cara Merawat Jamur Kombucha

Cara Merawat Jamur Kombucha

Bagaimana cara merawat Jamur Kombucha? Β 

Ini pertanyaan yang banyak sekali diajukan oleh para Kombucha Brewer (Pembuat Kombucha). Karena setiap kali melakukan fermentasi, mereka akan mempunyai tambahan 1 buah SCOBY Kombucha, sampai akhirnya bingung mau ditaruh dimana SCOBY sebanyak ini. Ada yang memberikannya kepada orang lain, ada juga yang membuangnya. Celakanya ketika suatu saat gagal memfermentasi karena Baby SCOBY-nya terkena jamur (mold), kita tidak mempunyai cadangan Jamur Kombucha dan juga teh biangnya. Jadi, dulu sempat mengalami over stock Jamur Kombucha sampai bingung mau dikemanakan, sekarang malah kekurangan Jamur Kombucha. Bahkan sampai tidak bisa membuat lagi karena benar-benar tidak ada cadangan..

Pernah mengalami hal seperti ini? Jangan kuatir, Anda tidak sendirian.. saya juga pernah mengalaminya koq πŸ™‚

Nah, bagi Anda yang belum pernah mengalaminya, jangan sampai ikut mengalami hal seperti ini. Lebih bijaksana kalau kita selalu menyimpan beberapa lembar SCOBY Kombucha dalam wadah kaca. Kita sebut wadah penyimpanan SCOBY ini dengan β€œHotel kombucha”. Jadi, bagaimana cara membuat Hotel Kombucha tersebut?

Nah, ini tips bagi Anda πŸ™‚

Prinsip pembuatan Hotel Kombucha pada dasarnya sama saja dengan proses fermentasi, hanya saja, SCOBY-nya ditumpuk-tumpuk terus dan membiarkan teh manisnya sampai menjadi cuka.

  • Pertama-tama, sediakan wadah kaca. Selalu cadangkan sebuah wadah kaca, bukan plastik. Walaupun container plastik memiliki label Food Grade, saya tetap tidak merekomendasikannya, karena SCOBY ini akan disimpan dalam jangka waktu yang lama (bertahun-tahun).
  • Jika Anda sudah memiliki Baby Kombucha, cuci bersih agar tidak ada kotoran yang menempel pada Baby Kombucha (yang sebenarnya ragi). Jika Anda menggunakan air ledeng untuk mencucinya, bilas terakhir kali menggunakan air minum (air putih) untuk memastikan tidak ada kandungan kaporit yang menempel. Jangan menggunakan sabun atau cairan antiseptik lainnya, karena akan membunuh bakteri dalam kultur Kombucha.
  • Taruh Baby Kombucha Anda di dalam wadah kaca, berikan Teh Kombucha dan juga teh manis (yang sudah dingin). Setiap ada Baby Kombucha baru, silahkan langsung tumpuk saja di atasnya sehingga nanti akan bertumpuk berlapis-lapis

Saya sendiri biasanya mencampur Teh Kombucha dengan air putih dan kemudian beri gula pasir. Kenapa? Karena jika Teh Kombucha yang dibuat warna cukup pekat (berwarna coklat), maka Baby Kombucha Anda akan ikut berwarna coklat karena secara prinsip dia akan menyerap warna dari tempat dia hidup. Kalau saya sendiri sih.. pinginnya Baby Kombucha saya tetap berwarna putih, karena kalau sudah coklat itu kesannya seperti bekas pakai :-). Gula pasirnya untuk apa? Ya.. untuk makanan bagi para Ragi. Nggak perlu banyak-banyak koq.. 1 sendok teh juga cukup setiap bulannya.

  • Tutup wadah kaca. Ada 2 pilihan dalam menutup wadah kaca ini: Tutup rapat atau tutup dengan kain saja. Kedua-duanya boleh saja, karena toh ini bukan bertujuan untuk memfermentasi. Kalau untuk proses fermentasi saya sarankan untuk menutup dengan kain. Kalau sekedar untuk cadangan, tutup rapat atau tutup dengan kain tidak bermasalah.
  • Simpan dalam suhu ruangan. Ada juga yang menyimpannya dalam Lemari es (bagian chiller, bukan freezer), tapi saya lebih suka menyimpannya di ruangan, karena kalau disimpan di dalam Lemari Es dalam jangka waktu lama, maka bakteri akan β€˜hibernasi’ dan perlu waktu untuk bekerja secara efektif. Lagipula, SCOBY yang disimpan di Lemari Es ternyata lebih rentan terkena jamur dibandingkan dengan SCOBY yang disimpan di suhu ruangan. Jadi, kalau dahulu ada yang bertanya, β€œBolehkah Jamur Kombucha saya simpan di dalam Lemari Es?”, jawabannya, β€œBoleh!”.. dan sekarang saya beri informasi tambahkan: tapi ada efek sampingnya, yaitu lebih rentang terkena jamur pada saat memfermentasi.
  • Jangan menyimpan SCOBY dalam freezer karena bakterinya akan mati. Bakteri hanya bisa bertahan sampai suhu 10 derajat Celcius. Dibawah itu, bakteri akan mati.

Pertanyaan lainnya yang banyak orang tanyakan adalah: Berapa lama SCOBY ini bisa bertahan? Sebenarnya tergantung dari kualitas SCOBY Kombuchanya sih.. tapi biasanya bisa bertahan selama 6-12 bulan.

Nah, untuk Teh Kombuchanya sendiri, sisihkan juga beberapa botol kaca, tutup rapat dan simpan di suhu ruangan. Selama beberapa waktu sekali, tutup botol ini wajib dibuka untuk membuang tekanan gas yang ada didalamnya, karena pernah ada kejadian di Amerika, botolnya sampai pecah dan menyebarkan serpihan kaca ke seluruh ruangan. Mungkin kasus ini jarang terjadi, tapi kita nggak mau sampai kejadian ini terjadi di rumah kita khan?

Jika suatu saat ternyata proses fermentasi Anda gagal karena terkena mold (jamur), maka langkah pertama yang harus Anda ambil adalah: membuang semua: Tehnya, Baby Kombucha dan bibit Kombucha yang lama. Cuci bersih wadah tempat fermentasi, dan mulai lagi proses fermentasi dari awal. Bibit kombucha tinggal mengambil dari Hotel kombucha dan juga Teh Kombucha dari botol yang sudah dicadangkan sebelumnya. Mantap khan?

Oke, selamat merawat Jamur Kombucha dan membangun Hotel Kombucha bintang 5! πŸ™‚

Comments (118)

  • aria 08/04/2012 - 09:40 Reply

    kombucha saya siap panen pak arsen..sudah 7hr tapi baby scobynya kok tipis bgt ya.. apa bisa dipindah ke tempat lain.. brp lama supaya tebalnya 2mili aja

    • Indo Kombucha 09/04/2012 - 21:20 Reply

      Baby Kombucha tipis itu banyak penyebabnya pak..
      1. Mungkin pada saat membersihkan wadah, Bapak menggunakan antiseptic dan masih ada yang tertinggal, sehingga bakteri dalam wadah menjadi ikut mati / jumlahnya berkurang.
      2. Mungkin suhu ruangan yang dingin / lembab, sehingga pertumbuhan baby scoby menjadi lambat.
      3. Mungkin juga karena gula yang dimasukkan terlalu banyak, sehingga ragi mengalami stagnasi dalam mengkonsumsi gula.

      Coba biarkan fermentasi lebih lama pak, agar pertumbuhan bakteri dan raginya meningkat. Kalau sudah cukup asam, silahkan dipanen, dan untuk biang berikutnya, biarkan lagi beberapa hari sampai betul-betul asam, baru gunakan sebagai biang fermentasi berikutnya.

      Dan satu hal yang cukup penting. Kalau di dasar wadah terdapat endapan, gunakan seluruh endapan tersebut. Ini dapat membantu pertumbuhan ragi.

      Semoga bisa membantu pak.. Nanti tolong kabari hasilnya ya pak πŸ™‚

      • chrisindra 03/12/2014 - 13:57 Reply

        Utk teeh kombuchanya sendri bisa bertahan barapa lama jika sudah dikemas dalam botol dengan tanpa adanya scoby kombucha??

        • indokombucha 13/02/2015 - 23:10 Reply

          Sebenarnya produk fermentasi tidak mengenal kadaluwarsa Pak Chrisindra; Saya sendiri punya koleksi yang tahun 2015 ini berarti sudah 6 tahun umurnya. Masih enak koq πŸ™‚
          Asalkan tidak kena udara (berarti ditaruh dalam botol kaca dan tertutup rapat); walapun saya simpan dalam suhu ruangan dan tidak terkena paparan sinar matahari, hasilnya akan tetap bagus, walaupun jadi ada perubahan rasa.

          • dewi 15/10/2015 - 01:02

            Pak maaf mau tanya, teh kombucha yg sy buat kok berbusa ya di atas airnya ? Apakah fermentadinya itu berhasil atau tdk ya pak ? Trimakasih atas jawabannya…

          • indokombucha 02/12/2015 - 16:02

            Halo bu Dewi,

            Busa itu sebenarnya soda yang dihasilkan secara alami. Tidak bermasalah koq bu.
            Untuk lebih jelasnya, silahkan lihat video timelapse perkembangan fermentasi selama 1 minggu disini:
            http://indokombucha.com/faq-proses-fermentasi/

            Semoga bermanfaat πŸ™‚

          • vonny 27/03/2016 - 01:07

            Apakah kombuchanya dijual juga pak?or bisa dishare?
            Trims

            Punya saya dulu saya bagi2 ke orang πŸ™‚ karena terus berlapis2…tapi akhirnya mati semua….

  • Djokolono 09/04/2012 - 18:52 Reply

    Terima kasih atas Ilmu yang sangat bermanfaat

    • Indo Kombucha 09/04/2012 - 21:09 Reply

      Sama-sama Pak Djokolono, senang bisa berbagi πŸ™‚

  • Muhammad Halimi 10/04/2012 - 06:58 Reply

    Mas atau Mbak saya tinggal di Bandung, jamur Kambucha saya sudah kurang baik karena salah penyimpanan. Oleh karena itu saya mohon informasi alamat atau no. telp. untuk memperoleh jamur kambucha di sekitar Bandung. Terima kasih infonya.

    • Indo Kombucha 10/04/2012 - 08:07 Reply

      Pak Halimi, silahkan kontak saya di 087823451768.

  • creabooks 10/04/2012 - 20:02 Reply

    pak arsen,,saya ibu menyusui bayi berusia 8 bulan sekarang bolehkah saya mengkonsumsi kombucha?
    trims

    • Indo Kombucha 10/04/2012 - 20:16 Reply

      Halo Ibu ‘Creabooks’
      Apakah Ibu pernah mengkonsumsi Teh Kombucha sebelumnya? Kalau sudah, silahkan dilanjutkan.. tapi kalau belum, silahkan coba sedikit saja dulu, mungkin 50-100ml selama 1x sehari selama 1 minggu dicampur dengan juice dan rasakan apakah ada reaksi negatif pada tubuh Anda & sang Bayi atau tidak. Kalau tidak ada, silahkan dilanjutkan dengan menaikkan jumlahnya sedikit demi sedikit. Ini perlu dilakukan untuk menyesuaikan tubuh Anda & Bayi Anda.
      Ada yang bilang tidak boleh, tapi saya sudah mencobanya pada istri dan tidak ada masalah…
      Jangan lupa.. konsulkasikan juga dengan dokter Anda πŸ™‚

  • birthday party 19/04/2012 - 11:53 Reply

    bagus nih artikelnya…makasih udah share cara2nya ya

  • Aam Aminah 24/04/2012 - 14:09 Reply

    Terima kasih pak Arsen artikelnya. Saya dulu udah berniat beli lagi bibitnya, tapi sekarang cadangan scoby saya lumayan banyak meskipun tipis tipis yang paling tebal 1 cm dengan diameter 10 cm. sebelum ada artikel dari pak Arsen saya sudah menyimpannya kurang lebih seperti yang bapak tulis pada artikel. Sekali lagi terimakasih!

    • Indo Kombucha 24/04/2012 - 14:24 Reply

      Terima kasih kembali bu.. Semoga bermanfaat untuk Ibu dan keluarga πŸ™‚

  • agus edy purnomo 13/05/2012 - 18:53 Reply

    mau tanya nih apa bisa jamur kambucah dikomsumsi ?
    selain diminum mohon jwbx………….dr agus

    • Indo Kombucha 13/05/2012 - 19:22 Reply

      Halo Pak Agus,

      Jamur / Scoby Kombucha BISA dimakan πŸ™‚
      Saya sudah coba membuatnya dengan goreng tepung seperti membuat Calamari. Dan hasilnya enak πŸ™‚
      Cuma memang kalau sudah digoreng harus langsung dikonsumsi, karena kandungan airnya yang banyak membuat hasil gorengannya cepat basah.
      Silahkan dicoba pak..

  • Interior Design 16/05/2012 - 13:40 Reply

    terima kasih tipsnya…
    Di tunggu kunjungan baliknya yah..

  • Febri 18/05/2012 - 02:37 Reply

    Assalamu’alaikum,..
    Mau nanya,.. Bagaimana tanda-tanda fermentasi kombucha berhasil ato tidaknya,..??
    Mohon infonya,..
    Makasih,..

    • Indo Kombucha 18/05/2012 - 12:15 Reply

      Halo Pak Febri,
      Cara mendeteksi fermentasi Kombucha berhasil atau tidak sebenarnya cukup mudah, yaitu:
      A. Kalau berhasil pasti:
      1. Dipermukaan akan tumbuh lapisan putih yang semakin hari semakin menebal. Ini disebuat sebagai Baby SCOBY.
      2. Semakin lama rasanya akan semakin asam

      B. Ciri-ciri gagal:
      1. Di permukaan baby scoby tumbuh jamur berupa bulu-bulu halus. Warnanya bisa putih, kuning, coklat, hijau, merah atau hitam
      2. Teh berbau basi

      Sebenarnya kalau kita mengikuti prosedur standar, yaitu: air bibit kombucha minimal 10% + disertai bibit scoby; ruangan bersih & sirkulasi udara baik, saya yakin 100% akan berhasil. Ketidak berhasilan biasanya dikarenakan lupa memberi gula, bibit air kombucha kurang dari 10%, atau sirkulasi udara yang kuran baik / kondisi ruangan yang lembab.

      Silahkan dicoba pak πŸ™‚

  • antie 25/05/2012 - 12:15 Reply

    Selamat siang pak saya mau menanyakan untuk pembuatan teh kombucha. Sebenarnya untuk kandungan teh hijau yang diberikan apakah warnanya harus hitam sekali atau bagaimana? karna ada tetangga yang buat kombucha itu warnanya hitam sekali kemudian kalau jamur sudah siap panen ditandakan dengan perubahan warna coklat muda atau lebih cerah. terimakasih

    • Indo Kombucha 25/05/2012 - 22:13 Reply

      Halo Bu Antie,
      Sebenarnya membuat teh Kombucha tidak perlu harus sepekat itu warnanya. Saya tidak tahu, mengapa orang2 tua selalu membuatnya sangat pekat sehingga berwarna coklat tua bahkan sampai hampir hitam. Kalau saya sendiri selalu membuatnya sangat ‘light’. Bahkan ada orang yang berkomentar: “Bikin teh koq warnanya kayak bensin?” hahaha… πŸ˜€ Tapi saya rasa semuanya tergantung dari selera. Mungkin orang2 tua lebih senang dengan teh yang pekat. Sedangkan untuk menandakan apakah sudah siap panen atau tidak, sebenarnya cukup dengan menghitung harinya saja. Minimal masa fermentasi adalah 7 hari; tapi kalau masih dirasa terlalu manis, bisa diperlama fermentasinya. Saya sendiri biasanya baru memanen Teh Kombucha minimal setelah 10 hari karena saya cenderung lebih suka rasa asam dibandingkan manis.

  • antie 26/05/2012 - 09:09 Reply

    Selamat pagi!
    Terimakasih atas info yang kemarin.
    Tapi ini ada pertanyaan lagi nie pak.
    Pak harusnya kombucha itu khan bisa dikembangbiakan tapi kemarin saya khan baru kali pertama panen tapi baby kombucha saya kok pecah ya bahkan itu ada dipaling atas apalagi itu tipis banget. Gimana ya pak caranya agar baby kombucha saya bisa tumbuh dengan baik dan hasilnya bisa lebih baik?
    Berapa lama teh kombucha itu bisa dikonsumsi setelah dipanen?
    Terimakasih

  • taufiq 29/05/2012 - 20:53 Reply

    selamat malam indokombucha saya mau tanya sebelumnya terimakasih atas jawabanya,saya baru punya jamur pemberian dari teman,stelah saya baca kterangan2 di atas kok tadi ada ciri2 kegagalan,terus yang saya tanyakan adalah ketika timbuk seperti benang2 hitam dan bau teh basi apakah jamur harus diganti air teh yang baru? atau pake teh yng lama tapi di tambah lagi dengan teh yang baru mohon penjelasanya terimakasih banyak…..

    • Indo Kombucha 02/06/2012 - 10:12 Reply

      Selama Pagi Pak Taufiq..
      Kalau SCOBY Kombucha sudah tertumbuhi jamur, maka dipastikan seluruh isi wadah fermentasi harus dibuang: teh fermentasi, baby SCOBY dan juga SCOBY biangnya. Kenapa:
      1. Teh akan mempunyai rasa yang berbeda: kadang basi, kadang terasa pahit dll.
      2. Baby SCOBY yang sudah tertumbuhi jamur tidak bisa dibersihkan karena walaupun jamur sudah dibersihkan, tapi akar jamur sudah masuk kedalam SCOBY dan jika dibiarkan akan tumbuh jamur kembali.
      3. Biang SCOBY, walaupun tidak tertumbuhi jamur secara langsung, tapi sudah tidak sehat lagi karena kalau dipakai untuk fermentasi di tempat yang baru, rasa / flavour dari teh yang sudah rusak tersebut akan merusak teh yang baru. Saya sudah mencoba memfermentasi sampai 6x fermentasi memakai biang SCOBY yang sudah rusak, rasa basi/baunya tetap saja terasa..

      Setelah membuang seluruh isi wadah, cuci wadah Kombucha extra bersih lalu gunakan 100% teh baru dan biang SCOBY yang baru.

      Apabila Bapak membutuhkan biang SCOBY yang baru, Bapak bisa memesannya dari kami. πŸ™‚

  • Yosef Yusman 07/06/2012 - 08:56 Reply

    Beli Produk jadi Kombucha dimana ya………..? trus dulu ada peringatan bahaya nya Teh Kombucha…..apa artikel Yayasan tsb BENAR……?

  • Bonar 18/06/2012 - 13:34 Reply

    Bp Bonar, Bekasi
    Pak Arsen yang berbahagia, saya mau tanya kalau mengfermentasi Kombucha itu sebaiknya pakai air apa? air tanah atau air mineral? Trims.

    • Indo Kombucha 18/06/2012 - 14:05 Reply

      Halo Pak Bonar di Bekasi,

      Sebenarnya air yang digunakan boleh air ledeng, air tanah, air mineral, air suling dsb, asalkan semua sumber itu bersih. Yang nanti membedakan nantinya adalah sedimentasi / endapan yang akan dihasilkan setelah diendapkan dalam kurun waktu tertentu. Istilah ilmiahnya adalah TDS (Total Dissolved Solids).
      Demikian informasinya pak.. selamat mencoba, God Bless πŸ™‚

  • yosep saputra 07/07/2012 - 07:03 Reply

    mas bro q pnya jamur kambucha yg udah agk tebel. tpi akhir2 ni
    setelah saya ambil babyne kok ada hewan kecil tanpa kaki seperti
    telur yg jumlahe lmayan banyak..yg mau q tanyakan
    hwan apkah itu, trus apa ada efeknya ke jamur ato
    mungkin berbahayakah itu? trus gmana solusinya..
    mohon infonya…thanks ya bro..

    • Indo Kombucha 07/07/2012 - 08:48 Reply

      Halo Pak Yosep,
      Yang bapak maksud sebenarnya adalah telur dari lalat buah. Sebenarnya tidak membahayakan, tapi ya ‘geli’ aja kalau melihat ada telur dan larva seperti belatung kecil berjalan-jalan di atas baby scoby. Cuci saja di bawah air mengalir sambil digosok perlahan dengan telapak tangan agar telur dan larvanya terbuang.
      Solusinya adalah: tutup wadah fermentasi dengan kain dan diikat rapat dengan karet gelang. Perhatikan di sisi wadah jangan ada sampai ada kain yang terlipat sehingga memungkinkan ada serangga bisa masuk.
      Saya pernah menulis artikel mengenai telur dan larva lalat buah ini. Anda bisa melihatnya disini: “Musuh Kombucha”

  • yosep saputra 07/07/2012 - 09:17 Reply

    makasih infonya…ntar tak cobae
    tpi, kra2 air fermentasinya msh layak di
    konsumsi apa perlu di ganti dngan yg baru..

  • salsabilaalsya 15/07/2012 - 13:55 Reply

    pak saya mau tanya bagai mana cara melepas kombucha yang sudah menebal?

    • Indo Kombucha 15/07/2012 - 14:36 Reply

      Melepas apanya ya bu?
      Mungkin maksud ibu ada beberapa lapisan yang menyatu dan menjadi tebal ya?
      Sebenarnya mudah aja bu, pakai tangan saja ditarik sampai lepas. Tapi kadang-kadang hasilnya nggak bagus, ada bagian yang tersobek. Kalau nggak, ibu juga bisa memotong scoby dengan pisau stainless menjadi beberapa bagian.
      Jangan kuatir, nggak akan mati koq πŸ™‚

  • salsabilaalsya 20/07/2012 - 21:30 Reply

    melepas lapisan baru kombucha nya pak. biasa nya setelah berapa hari ya pak kombucha nya bisa dilepas dan terdapat lapisan baru?

    • Indo Kombucha 21/07/2012 - 16:04 Reply

      Lapisan baru sebenarnya sudah muncul pada hari ke-2, tapi sangat tipis dan transparan. Lama-kelamaan warnanya akan memutih dan berangsur semakin tebal. Sebenarnya dalam waktu minimal 7 hari, baby kombucha ini sudah bisa diambil. Alasannya adalah karena kita perlu mengambil airnya untuk dikonsumsi. Tapi kalau dirasa kurang tebal baby scoby-nya, silahkan ditunggu sampai 1-3 bulan. Tapi resikonya adalah: airnya tidak bisa diminum karena sudah terlanjur menjadi cuka.

  • sofyan surya 01/08/2012 - 17:57 Reply

    pak, tlg pnjlasannya tentang membuat cadangan scoby…???cadangan scoby apakah sama dengan bibit/ starter yang saya beli?

    • Indo Kombucha 01/08/2012 - 23:31 Reply

      Halo Pak Sofyan,
      Sebenarnya pada artikel diatas: “Cara Merawat jamur Kombucha”, prinsipnya adalah tentang membuat cadangan Scoby. Baby Scoby hasil fermentasi kita simpan untuk kita jadikan cadangan agar jika suatu saat terjadi kegagalan dalam proses fermentasi karena kena mold/jamur, kita masih punya cadangannya. Cadangannya itu disimpan dalam sebuah wadah yang kita namakan “Hotel Scoby”.
      Cadangan Scoby itu sama persis seperti bibit yang saya jual. Bedanya adalah dari warna dan tebalnya saja. Secara khasiat, sama saja.. πŸ™‚

  • firman 16/08/2012 - 03:55 Reply

    trims atas jawaban sebelummya….
    ada sedikit kurang mengerti pak ….
    pas pembuatan β€œHotel Scoby” d sana di jelaskan hrs d masukan jga teh kombucha seberapa banyak air nya?
    dan pasti akan di simpan lama,seberapa lama?
    apakah tidak akan mati karena kelaparan?
    bagaimana cara memberi makannya dan cara merawatnya agar tetap sehat?
    lalu jika sudah menjadi air cuka apa scoby nya masih bisa di pakai proses pembuatan teh fermentasi dan airn cukanya juga bisa d pakai sebagai fermentasi jga?

    ” Air Teh Kombucha pada Hotel Scoby sudah dipastikan akan menjadi cuka. Memang sudah tidak dapat dikonsumsi, tapi bisa digunakan untuk keperluan yang lain, misal untuk membuat manisan, dressing salad, obat kulit (jerawat/eksim) dll. ”
    maksud di atas airnya?berarti sudah tdk bisa di pakai sebagai proses pembuatan teh ya pak?
    kalau scobynya di bagaimanakan pak… apa bisa di pakai proses pembuatan teh ?
    adh maaf ni pak banyak nanya ,,,,terima kasih saya ucapkan sebelumnya.

    • Indo Kombucha 16/08/2012 - 08:06 Reply

      Karena Hotel Scoby adalah tempat menyimpan cadangan Scoby, kita tidak tahu kapan akan kita pakai lagi.. mungkin berbulan-bulan, bahkan kalau kualitas scoby-nya mash bagus, dapat disimpan lebih dari satu tahun.. Nah, secara berkala 2 minggu – 1 bulan sekali dapat kita beri sedikit air gula untuk makanannya agar scoby tidak mati, sekaligus mengisi ulang air yang menguap (karena volumenya pasti akan terus menyusut).

      Teh Kombucha-nya kalau sudah menjadi cuka memang tidak bisa dikonsumsi karena akan asam sekali.. Tapi silahkan saja diminum jika memang kuat πŸ™‚ Teh Kombucha ini memang banyak kegunaannya seperti yang sudah saya jelaskan diatas. Tapi tentu saja bisa digunakan untuk biang fermentasi; karena itulah tujuan semula dari Hotel Kombucha ini: Teh Cuka dan Scoby-nya untuk cadangan proses fermentasi. πŸ™‚

  • firman 18/08/2012 - 04:01 Reply

    adh pa banyak banyak trima kasih atas smua jawabannya bapak mau membaginnya dengan saya…
    satu lg nich pa ,kalau si teh kambucha nya sudah jadi sudah di ambil kan menurut teori sebelumnya baiknnya setelah di masukan wadah baiknnya di simpan dulu skitar 3 hari dalam lemari es,pertanyaannya teh tersebut layak koonsumsinnya sampe berapa lama setelah proses panen 3 hari pertama ?
    trims,,,

    • Indo Kombucha 18/08/2012 - 08:14 Reply

      Sebenarnya produk yang kita minum adalah produk setengah jadi, karena hasil akhir dari produk ini adalah CUKA!
      Nah, selama penyimpanan kita bisa menyimpannya dengan baik: Isi botol kaca sampai penuh (sisakan hanya sedikit sekali udara dalam botol) & disimpan di tempat yang sejuk, maka Teh Kombucha bisa bertahan sampai lama sekali!
      Saya punya Teh Kombucha yang sudah saya simpan sampai 3 tahun lebih! Rasanya masih enak!

  • firman 21/08/2012 - 21:37 Reply

    siap pak trims banyak….
    ada lagi pak pertannyaan yg lupa saya tannyakan “setiap scoby apa bisa di gunting/potong baik diagonal atau vertikal ,apa tidak akan mati soalnnya terlalu besar mau di pindahkan ke botol yg agak kecilan dikit ”
    smga ilmu yg bapak berikan akan bermanfaat bagi yg lainnya,

    • Indo Kombucha 21/08/2012 - 23:16 Reply

      Pernah ada yang berjualan Scoby Kombucha di pinggir jalan bilang ke saya, “Pak, ini sebenarnya tumbuhan, jadi nggak boleh dipotong, nanti mati. Jangankan dipotong, ditusuk dengan jarum saja, nanti ini bisa mati..”
      Nah.. itu informasi yang sama sekali ngawur!
      Scoby Kombucha itu bisa dibilang Hewan, karena didalamnya ada Bakteri. Dan dipotong-potong pun – bagaimana pun bentuknya – nggak akan mati.
      Bahkan saya bisa memberikan informasi yang lebih extreem: Walaupun Scoby Kombucha itu di-blender, tetap dia tidak akan mati. Kenapa? karena yang kita hancurkan itu hanya koloninya saja, bakterinya tidak akan mati.

      Jadi, jangan ragu-ragu pak.. Scoby Kombucha walaupun “dimutilasi” bagaimanapun, nggak akan mati..Silahkan saja.. πŸ™‚

  • firman 22/08/2012 - 12:59 Reply

    wah wah mantep bener banyak banyak trimakasih pak, saya akan coba saran bapak trims.

  • sujana 25/08/2012 - 19:29 Reply

    salam kenal pak saya sujana…
    pak saya baru menggenal manfaat jamur kombucha,
    ada yang mau saya tanyakan pada saat proses pembuatan teh saya telah memakai langkah2 seperti yg tertera d situs ini,mungkin karena ada yg kurang pas dalam proses pembuatannya hari kedua saya perhatikan d bagian permukaannya kok ada seperti debu tebal tersebar rata namun tipis ya kaya kalau dalam roti yg telah basi kaya ada jamur bgitu warnannya condong kaya abu2 ,apakah itu proses pembuatan anak scoby yg baru atau saya ada hal lain?
    trimakasih sebelumnnya …

    • Indo Kombucha 27/08/2012 - 08:44 Reply

      Pagi Pak Sujana,
      Debu yang muncul di permukaan Baby Scoby itu sebenarnya adalah Jamur/Mold. Sebaiknya Bapak buang saja seluruhnya (Induk, Baby & Teh Kombucha), karena nggak akan benar hasilnya. Walaupun Induk Scoby direndam & dicuci di air yang baru pun, bau basinya tidak akan hilang..
      Jamur/Mold ini biasanya tumbuh karena sirkulasi di ruangan kurang baik, lembab atau wadah fermentasi kurang bersih.
      Oleh karena itu ada baiknya kalau Bapak memiliki Scoby/Jamur Kombucha lebih dari satu, sebaiknya disimpan dan dirawat dalam ‘Hotel Kombucha’. Bapak bisa mempelajarinya disini: http://indokombucha.wordpress.com/2012/04/06/cara-merawat-jamur-kombucha/

  • badru 05/11/2012 - 10:41 Reply

    selamat pagi pak,
    saya baru beli jamur kombucha, kata penjual jamur klo sdh di masukan ke air teh hasil nya akan mengapung, tp pnya saya tenggelam. Apakah jamur saya masi bisa hidup dan dikembangkan ato gmn?
    terima kasih sebelumnya…

    • Indo Kombucha 05/11/2012 - 11:13 Reply

      Selamat siang Pak Badru,
      Sebenarnya tidak ada masalah, induk kombucha tenggelam atau terapung; Kecuali jika Bapak memasukkan induk kombucha ke dalam teh manisnya dalam keadaan airnya masih panas.. induk akan mati!
      Yang pasti tumbuh di permukaan adalah anaknya (baby SCOBY). Nanti baby ini akan tumbuh semakin lama semakin tebal. Kumpulkan dan rawat baby SCOBY ini dalam wadah terpisah. kami menyebutnya HOTEL KOMBUCHA.
      Silahkan dicoba pak πŸ™‚

  • SDN Toyomerto 2 05/11/2012 - 13:41 Reply

    slam sehat selalu,,, saya mau tanya ciri-ciri jamur kombucha yang sudah bisa menghasilkan baby scoby itu seperti apa…? dan bagaimana cara mengambilnya/memisahkannya dari bi2tnya… terima kasih

    • Indo Kombucha 05/11/2012 - 16:34 Reply

      Sore Bpk/Ibu di SDN Toyomer,
      Setiap fermentasi, akan dihasilkan baby SCOBY yang baru. Secara prinsip, selama tidak tertumbuhi jamur, baby Scoby tersebut walaupun tipis hanya 2milimeter, dia tetap bisa dipakai untuk memfermentasi lagi.
      Silahkan dicoba pak πŸ™‚

  • ika 09/11/2012 - 14:02 Reply

    setelah saya baca semua pertanyaan diatas ,saya jadi bingung dng SCOBY saya,,apa masih bagus atw gak ya? saya baru mulai fermentasi hari minggu dri baby scoby orang tua saya,,hari senin udh bisa saya panen dan saya minum udh asam rasanya,,
    dan baby scoby nya kyak nya udah ada ,sudah nampak penebalan gitu cuma kq gak rata ya pak? saya liat dri atas kyak menggembung seperti serabi dan warna nya putih,trus dibawah nya kayk ada layer2 gitu..

    kemudian tidak sya pisahkan antara scoby dan baby scoby cuma saya pindah kan ke wadah baru dan saya ganti air teh nya,, saya coba teh nya asam tidak basi,,,sedangkan bpk bilang klo normal rasa teh nya asam kan,,apa karena saya simpan diwadah plastik ya?
    wktu panennya kq satu hari ya pak?sedangkan diatas saya baca 3 hari baru bisa dipanen dan rasana sudah asam,,tapi saya kq satu hari udh asam ya pak,,dan bau teh menyengat

    mohon penjelasannya pak apakah teh dan scoby masih bagus?
    terimakasih

    • Indo Kombucha 09/11/2012 - 14:24 Reply

      Terima kasih atas kunjungannya Ibu Ika.. Tampaknya Ibu Ika sudah membaca beberapa artikel dengan cukup detail sampai ke pertanyaan-pertanyaannya πŸ™‚

      mm.. sepertinya saya tidak pernah mengeluarkan statement bahwa 3 hari sudah boleh dipanen. Saya selalu menyarankan minimal 7 hari, dan bahkan untuk penderita diabetes minimal 14 hari.
      Kalau teh Kombucha 1 hari sudah asam, asamnya itu berasal dari biangnya, bukan dari teh manis yang sudah selesai diproses.
      Bau yang menyengat biasanya karena suhu ruangan yang hangat & lembab. Tapi itu tidak menjamin bahwa seluruh sukrosa sudah terurai menjadi fruktosa. Saya tetap memegang prinsip bahwa untuk memfermentasi teh kombucha adalah minimal 7 hari dan minimal 14 hari untuk penderita diabetes.
      Dan kalau saya menafsirkan dari penjelasan Ibu, Kombucha itu masih sangat sehat. Yang sudah tidak sehat itu adalah yang sudah tertumbuhi mold/jamur atau sudah rapuh, seperti yang sudah Ibu baca dalam artikel lainnya: Expired Kombucha
      http://indokombucha.wordpress.com/2010/08/14/expired-kombucha/

      Semoga informasinya bermanfaat πŸ™‚

  • suparno 12/11/2012 - 10:49 Reply

    selamat siang Pak Arsen,…
    saya sudah mencobanya…hasilnya…
    1.kenapa sangat asam/ kecut sekali ya setelah 1 minggu…utk comsumsi…nya boleh dicampur dengan sirup agar sedikit manis,…
    2. hasil saya taruh di botol kaca tertutup dilemari eh,…tdk apa2 di komsumsi sampai 1 minggu kedepan.?
    3. kenapa baby scoby sangat tipis ya seperti ….sehingga saya buang…
    dan memakai lagi bibit pertama,…
    4.bibit pertama bisa sampai berapa kali pemakaian ya…
    mohon info-nya
    terima kasih

    • Indo Kombucha 12/11/2012 - 15:42 Reply

      Selamat siang Pak Suparno..
      Saya coba jawab pertanyaannya:
      1. Kala suhu ruangan lebih hangat, memang fermentasi akan berlangsung lebih cepat. Tapi tetap saya merekomendasikan lama fermentasi minimal 7 hari.
      Bapak bisa mencampur dengan sirup / madu / juice. Tapi karena sasaran Teh Kombucha ini adalah kesehatan, saya lebih menyarankan untuk dicampur dengan Madu/Juice.
      2. Kalau Bapak menyimpan di botol kaca, diisi penuh dan tertutup rapat, jangankan 1 minggu pak.. 3 tahun pun tidak akan ada masalah πŸ™‚
      3. Memang kalau fermentasi cuma 7 hari, hasilnya akan tipis pak. Kalau sasaran bapak adalah untuk mempertebal baby scoby, Bapak bisa fermentasi sampai 1 bulan lamanya. Tapi airnya akan menjadi cuka. jangan kuatir pak.. cuka ini bisa dipakai untuk biang fermentasi, juga untuk cuka masak atau untuk obat eksim/jerawat πŸ™‚
      4. Setiap scoby yang dijadikan induk, bisa dipakai 7-10x pakai. Bagaimana cara mengecek masih bagus atau tidaknya, bapak bisa pelajari disini:
      http://indokombucha.wordpress.com/2010/08/14/expired-kombucha/

      Semoga bermanfaat πŸ™‚

  • eman salam 16/11/2012 - 15:04 Reply

    saya punya SCOBY yang hidup di dalam botol, setelah hampir menebal saya memindahkannya ke tempat yang lebih besar, yang saya tanyakan kenapa tidak ada tanda-tanda baby SCOBY yang tumbuh, sementara pada keterangan bapak 2 harisudah ada tanda-tandanya. apa karena saya menempatkan SCOBY terbalik atau gimana pak. mohon petunjuknya….!!!! thanks.

    • Indo Kombucha 16/11/2012 - 15:23 Reply

      Selamat siang pak Eman,

      Sewaktu memindahkan ke tempat yang baru, apakah airnya air putih saja atau teh saja, atau teh manis? Karena persyaratan utama fermentasi adalah harus ada gula dalam airnya.
      Penempatan scoby terbalik atau tidak, tenggelam atau terapung itu tidak ada masalah pak, hasilnya sama saja.
      Demikian informasinya pak, semoga membantu πŸ™‚

  • eman salam 17/11/2012 - 10:34 Reply

    makasih infonya pak, n memang sangat membantu.
    yang ingin saya tanyakan lagi dalam toples tempat scoby saya tumbuh seperti benang-benang berwarna coklat sebagian ada di bawah scoby, sisi samping scoby dan bahkan beberapa melengket di dinding toples. apakah itu musuh kombucha yang bapak maksud…????

    dan apakah keran plastik atau viber yang dipasang pada dinding toples yang berguna untuk mengeluarkan teh hasil fermentasi tidak berpengaruh pada pertumbuhan scoby maupun kualitas tehnya.

    • Indo Kombucha 17/11/2012 - 13:35 Reply

      Benang-benang berwarna coklat itu adalah Ragi pak.. Kalau mold itu tumbuhnya di permukaan baby scoby.
      Air dalam wadah khan tidak bergerak pak, jadi bagian yang diam dekat dengan keran hanya bagian itu saja. Kalau ingin amannya sih, pada waktu mau panen, buang dulu sedikit airnya (kira-kira 100ml) baru kemudian panen sisanya.
      Selama ini saya gunakan tidak berpengaruh pada kualitas teh maupun scoby-nya pak.. πŸ™‚

      • eman salam 17/11/2012 - 14:55 Reply

        makasih infonya pak, saya pikir bahan plastik dan karet yang berada di bagian dalam toples bisa berpengaruh terhadap kalitas tehnya. makasih pak.

    • eman salam 17/11/2012 - 15:54 Reply

      gmana cara mengatasi scoby yang sudah terjangkit larva lalat buah. thanks.

      • Indo Kombucha 17/11/2012 - 18:42 Reply

        Paling diambil satu-per-satu pakai cotton bud pak.. atau kalau sudah diangkat, langsung dibilas pakai air mengalir sambil digosok perlahan-lahan pakai tangan. Atau.. kalau memang menjijikan, setelah dibilas, blender saja untuk dijadikan pupuk tanaman

  • eman salam 18/11/2012 - 21:28 Reply

    makasih pak, tapi saya cuma membersihkan danmembilas kemudian memasukkan scoby ke toples lagi, dan memberikan air teh baru dan teh hasil fregmentasi. apa scoby saya kedepannya akan tetap baik atau bagaimana????

    dan apa pemakaian standles pada teh akan mempengaruhi kualitas teh…???? “masalahnya tadi saya pake panci stendles utk memasak ramuan teh…..” :)….????? mohon petunjuknya pak thanks.

    • Indo Kombucha 18/11/2012 - 21:46 Reply

      Karena Scoby itu mahluk hidup, semakin lama dia akan tidak produktif dan akhirnya mati. Sebuah Scoby bisa dipakai untuk fermentasi 7-10x. Setelah itu lebih baik dibuang saja. Kualitas tehnya pun lama-lama akan menurun.
      Untuk panci stainless, kalau kualitas stainlessnya kurang baik, bau metal-nya akan diserap oleh tehnya. Paling baik adalah menggunakan stainless steel tipe 316. Ini adalah jenis standar untuk farmasi. Sedangkan yang ada dipasaran untuk panci adalah 304. Biasanya panci jenis 304 ini masih bisa berkarat dan mengkontaminasi teh yang ada. Diusahakan pakai kaca / keramik saja pak πŸ™‚

  • Rahman 18/11/2012 - 22:19 Reply

    masalahnya saya ngga ngerti tentang jenis stainless. cuma wktu masak airnya tadi pake yang itu “ngga punya panci gede pak… hehehe…” tapi proses fermentasinya d toploes koq pak…!!!

    scoby yang saya miliki juga baru tiga kali ganti teh

    *senangnya kalo bisa punya kontak personnya bapak…!!!! jadi lebih enak konsultasi….!!!!# saya baru sekitar dua minggu ini kenal kombucha…. “kembali mohon petunjuknya pak…!!!!

    • Indo Kombucha 19/11/2012 - 03:22 Reply

      Pak Rahman, Bapak bisa konsultasi disini supaya orang lain juga bisa belajar hal yang sama, atau bapak bisa bertanya di Facebook (http://facebook.com/facebook).
      Kalau ingin lebih pribadi, bisa juga via Whatsapp atau SMS saya di 0878 2345 1768.

  • ani 25/11/2012 - 16:14 Reply

    pak bagaimana dengan semut yg masuk di toples kombucha? apakah berpengaruh buruk?

    • Indo Kombucha 25/11/2012 - 16:21 Reply

      Halo Bu Ani,
      Nggak berpengaruh buruk sih bu, cuma risih aja lihatnya.. Apalagi kalau sampai ada yang mati trus tenggelam kedalamnya πŸ™‚

  • guners 27/11/2012 - 20:11 Reply

    beli bibit nya dmana

      • supriyanto 20/02/2013 - 11:49 Reply

        sampai berapa lama air teh kobucha yang sudah diambil dari temapat penyimpanan, suatu misal dipindah di botol aqua.

        • indokombucha 24/02/2013 - 22:03 Reply

          Kalau dipindah ke botol plastik – apalagi bekas, tidak disarankan untuk disimpan dalam jangka waktu yang lama. Produsen air mineral menyarankan pemakaian botol plastik hanya dipakai 1x saja. Untuk botol plastik baru pun saya hanya merekomendasikan maksimal sampai 6 bulan saja. Kecuali Anda menyimpannya di botol kaca, itu tidak bermasalah mau berapa tahun pun πŸ™‚

  • santoso 25/02/2013 - 07:03 Reply

    selamat pagi salam sejhtera,Admin yang baik hati ,saya mau tnya nih semoga bisa dapat jawabanya,saya baru membeli bibit kombucha 2hari yang lalu di pasr kaget,seblumnya saya tidak tau apa itu kombucha,namus setelsh mendengarkan pejualnya ngomongin manfaatnya saya jadi tertarik dan membelinya,namun setelah saya membaca artikel2 disini saya sampai sekarnag masih bingung,karena saya membeli bibit tersebut tanpa air tehmanis didalamnya (kering),hanya dikemas dengan plastik biasa saja,pertanyaan saya apakah masih bisa untuk di budidayakan?caranya bagaimana kalau kita belum punya cuka kombuchanya,menurut penjualnya kombucha kering bisa bertahan sampai 7hari apa betul demikian,sekian dulu saya mengharapkan bantua dari admin untuk jawaban pertanyan saya,terimaksih semoga admin selalu diberikan kesehatan,amin

    • indokombucha 25/02/2013 - 11:32 Reply

      Selamat siang Pak Santoso,

      Memang sangat disayangkan, informasi tentang Kombucha masih sulit didapatkan di masyarakat; Bahkan penjualnya sendiri hanya bertugas ‘menjual’, tidak memberikan informasi / tidak memiliki informasi yang cukup untuk dibagikan kepada masyarakat.
      Bibit Kombucha sebaiknya disertakan dengan cuka teh kombucha. Kenapa? Karena Kultur Kombucha nanti tidak cukup kuat kerjanya untuk memfermentasi Teh Manis. Akibatnya apa? Teh Manisnya nanti akan keburu basi sebelum sempat difermentasi. Memang nanti akan tetap ter-fermentasi dan rasanya akan menjadi asam; tapi bau teh basinya akan tetap tercium. Kalau kualitas Kultur Kombucha / Jamur Kombuchanya bagus, mungkin bisa memfermentasi dengan cepat sehingga hasilnya baik. Tapi berdasarkan pengalaman, biasanya 80% akan gagal.
      Bukannya menakut-nakuti Pak Santoso, tapi itulah kenyataanya..
      Untuk mengakalinya, Anda bikin teh manis hanya sedikit saja, sekitar 200ml dan biarkan sampai dingin. Kalau sudah dingin, baru masukkan Kultur / Jamur Kombuchanya (dalam wadah kaca, tutup rapat dengan kain bersih & ikat dengan karet gelang). Biarkan selama 1-2 minggu sampai hasilnya benar-benar asam (menjadi cuka). Air ini nanti bukan untuk diminum, tapi untuk dijadikan biang. Selanjutnya Anda buat teh manis sebanyak 2 liter dan biarkan sampai dingin, baru masukkan Kultur / Jamur kombucha dengan 200ml cuka teh kombucha yang pertama; Biarkan selama 7-12 hari sampai asamnya sesuai dengan selera. Minimal fermentasi adalah 7 hari pak.
      Silahkan pelajari juga artikel2 lain dan pertanyaan2 di bawahnya agar dapat menambah wawasan..
      Semoga informasi ini dapat bermanfaat πŸ™‚

  • linda 03/05/2013 - 20:31 Reply

    pak sebaiknya teh kombucha ini diminum berapa hari sekali untuk kesehatan?
    lalu dibersihkan wadahnya berapa bulan sekali?

    • indokombucha 31/12/2013 - 12:05 Reply

      Halo bu Linda.. sebaiknya diminum rutin 3x100ml sehari. Lalu wadahnya dibersihkan setiap kali selesai fermentasi; tapi jangan dibersihkan dengan sabun antiseptic / alkohol. Cukup dibilas dan digosok dengan tangan saja.. πŸ™‚

  • risti 06/12/2013 - 16:13 Reply

    pak, kombucha saya tenggelam dan tidak mengapung lagi.
    apakah itu tanda2 kombucha saya tidak tumbuh?

    • indokombucha 31/12/2013 - 12:04 Reply

      Sebenarnya posisi dari induk kombucha tidak ada sangkut pautnya dengan kualitas fermentasi: apakah itu terapung/tenggelam/miring/terbalik. Yang penting adalah di permukaan baby scoby tidak tertumbuhi jamur berupa bulu-bulu halus. Semoga informasi singkatnya cukup membantu πŸ™‚

  • riafni kaison 07/02/2014 - 21:36 Reply

    pak, saya pemula utk merawat combucha
    tapi combucha saya robek dan kehitaman apa ini combhucha saya mati?

    • indokombucha 08/02/2014 - 22:21 Reply

      Halo bu Riafni Kaison,
      Kombucha robek / dipotong bahkan di blender pun tidak masalah bu. walaupun bentuknya hancur, Bakteri dan ragi didalamnya tidak akan ikut hancur.
      Warna coklat / hitam pada dasarnya adlaah warna dari teh yang terserap kedalam kulur SCOBY. Selama kulturnya tidak rapuh, itu masih bisa dipakai. Kita bisa menandai warnanya yang sudah tua atau rapuh atau terkena jamur (mold) sebagai indikator bahwa sebaiknya induk kombuchanya diganti dengan yang baru – pilih yang warnanya paling putih.. Silahkan dicoba πŸ™‚

    • indokombucha 26/03/2014 - 07:43 Reply

      Halo Bu Riafni Kaison,
      Baby Kombucha robek itu tidak bermasalah dan masih tetap bisa dipakai. Tapi dengan warna yang kehitaman ini perlu diperhatikan lebih lanjut: 1. Apakah warna hitamnya itu merata (warna baby scoby-nya semakin tua) atau 2. Ada warna hitam di permukaan baby scoby dan bentuknya seperti bulu2 halus?
      Jika pilihannya nomor 1: itu masih normal karena baby (dan induk) scoby menyerap warna dari teh, sehingga warnanya semakin lama akan semakin tua.
      2. Jika berbulu, berarti kena mold dan sebaiknya dibuang semua (air fermentasi, induk dan baby scoby-nya) dan mulai lagi dari awal.
      Semoga informasinya membantu.

  • […] (dalam wadah kaca juga) untuk dijadikan sebagai cadangan. Kami menyebutnya: Disimpan dalam β€œHotel Kombuchaβ€œ. Baby Kombucha ini kemudian berguna untuk dijadikan bibit untuk membuat Teh Kombucha yang […]

  • Mudjiono 26/12/2014 - 06:05 Reply

    Pak sy pemula memelihara jamur kombucha, kalau sy bikin tanpa teh biar putih air dan jamurnya berpengaruh tida terhadap khasiat dan pertumbuhan jamur itu sendiri terima kasih

    • indokombucha 13/02/2015 - 23:16 Reply

      Kombucha membutuhkan nutrisi selama pertumbuhannya; dan nutrisi tersebut bisa didapatkan dari teh (atau lainnya, seperti bunga / herbal dll). Jadi kalau hanya mengandalkan mineral dari dalam air, hasilnya tidak akan maksimal, dan biasanya airnya akan menjadi bau.
      Silahkan dicoba pak πŸ™‚

  • Amanda 20/01/2015 - 20:32 Reply

    Pak, saya sudah mengembangkan kombucha sekitar 14hari dari scoby yg baru dibeli, tp blm ada tanda2 ada baby scoby yg muncul. Kira2 knp ya pak?

    • indokombucha 13/02/2015 - 23:32 Reply

      Ada beberapa penyebab kenapa SCOBY tidak muncul:
      1. Wadah fermentasinya masih terkandung sisa sabun pada waktu dicuci pertama kali.
      2. Air yang digunakan menggunakan air yang di Ozone
      3. Suhu udara dingin

      Coba diganti sumber air yang dipakai. Jika selama ini menggunakan air mineral, coba ganti dengan air PAM / air tanah yang dimasak lebih dahulu. Semoga bermanfaat πŸ™‚

  • maristella 28/02/2015 - 22:58 Reply

    pak saya baru tau yy namanya kongbucha…saya tinnggal di tanjung pinang kepulauan riau…klo mau pesan bisa ngak pak? trima kasih

    • indokombucha 24/05/2015 - 16:40 Reply

      Halo mbak Maristella,
      Kami siap kirim bibit kombucha maupun teh kombucha siap minum ke seluruh Nusantara.
      Silahkan kontak saya via SMS/WA di 087823451768 atau bisa juga isi form pemesanan.

      Terima kasih πŸ™‚

  • siti 11/04/2015 - 14:23 Reply

    mau tanya nich saya kan sudah panen teh kambuncha dua wadah kaca tapi satunya pakai teh hijau ( jadi ) satunya pakai teh campur ( nggak jadi ) di permukaan wadah jamur hitam kemudian saya cuci tapi tetap g jadi saya remas2 hancur dan hitam tapi tehnya ya terasa asam g bau basi apakah itu bisa di minum apa di buang aja mohon jawaban pak dan terima kasih sebelumnya

    • indokombucha 24/05/2015 - 16:30 Reply

      Sejujurnya, kalau tidak ada bau yang aneh pada teh kombucha yang sudah kena mold, airnya tetap bisa diminum.. Tapi untuk alasan kesehatan, sebaiknya hasil fermentasi yang sudah kena jamur tidak diminum dan dibuang seluruhnya karena kita tidak tahu efek samping yang akan dihasilkan dalam jangka waktu yang lama.

      Demikian informasinya, semoga bermanfaat πŸ™‚

  • siti 11/04/2015 - 14:28 Reply

    tolong di jawab setelah 12 hari saya lihat hasil fermentasi kok jadinya hitam ya itu kenapa … itu apa bisa diminum atau dibuang aja pak terimakssih

    • indokombucha 24/05/2015 - 16:26 Reply

      Halo Bu Siti,

      Seharusnya jika dibandingkan; kepekatan teh pada saat pertama dibuat dengan hasil akhir fermentasi, hasil akhir fermentasi warna tehnya akan berwarna lebih muda. Tapi apabila ini bertambah tua, bisa jadi karena suhu di ruangan cukup tinggi (panas), sehingga air yang menguap menjadi lebih banyak dan tehnya menjadi semakin pekat. Walaupun demikian, teh kombuchanya tetap bisa diminum. Apabila terlalu pekat, bisa ditambahkan dahulu dengan air putih secukupnya.

      Semoga bermanfaat πŸ™‚

  • salamun 18/09/2015 - 17:19 Reply

    Pak Arsen saya mau tanya, apakah boleh di campur dengan jahe waktu merebus teh ?

    • indokombucha 02/12/2015 - 15:47 Reply

      Halo Bpk/Ibu Salamun,

      Bisa saja.. media Teh bisa diganti dengan apapun yang sifatnya tidak beracun dan tidak mengandung kimia. Jadi Anda bisa menggantinya dengan buah2an/bunga2an atau rempah2.
      Silahkan bereksplorasi πŸ™‚

  • Halim 06/01/2016 - 02:23 Reply

    Halo pak
    Numpang nanya pak,
    Klo buat teh kombucha nya pake gula jawa / aren sbg pengganti gula pasir putih? Bisa ga pak?
    Mohon pencerahan nya

    • indokombucha 20/01/2016 - 23:33 Reply

      Pak Halim,

      Gula apapun – selama itu alami (bukan bahan kimia, spt aspartam dll), bisa digunakan pak.
      Silahkan bereksperimen πŸ™‚

  • Rosida 31/01/2016 - 19:03 Reply

    Saya terlanjur mengisi bibit kombucha dengan air mineral dan gula pasir saja tanpa dibuat teh terlebih dahulu,apakah berpengaruh pak?

    • indokombucha 09/03/2016 - 00:56 Reply

      Bu Rosida,
      Bibit kombucha bisa hidup di media cair yang mengandung gula. Jadi pada dasarnya tidak diberi teh pun tidak apa2 bu..
      Semoga mencerahkan πŸ™‚

  • cecep 01/02/2016 - 09:22 Reply

    saya mau tanya kalo ciri ciri jamur kombucha ,,,,terus membedakan kombucha dan buknya di lihat dari mana

    • indokombucha 09/03/2016 - 01:02 Reply

      Dear Pak Cecep,
      Pertama, saya ingin menjelaskan bahwa Kombucha itu bukan jamur dalam arti kata sebenarnya. Silahkan Anda cek disini: http://indokombucha.com/pemikiran-yang-salah-tentang-kombucha/
      Nah, saya belum pernah melihat kultur yang mirip dengan ‘jamur’ Kombucha tapi bukan kombucha. Ada 1 yang persis sama, namanya JUN Kombucha, tapi dia sebenarnya mutasi dari Kombucha saja.. bentuknya 100% sama. Apabila Anda ragu, coba kirimkan foto saya untuk memastikan apakah yang Bapak maksud itu kultur Kombucha atau bukan.

      • anshori 27/03/2016 - 20:25 Reply

        pak saya mau tanya .fermentasi saya gagal atw tidak ya kok di Beby combukanya ada larvanya ya.seperti belatung yg sangat kecil putih tranfaran pas saya perhatikan .saya lanjut apa buang semua.terima kasih

  • abu rosyad alfikri 11/02/2016 - 22:13 Reply

    Alhamdulillah… artikelnya sangat membantu pak, sangat mendidik…
    Banyak memberikan manfaat kepada masyarakat luas insya Allah, semoga selalu memberikan manfaat kepada sesama, aamiin…

  • hanah 03/03/2016 - 21:32 Reply

    Bapak, saya mau beli satu bagaimana caranya

  • yuli 19/03/2016 - 16:29 Reply

    Pa arsen, Saya pemula dan sangat membutuhkan bimbinganya. 2minggu yang lalu saya beli kombucha ukuran 1kg, karna belum menemukan wadah besar kombucha saya disimpan sekitar 4 harian masih dalam kemasan bawaannya. setelah mendapatkan keler kaca ukuran besar saya mulai melakukan permentasi dan berusaha semaksimal munkin sesuai prosedur pembuatan teh kombucha, hanya saja starter yg digunakan hanya mengandalkan cuka bawan kemasan 1kg dan sepertinya tidak mencapai 10% dari kapasitas permentasi yg 1kg=10lt. dan hasil permentasi setelah 4 hari muncul seperti tepung putih di permukaan air. mohon penjelasan dan solusinya

    • indokombucha 14/04/2016 - 20:11 Reply

      Ibu Yuli,
      Coba kirim fotonya ke saya.. Ibu sudah ada nomor kontak saya khan ya? Thanks

  • Toni 21/03/2016 - 15:15 Reply

    Pak,
    Saya mau beli bibit, kemarin kombucha saya direfill pakai teh manis panas mendidih sama istri. Mati dah.
    Melihat ada yang ukuran 25 cm saya jadi tertarik tapi toples saya kekecilan. di Anda sekalian ada jual perabot gak ya? Belum nemu toples yang bisa nampung 10 liter.

    • indokombucha 14/04/2016 - 19:58 Reply

      Pak Toni,
      Yang paling mudah dan murah adalah menggunakan guci keramik untuk air kemasan galon. Rata-rata harganya 70rb dan itu muat sampai 8 liter. Karena sudah ada keran-nya, pengoperasiannya jadi sangat mudah. Silahkan dicoba πŸ™‚

  • Numada 21/06/2016 - 12:27 Reply

    Pak, saya ingin menanyakan bagaimana mengukur kadar alkohol dalam kombucha ini apakah masih halal atau tidak?

    Apakah ada alat ukur nya dan bagaimana mengoperasikannya?

    Terima kasih

    • indokombucha 26/06/2016 - 20:37 Reply

      Mba Numada,
      Kalau kita memfermentasi Kombucha secara normal (tidak ditambahkan gula secara bertahap), kadar alkoholnya tidak akan melebihi 1%. Saya sudah cek 3 sampel:
      Sampel A usia 1 minggu: 0,8%
      Sampel B usia 1 bulan: 0,3%
      Sampel C usia 3 bulan: 0,1%
      Jadi semakin lama, kadar alkoholnya bukan semakin membesar tapi justru semakin kecil karena terus diolah oleh bakteri untuk menghasilkan asam.
      Alat untuk mengukur alkohol yang paling simpel adalah dengan hydrometer; ada juga alat digital yang lebih canggih. Browsing saja, sudah banyak koq yang menjual alat ini.
      Semoga membantu πŸ™‚

  • chandra perkasa 19/07/2016 - 03:43 Reply

    selamat pagi pak indokombucha. saya candra. pak saya mau tanya pembuatan teh kombucha itu yg paling baik sebaik baik y di mulai berapa hari jadi y sampai bisa di konsumsi y. trus pake teh apa aja yg bisa menghasilkan kesempurnaan y. selaun teh hijau. mksih sebelum dan sesudah y.

    • indokombucha 25/07/2016 - 16:46 Reply

      Halo Pak Chandra,
      “Kesempurnaan” identik dari jam terbang seseorang. Berapa lama fermentasi dan jenis teh yang dipakai untuk mencapai hasil sempurna.. saya sendiri belum mencapainya; Saya rasa saya tidak akan dan tidak mau mendapatkan kesempurnaan! Karena kalau betul saya mendapatkan kesempurnaan, tentunya saya akan berhenti belajar! Sebuah akhir yang mengecewakan..
      Yang saya harapkan adalah pengalaman yang yang akan memperkaya dan evaluasi dari setiap pengalaman yang dilewati. Lagipula, kita bekerja dengan bakteri. Perbedaan 1 jam saja di suhu yang berbeda, jumlah kultur dan banyaknya teh biang, hasilnya akan berbeda. Jadi saya rasa tidak ada di dunia ini yang bisa menjawab pertanyaan Anda. Saran saya: cobalah, buatlah kesalahan dan belajar dari kesalahan tersebut πŸ™‚

      Filosofis sekali ya jawabannya.. hahaha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web Analytics