Musuh Kombucha

Musuh Kombucha

Pada artikel β€œCara Membuat Teh Kombucha”, salah satu topik yang cukup penting untuk diperhatikan adalah masalah penutup kain pada mulut wadah tempat fermentasi. Kenapa? Salah satu alasannya adalah karena lalat buah (Drosophila melanogaster) senang pada aroma Teh Kombucha. Jika mulut wadah terbuka atau ada sedikit saja celah, maka lalat buah tersebut akan masuk kedalamnya.

Apa akibatnya? Akibatnya adalah lalat buah tersebut akan bertelur dan menetaskan larva! Dalam 1 hari, lalat betina dapat bertelur sampai 40 butir, dan sepanjang masa hidupnya, ia mampu bertelur sampai 800 butir. Dari telur tersebut, lahirlah larva yang akan hidup dan memakan jamur kombucha.

Lalat buah sedang menikmati Kombucha
Telur lalat buah
Larva lalat buah

Lalat buah bersimbiose mutualisme dengan bakteri sehingga apabila lalat buah meletakkan telur pada buah atau scoby selalu disertai bakteri dan disusul jamur (mold). Jika kondisi lingkungan lembab dan kurang memiliki sirkulasi udara yang baik, akhirnya Scoby ditumbuhi jamur dan akhirnya membusuk. Air Teh yang dihasilkan pun akan mempunyai kualitas rasa yang tidak baik. Jadi jika selama masa fermentasi, Scoby Anda tercemar oleh lalat buah dan ditumbuhi jamur (mold), lebih baik seluruh air teh dan baby scoby dibuang dan siap-siap membuat air teh yang baru. (Dengan kata lain: selalu sisakan Cuka Kombucha agar Anda dapat membuat Teh Kombucha setiap saat.)

Jamur (Mold) – Awal pertumbuhan
Jamur (mold) – Makin lama makin membesar

Kebetulan sekali, pada saat saya menulis ini ada telepon dari Bpk Sulung Koesuma – Tangerang yang menanyakan hal ini. Jadi, sudah langsung terjawab ya Pak πŸ˜€

27 thoughts on “Musuh Kombucha”

  1. Sulung Koesuma

    halo mas Arsen,
    wah pas banget nih, numpang terkenal ya di blog nya. hehe
    iya bener banget sepertinya, soalnya mold nya jd banyak sekali. semoga ntar dengan bibit yg baru, tidak akan terjadi lagi. πŸ™‚

  2. Belajar dari pengalaman Mas Sulung..

    Saya sampai sengaja ‘mengundang’ si lalat buah mengunjungi scoby, biar mencicipi kombucha, bertelur, menetas dan membiarkan scoby-ku ditumbuhi jamur. Setiap prosesnya difoto2in terus..

    Ga tega ngeliatnya, tapi kalo nggak gitu, ga bisa bikin artikel deh..

    Mudah-mudahan dari pengalaman dan artikel ini bisa berguna buat semuanya ;D

  3. Pingback: Tweets that mention Musuh Kombucha Β« Indo Kombucha -- Topsy.com

  4. ibu waty -NTT

    pak sy mo nanya, kombuchaku sdh lama, tp msh bagus & produktif, kmrn bagian atas scoby jd hitam. apa yg hrs sy lakukan? membuang scoby & air tehnya kah? trimakasih

    1. Ibu Waty,
      Memang kalau sudah terkena mold / jamur, memang sebaiknya dibuang saja bu, baik jamur/scoby maupun tehnya. Oleh karena itu ada baiknya selalu mencadangkan scoby dan teh cuka,di tempat terpisah untuk menghadapi kasus seperti ini.
      Semoga Ibu Waty masih mempunyai cadangan Scoby & Teh Cuka-nya. πŸ™‚

  5. kalo yg hitam dibawahnya.. itu termasuk mold apa gak.. lama kelamaan dia mengendap kebawah

    1. Bukan, kalau yang dibawah air itu adalah ragi / kotoran yang mengendap dari air, teh atau gula.
      Yang namanya mold pasti berada di permukaan baby kombucha sisi atas yang terkena udara.

  6. saya baru beli bibit kombucha kemarin. Jd bener2 msih awam bnget. Boleh bagi info untuk takarany donk. Makasih

  7. Dear Indo Kombucha,

    Saya baru beli bibit kombucha seminggu yl, saya taruh teh manis sesuai aturan pembuatan teh kombucha dan starter kombucha dalam toples kaca tertutup rapat, dan ada endapan diatasnya seperti jamur. apa saya harus saya lakukan? kalo saya baca di blog ini berarti saya harus membuang seluruh air yang ada di toples dan mulai membuat teh yang baru lagi sedangkan saya tidak punya air starternya ;(
    Mohon solusinya

    1. Halo Ibu Rosa,
      Saya ingin memastikan, apakah ‘endapan’ diatasnya seperti jamur itu apakah seperti bulu2 halus dan berwarna putih/cream/kuning/merah/hijau/coklat/hitam?Kalau ‘Ya’, berarti memang terserang oleh jamur dan memang sebaiknya dibuang seluruhnya; Tapi kalau hanya sekedar lapisan bening/putih di permukaan air dan semakin hari semakin menebal, itu memang normal. Inilah yang dinamakan sebagai BABY SCOBY, yang nantinya bisa dipakai kembali untuk fermentasi.
      Oleh karena itu, sangatlah penting untuk menyimpan cadangan SCOBY Kombucha dan juga Teh Kombucha. Jika sewaktu-waktu fermentasi kita gagal, maka kita masih punya cadangan untuk meneruskan fermentasi. Untuk lebih jelasnya, Ibu bisa mempelajarinya pada artikel “Cara Merawat Jamur Kombucha”
      Semoga penjelasan saya cukup dimengerti πŸ™‚

  8. Pingback: Cara Membuat TehΒ Kombucha | Blognya MD

  9. Mau tanya bro, saya punya kombucha kayaknya kena jamur. Sebab muncul bintik merah. Saya lagi coba selamatkan karena jamurnya ada di anaknya jamur tsb yg masih menempel di induknya. AKhirnya saya buag sedikit2 bagia yg terkena jamur. Lagi coba di fermentasi dan mudah-mudahan sembuh….

    Pernah ada gak bro kombucha yg kena jamur terus bisa disembuhin….

    1. Halo Mas Ghozim,
      Pada dasarnya agak sulit untuk menyelamatkan scoby yang sudah kena jamur/mold, karena walaupun mold-nya dibuang, akarnya sudah terlanjur menyebar dalam kultur scoby, dan ketika digunakan lagi, kemungkinan besar akan tumbuh kembali.

      Tapi bukan berarti kalau sudah kena, 100% tidak bisa dipakai lagi.. Kalau moldnya masih sangat kecil lalu dibuang bagian yang terkena mold, kemungkinan besar sisanya masih bisa dipakai ulang.

      Silahkan dicoba, semoga berhasil πŸ™‚

  10. Diatas permukaan dibagian yg terkena udara ada flek lapisan sedikit warna hijau dan dimulut toples berbulu hijau lalu setelah saya buang bibitnya saya balik beberapa hari tidak tumbuh lagi apakah boleh hasilnya air teh k9mbuchnya diminum.
    Mks

    1. indokombucha

      Pak Helmi,

      Karena tujuan dari membuat Teh Kombucha ini adalah untuk kesehatan, jadi dengan berat hati saya sarankan untuk membuangnya dan membuat dari awal dengan 100% bahan baku yang baru.
      Jangan kapok ya pak πŸ™‚

  11. pa numpang tanya, kenapa di atas permukaan air kombucha yg sedang di permentasi ada seperti tepung berwarana putih dan kalau keler digeran dia akan pecah sepeerti tepung dan teggelam kedasar keler. mohon penjelasanya?

    1. indokombucha

      Iya, itu salah satu ciri dari Mold / Jamur.
      Apabila baunya masih normal, bisa coba saja disaring dahulu lapisannya dan dilanjutkan fermentasinya.
      Setidaknya teh kombuchanya masih bisa dikonsumsi, walaupun tidak tumbuh baby scoby-nya.

  12. Maaf pak saya mau tanya, kenapa jamur kambucha selalu membwsar mengikuti wadahnya. Apakah ini pertumbuhan yg baik atau tidak ?
    Setiap memanen atau menguras wadah kambucha selalu ada lapisan tipis menyamai induknya, apakah ini baik atau tidak pak? Dan apakah airmya bisa dikonsumsi pak ? Tks sebelumnya

  13. VICHA VANSISCHA CHRESTIE

    Saya newby dalam kombucha.. Sudah ditutup rapat tp ternyata ada cacing dan lalatnya, apakah masih bisa dipakai scoby nya? Dengan cara diganti teh yg baru atau harus dibuang semuanya?

    1. indokombucha

      Yang dimaksud dengan “cacing” adalah sebenarnya larva dari lalat buah.
      Kalau hanya sedikit, masih bisa dipakai dengan cara mencuci scoby-nya.. tapi kalau sudah banyak (tercium dari baunya menjadi seperti bau jeruk busuk), lebih baik dibuang dan ganti dengan yang baru.

  14. Punya saya sdh lama… Tdk terawat .. Kmrn saya mulai rawat lg … Dgn bikin teh baru .. Tp kenapa atasnya berjamur yaa . Krn sdh byk lapisannya saya buang yg atas saja dan bikin teh baru semua .. Tp skrg berjamur lg .. Bole tolong kasih info .. Baiknya gimana .. ? Selain dibuang semua … Soalnya saya tdk py cadangan .. Tp ink msh ada bbrp lapis …dibawanya .. Terima kasih .

    1. indokombucha

      Scoby yang sudah terkena jamur wajib dibuang seluruh isinya.. Memang tidak enak terdengarnya.. tapi itulah yang harus dilakukan, karena sebenarnya akar dari jamur sudah merambat jauh ke dalam, dan juga spora-nya sudah tersebuar.
      Walaupun Anda menggunakan scoby yang ada di dalam air, kemungkinan besar akan terkena mold lagi. Anda akan kehilangan waktu, tenaga & biaya..
      Lebih baik legowo untuk membuang seluruhnya dan memulainya lagi dari awal.
      Jangan lupa cuci bersih berulang kali wadah kacanya sampai tidak tercium lagi bau sabunnya.

      Semoga bermanfaat

Comments are closed.

Scroll to Top